Sasar Balita dan Ibu Hamil, Pemkab Ponorogo Gencarkan Program PMT

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kepala Dinkes Ponorogo, Dyah Ayu P saat mengunjungi salah satu rumah balita di Ponorogo. SP/ PNG
Kepala Dinkes Ponorogo, Dyah Ayu P saat mengunjungi salah satu rumah balita di Ponorogo. SP/ PNG

i

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Dalam rangka menekan angka stunting khususnya menyasar pada balita dan ibu hamil, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo menggenjot program pemberian makanan tambahan (PMT).

Sementara itu, untuk sasaran program yang pembiayaannya berasal dari pemerintah pusat tersebut diantaranya balita dan ibu hamil yang kekurangan gizi. Kriteria balita penerima PMT adalah balita dengan berat badan tidak naik atau tetap dan turun. 

"Sementara kriteria ibu hamil penerima PMT adalah ibu hamil yang mengalamai serta beresiko terkena KEK (Kekurangan Energi Kronis)," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo, Dyah Ayu Puspitaningarti, Selasa (10/12/2024).

Bagi balita yang mengalami kondisi berat badan tetap atau tidak naik dan turun, PMT dilakukan 28 hari berturut-turut. Sedangkan balita yang mengalami gizi kurang perlu mendapatkan makanan tambahan selama 56 hari.

Sementara itu, ibu hamil memerlukan PMT selama 120 hari. Bentuknya kudapan dengan dua protein hewani sehingga sifatnya tidak bisa menggantikan makanan utama. 

"Program PMT ini menjadi salah satu upaya preventif mengatasi stunting yang merupakan program prioritas nasional," jelasnya. 

Sebagai informasi, PMT di Ponorogo sudah berjalan sejak Juli 2024. Menurutnya, PMT berupa kudapan itu disalurkan dengan durasi yang berbeda-beda. Pada program tersebut mencakup pemberian makanan tambahan bergizi seperti bubur kacang hijau, pisang rebus, bubur sumsum, dan makanan lokal lainnya yang kaya akan nutrisi. melalui Dinas Kesehatan bekerja sama dengan posyandu dan puskesmas setempat untuk mendistribusikan makanan tambahan ini secara rutin.

Selain itu, pihaknya juga berharap setelah program selesai, masyarakat dapat meniru menu-menu PMT dengan bahan baku yang tersedia di lingkungan mereka. Sehingga dapat mewujudkan generasi masa depan yang sehat dan cerdas. pn-01/dsy

Berita Terbaru

Stok Beras Bulog Cetak Rekor 5 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah RI

Stok Beras Bulog Cetak Rekor 5 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah RI

Jumat, 24 Apr 2026 05:08 WIB

Jumat, 24 Apr 2026 05:08 WIB

  SURABAYA PAGI.COM, Surabaya – Perum BULOG kembali menorehkan capaian bersejarah dalam pengelolaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Untuk pertama kalinya se…

Bos MNC Group Hary Tanoe, Dihukum Bayar Rp 531,5 miliar

Bos MNC Group Hary Tanoe, Dihukum Bayar Rp 531,5 miliar

Kamis, 23 Apr 2026 20:01 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 20:01 WIB

SURABAYAPAGI-JAKARTA : Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, menghukum bos MNC Group Bambang Hary Iswanto Tanoesoedibjo atau Hary Tanoe dan PT MNC…

Resepsi El Rumi dan Syifa Hadju, di Hotel Mewah

Resepsi El Rumi dan Syifa Hadju, di Hotel Mewah

Kamis, 23 Apr 2026 19:58 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 19:58 WIB

SURABAYAPAGI-JAKARTA : Berkas pendaftaran nikah El Rumi dan Syifa Hadju rampung. Pernikahan juga sudah didaftarkan oleh KUA Setiabudi.Yusuf Mimbar dari KUA…

Anies , Tolak Capres - Cawapres Dari Kader Partai

Anies , Tolak Capres - Cawapres Dari Kader Partai

Kamis, 23 Apr 2026 19:57 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 19:57 WIB

SURABAYAPAGI-JAKARTA : Juru Bicara (Jubir) Anies Baswedan, Angga Putra Fidrian, menilai demokrasi harus tetap membuka ruang luas bagi semua kalangan.           …

Terbongkar Sindikat Perjokian UTBK-SNBT Hingga Surabaya

Terbongkar Sindikat Perjokian UTBK-SNBT Hingga Surabaya

Kamis, 23 Apr 2026 19:51 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 19:51 WIB

SURABAYAPAGI : Hingga Kamis (23/4), kasus dugaan perjokian dan kecurangan UTBK meski mencuat masih dalam tahap pendalaman oleh panitia pusat. Penyelidikan…

Legislator Nilai Kasus Perjokian Bukan Masalah Sederhana

Legislator Nilai Kasus Perjokian Bukan Masalah Sederhana

Kamis, 23 Apr 2026 19:50 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 19:50 WIB

SURABAYAPAGI-JAKARTA : Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menegaskan, kasus perjokian di UTBK-SNBT 2026 bukanlah masalah sederhana. Kasus ini secara…