SURABAYAPAGI.COM, Sumenep - Pada hari Rabu 14 Mei 2025, Prof. Dr. Sunarto, S.H., M.H., berduka cita atas berpulangnya Adiknya Di Jalan guntor desa pabian Kecamatan Kota Kab. Sumenep.
Sebagai Ketua Mahkamah Agung periode 2024-2029, Sunarto mendapat banyak ucapan Turut berduka atas meninggalnya adik kandungnya di Kab. Sumenep.
Ucapan Bela Sungkawa dan bentuk keprihatinan di sampaikan oleh, pengacara dan Advocates ternama, asal Kab. Sumenep, H. Mohammad Siddik, SH, saat ditemui diruang kerjanya
Kepada Media ini, Siddik sapaan akrabnya, mengaku sangat prihatin dan berduka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya adik dari Prof. Dr. Sunarto, SH, MH yang saat ini menjabat sebagai ketua Mahkamah Agung (MA) di Jakarta.
"Saya sangat prihatin, sebagai Warga yang sama-sama berasal dari Kabupaten Sumenep, dan merasa memiliki satu darah yang sama sebagai warga Kabupaten dan Infonesia"
Tentu, kata dia, beliau adalah orang yang baik, jujur dan amanah, serta bertanggungjawab hal ini bisa dilihat dari faktor pendidikannya dan lingkungan kedua orang tuanya.
Ia juga mengatakan, kalau dirinya tidak sepenuhnya mengenali sosok Sunarto yang sudah memiliki jam terbang tinggi, karena berbeda usia dan latar belakang pendidikannya, hanya karena memiliki kabupaten yang sama, maka bentuk kepedulian dan solidaritasnya itu sangat tinggi. Ungkapnya
"Memiliki rasa persaudaraan yang sama-sama kuat dan hubungan kerjasama antara lembaga hukum, saya mengenali sosok Sunarto sebagai orang yang sangat berwibawa "
Makanya, mereka yang datang para Hakim dan Jaksa yang mendengar kabar tentang kematian adiknya, ucapan bela sungkawa dan bentuk keprihatinan masyarakat dan mitra kerjanya tertulis dari beberapa karangan bunga.
"Saya atas nama Pribadi, dan profesi saya sebagai Advocates di Kab. Sumenep, menyampaikan, turut berduka cita sedalam-dalamya untuk keluarga besar yang ditinggalkan, semoga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dalam menjalani aktivitas sehari-harinya".
Syurga Allah menanti. Pungkasnya
Untuk diketahui, Prof. DR. Sunarto, SH. MH, Kelahiran Sumenep pada 11 April 1959 dari pasangan H.R. Moh. Tahir Ardikusumo dan Hj. R.A. Su’udiyah. Ar
Editor : Moch Ilham