Permainan Berburu 'Koin' Jagat, Resahkan Masyarakat

author Moch Ilham

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Momen beberapa pelajar dan anak muda yang mencari dan berburu 'koin jagat' di salah satu daerah di Jalan Pemuda, hingga kerap merusak fasilitas umum.
Momen beberapa pelajar dan anak muda yang mencari dan berburu 'koin jagat' di salah satu daerah di Jalan Pemuda, hingga kerap merusak fasilitas umum.

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Hingga Selasa (14/1/2025) permainan berburu 'koin' di area publik, telah resahkan pemerintah DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Surabaya. Permainan ini berimbas pada rusaknya fasilitas umum (fasum). Satpol PP DKI Jakarta menegaskan perusakan fasum bisa disanksi pidana kurungan hingga denda minimal Rp 5 juta.

"Merusak fasilitas umum atau melakukan kegiatan di ruang publik yang menyebabkan gangguan ketertiban dan kenyamanan bisa dikenakan ancaman sanksi, baik pidana, maupun administratif," kata Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, dilansir Antara, Selasa (14/1/2025).

Juga di Surabaya. Aplikasi dan pemburu koin jagat di Surabaya dianggap meresahkan warga kota. Pemkot Surabaya telah melaporkan hal ini ke polisi dan meminta Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) memblokir aplikasi itu.

Wali Kota Eri Cahyadi sudah meminta Satpol PP Surabaya melaporkan perusakan fasum dan penyebar koin jagat ke kepolisian. Karena dia merasa sudah meresahkan warga dan dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

"Kami sudah lapor ke polisi ya, Satpol PP saya minta lapor ke polisi, siapa yang nyebar, cari dan kita sudah punya video terkait yang meresahkan, ada yang naik panjat pagar, merusak taman. Terus melayu onok motor ketabrak, diar! Masalah. Ngerusak kok koin jagat ini. Kita sudah laporkan ke polisi, sudah lapor ya. Jumat kemarin lapor," kata Eri ditemui di SD Taquma Surabaya, Senin (13/1/2025).

Terkait para pemburu koin aplikasi jagat sendiri, Eri meminta Satpol PP bertindak tegas, karena sudah meresahkan warga. Bahkan ada yang sampai memanjat rumah warga, menginjak-injak tanaman, hingga merusak fasilitas umum.

 

Menyangkut Ketertiban Umum

Dia menjelaskan berdasarkan Pasal 61 ayat 3 Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum, tertulis setiap orang atau badan yang melanggar ketentuan Pasal 12 huruf (b) dikenakan ancaman pidana kurungan paling singkat 30 hari dan paling lama 180 hari atau denda paling sedikit Rp 5 juta dan paling banyak Rp 50 juta.

Adapun Pasal 12 huruf (b) berbunyi setiap orang atau badan dilarang melakukan perbuatan atau tindakan dengan alasan apapun yang dapat merusak pagar, jalur hijau, atau taman, beserta kelengkapannya.

Hal ini dia sampaikan sehubungan banyaknya warga yang mencari keberadaan koin dari sebuah aplikasi permainan daring (game online) di fasilitas publik. Dalam beberapa waktu terakhir, permainan mencari koin itu justru merusak fasilitas umum.

Satriadi kemudian mengajak masyarakat untuk saling menjaga dan menghormati hak sesama dalam memanfaatkan fasilitas yang telah dibangun pemerintah.

"Fasilitas umum seperti tanaman, pohon di taman kota, bangku, sarana utilitas, dan pelengkap trotoar, serta jalan adalah fasilitas yang dibangun oleh pemerintah untuk masyarakat. Karena itu, mari kita bersama-sama menjaga keberadaan fasilitas ini," kata dia. erc/alq/rmc

Berita Terbaru

Apresiasi Laporan Komisi E DPRD Jatim, BPBD Sebut Anggaran Pos Mie Instan di RAPBD 2027 Masih Input Awal

Apresiasi Laporan Komisi E DPRD Jatim, BPBD Sebut Anggaran Pos Mie Instan di RAPBD 2027 Masih Input Awal

Senin, 02 Nov 2026 09:29 WIB

Senin, 02 Nov 2026 09:29 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SIDOARJO- Laporan Komisi E DPRD Jawa Timur terhadap usulan anggaran BPBD Jawa Timur pada Rancangan APBD 2027 dalam Rapat Paripurna DPRD…

Fraksi PDI-P Kritisi Anggaran Bencana, Bunda Renny : Libatkan UMKM dan Petani Terdekat

Fraksi PDI-P Kritisi Anggaran Bencana, Bunda Renny : Libatkan UMKM dan Petani Terdekat

Senin, 02 Nov 2026 09:22 WIB

Senin, 02 Nov 2026 09:22 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya- Belanja logistik untuk penanganan korban bencana di Jawa Timur mendapat atensi Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim, Wara Sundari…

33 Negara Bingung Mentan Jamin Stok Pangan Ri Aman

33 Negara Bingung Mentan Jamin Stok Pangan Ri Aman

Senin, 02 Nov 2026 07:31 WIB

Senin, 02 Nov 2026 07:31 WIB

SURABAYAPAGI.com - Alhamdulillah, kita patut bersyukur. Di saat dunia sedang menghadapi ketegangan geopolitik, ancaman krisis pangan dan gangguan rantai pasok,…

Menekraf Dorong Desa jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

Menekraf Dorong Desa jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

Senin, 02 Nov 2026 07:29 WIB

Senin, 02 Nov 2026 07:29 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf ) Teuku Riefky Harsya mendorong pengembangan potensi desa sebagai sumber pertumbuhan ekonomi kreatif baru,…

Bursa Kripto OKX Siapkan Ganti Rugi hingga Rp 8,19 Miliar jika Ada Peretasan

Bursa Kripto OKX Siapkan Ganti Rugi hingga Rp 8,19 Miliar jika Ada Peretasan

Senin, 02 Nov 2026 07:27 WIB

Senin, 02 Nov 2026 07:27 WIB

SURABAYAPAGI.com - Bursa aset kripto global OKX merayakan empat tahun pelaksanaan program Proof of Reserves (PoR) bulanan dengan menerbitkan 48 laporan…

10 Negara dengan Biaya Makan Termahal

10 Negara dengan Biaya Makan Termahal

Senin, 02 Nov 2026 07:25 WIB

Senin, 02 Nov 2026 07:25 WIB

SURABAYAPAGI.com - Uang sebesar US$ 20 atau sekitar Rp 362.543 (kurs Rp 18.127 per US$) yang hanya cukup untuk membeli satu porsi makan di restoran sederhana…