SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Sebagai Bendahara Negara, saya berpendapat pembangunan yang tidak optimal membuat rakyat kecewa.
Oleh karena itu, sikap kritis dari masyarakat diperlukan untuk mengawasi jalannya pemerintahan daerah.
Dan kalau kita masih merasa kecewa, kok ini belum tersentuh pembangunan, ayo kita lihat tuh, kalau Anda ada di daerah, lihat kenapa pemerintah daerah saya belum bangun, yuk kita buka sama-sama, yuk. APBD-nya dapat berapa? Dapat transfer berapa? Desa saya kok belum bangun padahal kita udah kasih dana desa, ayo kita lihat yuk!
Dengan cara itu maka pembangunan negara bisa dijalankan bersama-sama.
Dan meski ada potensi perbedaan pendapat, saya menilai hal itu lumrah sebab Indonesia merupakan negara demokrasi.
Bagi saya, perbedaan pendapat itu lumrah aja sih, memberi kritik juga sangat lumrah, wong itu namanya negara terbuka demokrasi. Tapi ayo kita benerin sama-sama yuk, pakai instrumen APBN wong ini, instrumen #UangKita, uang kita semuanya, masyarakat.
Saya garisbawahi pentingnya peran APBN menjaga Indonesia tetap aman. Mulai dari pelayanan publik hingga penegakan hukum. Ini semuanya ikut peran APBN.
Terus Anda di jalan raya, Anda bisa jalan dengan tenang, itu karena Indonesia aman, itu nggak datang dengan sendirinya, itu adalah semuanya karena dibantu dan didukung oleh APBN.
Dan entah itu aparat penegak hukum, keamanan, pemerintah daerah, pelayanan publik. Kalau masyarakat mungkin masih kecewa, ini belum sesuai dengan harapan? Ayo kita benerin sama-sama, ini negara kita sendiri ya. Asal tujuannya baik. n rmc
*) Dikutip dari Instagram @smindrawati, Sabtu (4/1/2025).
Editor : Moch Ilham