Hujan Ekstrem, Harga Komoditas Sayuran di Magetan Anjlok Drastis

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Petani sayuran di Magetan, Jawa Timur yang merugi imbas cuaca ekstrem curah hujan yang tinggi. SP/ MGT
Ilustrasi. Petani sayuran di Magetan, Jawa Timur yang merugi imbas cuaca ekstrem curah hujan yang tinggi. SP/ MGT

i

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Sektor pertanian di Magetan, Jawa Timur sedang merugi. Pasalnya imbas diterjang cuaca ekstrem yakni curah hujan yang tinggi dan berlangsung setiap hari membuat kualitas sayuran seperti tomat, selada, cabai, dan seledri mengalami kerusakan dan banyak yang busuk. 

Akibatnya, hasil panen petani merosot drastis, memicu kerugian besar bagi para petani. Selain itu, cabai yang dibudidayakan banyak yang membusuk meski petani telah melakukan berbagai upaya perbaikan. 

Untuk budidaya tanaman tomat di Kelurahan Plaosan, Kecamatan Plaosan, banyak daun yang mengeriting dan mati. Dari lahan seluas 750 meter persegi, petani mengeluhkan penurunan hasil panen hingga 50 persen. 

Padahal, biasanya mereka mampu menghasilkan 5 kuintal tomat per panen. Namun kini, hasil panen hanya mencapai 2,25 kuintal. Ironisnya, harga tomat di tingkat petani justru mengalami kenaikan signifikan, dari Rp 5 ribu - Rp 6 ribu per kilogram menjadi Rp 12 ribu  per kilogram. Tentu saja, harga tersebut tidak bisa menutupi kerugian akibat penurunan hasil panen.

Hal serupa terjadi pada tanaman seledri, yang meski harganya naik menjadi Rp 10 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 5 ribu, tetap tidak mampu memberikan keuntungan bagi petani.

"Hujan ini membuat tanaman rusak semua, jadi busuk. Harga memang naik jadi Rp 12.000, tapi sebelumnya hanya Rp 5 ribu - Rp 6 ribu. Tanaman lain seperti selada dan seledri juga rusak, jadi kami tetap merugi," kata Subarno, salah seorang petani, Selasa (10/12/2024).

"Jika cuaca ekstrem ini terus berlanjut, kami tidak punya pilihan selain mengganti tanaman dengan jenis sayuran yang lebih tahan terhadap kondisi cuaca buruk," imbuhnya.

Selain sayuran, harga bawang merah dan bawang putih juga naik. Bawang merah yang sebelumnya Rp 28.000 kini menjadi Rp 30.000 per kilogram. Sedangkan bawang putih yang sebelumnya Rp 33.000 kini dijual Rp 35.000 per kilogram. mg-01/dsy

Berita Terbaru

Diduga Buang Limbah Sembarangan, SPPG Grogol Ponorogo Viral

Diduga Buang Limbah Sembarangan, SPPG Grogol Ponorogo Viral

Kamis, 16 Jul 2026 18:37 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 18:37 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Kendati belum genap seminggu beroperasi namun program Menu Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Ponorogo kembali bermasalah.  Ini …

Wakil Ketua DPRD Surabaya Minta Penataan PKL Harus Dibarengi dengan Solusi

Wakil Ketua DPRD Surabaya Minta Penataan PKL Harus Dibarengi dengan Solusi

Kamis, 16 Jul 2026 18:01 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 18:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Keberadaan pedagang kaki lima (PKL) dinilai memiliki peran penting dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Selain…

JPU Tetap pada Tuntutan, Replik Tegaskan Dana Hibah Ponpes Al Ibrohimi Dipakai Tak Sesuai Peruntukan

JPU Tetap pada Tuntutan, Replik Tegaskan Dana Hibah Ponpes Al Ibrohimi Dipakai Tak Sesuai Peruntukan

Kamis, 16 Jul 2026 17:56 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 17:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik - Kejaksaan Negeri Gresik bergeming menyikapi pledoi tiga terdakwa kasus dugaan korupsi dana hibah Pemerintah Provinsi Jawa Timur…

Pertamina Turunkan Harga Bright Gas 5,5 Kg dan 12 Kg, Berlaku di Seluruh Indonesia

Pertamina Turunkan Harga Bright Gas 5,5 Kg dan 12 Kg, Berlaku di Seluruh Indonesia

Kamis, 16 Jul 2026 16:33 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 16:33 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - PT Pertamina (Persero) menurunkan harga liquefied petroleum gas (LPG) nonsubsidi Bright Gas ukuran 5,5 kilogram (kg) dan 12 kg yang…

PLN UID Jawa Timur Pamerkan Dua Karya Inovasi Terbaik di Surabaya Electric Forum 2026

PLN UID Jawa Timur Pamerkan Dua Karya Inovasi Terbaik di Surabaya Electric Forum 2026

Kamis, 16 Jul 2026 16:24 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 16:24 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Timur menampilkan dua inovasi unggulan di bidang distribusi tenaga listrik, yakni ASTROLT d…

JKSN dorong KH. Muhammad Yusuf Hasyim ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional 2026

JKSN dorong KH. Muhammad Yusuf Hasyim ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional 2026

Kamis, 16 Jul 2026 16:18 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 16:18 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Ketua Umum Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim menyebut KH Muhammad Yusuf Hasyim telah memenuhi…