Ketua MA Ciptakan Transparansi Agar Hakim Agung Tak Dipengaruhi

author Erick Kresnadi Koresponden Jakarta

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua MA Ciptakan Transparansi Agar Hakim Agung Tak Dipengaruhi
Ketua MA Ciptakan Transparansi Agar Hakim Agung Tak Dipengaruhi

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Sunarto tidak ingin kejadian kasus seperti Zarof Ricar itu terulang. Karena itu, MA menyiapkan standar operasional prosedur (SOP) yang menekankan pada transparansi oleh hakim di MA maupun di badan peradilan lainnya.

"Langkah ke depan, jangan terulang begini-begini terus, yang pertama kita harus membuat SOP, standar operasional prosedur, yang sekali lagi transparan, dan dimulai dari unsur pimpinan Mahkamah Agung dan badan peradilan di seluruh Indonesia," kata Sunarto,dalam Refleksi Akhir Tahun Mahkamah Agung 2024 di Mahkamah Agung, Jakarta Pusat, Jumat (27/12/2024).

Menurut Sunarto, pihaknya tengah mengupayakan sejumlah hal agar hakim ataupun aparatur di peradilan tidak bisa dipengaruhi.

"Terkait langkah konkret MA, ada kasus mantan aparatur kita ZR, yang jelas MA langsung meresponnya dengan berusaha untuk memutus mata rantai, agar para hakim maupun aparatur itu tidak bisa dipengaruhi," kata Sunarto dalam konferensi pers.

"Itulah komitmen kita, kami semua berkomitmen, tidak ingin menjadi bagian dari masalah di institusi ini, karena kalau pimpinan Mahkamah Agung maupun pimpinan badan peradilan menjadi bagian dari masalah, maka segala potensi yang ada hanya habis digunakan untuk menyelesaikan masalah pimpinan, kapan masalah institusi atau lembaga akan diselesaikan," sambungnya.

Ketua MA Hormati Kejagung
Sunarto juga menghormati proses hukum yang kini sedang ditangani oleh Kejaksaan Agung mengenai dugaan makelar kasus yang melibatkan mantan pejabat MA yakni Zarof Ricar.
"Sekali lagi, proses masih ada diproses di Kejaksaan Agung, kami tidak boleh mencampuri urusan lembaga lain, kami melihat di sini dan itulah langkah MA," imbuhnya. erc/rmc

Berita Terbaru

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendalami dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) sebesar Rp 687,5 juta kepada mantan…

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kalau memang diundang, ya saya Insya Allah akan hadir,” kata Jokowi k…

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo mengingatkan potensi pelemahan nilai tukar rupiah akibat derasnya aliran…

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman akan menyebar surat edaran (SE) mengenai potensi sanksi pidana…