Alun-Alun Surabaya, Arena Perburuan Koin-koin Jagat

author Moch Ilham

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dikutip dari toko aplikasi Google Play Store maupun App Store, aplikasi Jagat dibuat dan dipublikasikan oleh Jagat Tech.

Developer yang berbasis di Singapura itu memaparkan, Jagat adalah platform sosial global yang dirancang untuk memberdayakan orang-orang agar dapat membuat koneksi, menikmati interaksi di dunia nyata, membuat penemuan baru, dan berbagi pengalaman yang autentik.

"Tim global kami yang memiliki latar belakang yang mencakup aplikasi sosial, game, AI, e-commerce, dan perencanaan kota, memiliki misi untuk membangun perluasan realitas yang mendorong orang-orang untuk lebih sering keluar guna menciptakan koneksi yang nyata dan membangun komunitas di dunia nyata," tulis Jagat Tech di situs resminya, yang dikutip tim Tekno Surabaya Pagi, Selasa (14/1).

Dengan lebih dari 7 juta unduhan hanya dalam 5 bulan, kini posisi teratas di Jepang, Vietnam, Taiwan, dan Spanyol. Jagat diakui memenuhi kebutuhan akan aplikasi sosial yang berbeda.

"Komunitas kami yang dinamis saat ini tersebar di lebih dari 50 negara dan terus berkembang pesat karena semakin banyak orang menggunakan Jagat untuk terhubung dan bertukar pembaruan autentik melalui foto, video, pesan instan, dan peta yang dipersonalisasi yang mencerminkan pengalaman unik mereka, dan mendokumentasikan perjalanan hidup mereka," Jagat Tech memaparkan.

 

Berburu Koin Virtual

Koin Jagat, yang merupakan bagian dari aplikasi 'Jagat-Find Family & Friends', mengajak pengguna untuk berburu koin virtual yang tersebar di berbagai lokasi publik di kota-kota besar Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya.

Pantauan di TikTok, Selasa (14/1/2025), lokasi-lokasi ikonik seperti Gelora Bung Karno (GBK) di Jakarta dan Alun-Alun Surabaya menjadi arena perburuan yang ramai didatangi.

Satuan Polisi Pamong Praja Surabaya mengawasi ketat kegiatan perburuan Koin Jagat yang viral di media sosial. Sebab, para pencari Koin Jagat terindikasi menginjak-nginjak tanaman, hingga merusak fasilitas umum.

Koin Jagat sendiri merupakan permainan digital yang belakangan ini sangat populer. Para pemain diharuskan mengumpulkan koin-koin yang tersebar di berbagai tempat di dunia nyata. Untuk mendapatkan koin tersebut, pemain harus mengunjungi lokasi-lokasi tertentu yang telah ditentukan dalam aplikasi permainan.

Namun di balik meriahnya keriuhan itu muncul sejumlah masalah. Banyak yang fokus mencari koin tersebut sehingga mengabaikan lingkungan yang telah tertata. Mereka seringkali berkerumun di tempat-tempat umum, bahkan tidak jarang mengganggu ketertiban umum.

 

Himbauan Satpol PP Surabaya

Kepala Bidang Pengendalian Ketentraman dan Ketertiban Umum serta Perlindungan Masyarakat Satpol PP Surabaya Irna Pawanti mengimbau kepada para pencari koin agar tidak merusak fasilitas umum.

Koin-koin yang berhasil ditemukan dapat ditukarkan dengan uang tunai, dengan nilai yang bervariasi tergantung jenis koinnya.

Dalam game, pengguna harus mencari koin yang dibagi menjadi tiga jenis yaitu emas, perak, dan perunggu. Koin tersebut bisa ditukar dengan uang tunai mulai dari Rp 300 ribu hingga Rp 1 juta, tergantung pada jenis koin yang ditemukan.

Perak diperkirakan memiliki nilai lebih tinggi meskipun detailnya belum dirilis. Lalu koin Emas disebut paling berharga dengan nilai hadiah tertinggi sampai Rp 100 juta, sehingga paling diincar para pemain dalam berburu koin virtual ini.

 

Berburu Harta Karun

Aplikasi Jagat bisa diunduh dan diinstal secara gratis untuk pengguna Android maupun iPhone (iOS). Namun, perlu dicatat bahwa Jagat menawarkan pembelian dalam aplikasi.

Bagi yang ingin berburu harta karun di aplikasi Jagat, ini caranya:

Unduh dan instal aplikasi Jagat: Aplikasi ini tersedia di Google Play Store untuk pengguna Android dan App Store untuk pengguna iOS (iPhone).

Buat akun baru: Daftarkan diri dengan mengikuti proses pendaftaran di aplikasi.

Aktifkan GPS atau lokasi: Pastikan fitur GPS di perangkat kamu aktif agar aplikasi dapat menunjukkan lokasi koin yang tersembunyi.

Ikuti peta di aplikasi: Aplikasi Jagat akan menampilkan peta dengan lokasi koin terdekat. Ikuti petunjuk untuk menuju lokasi tersebut.

Klaim koin: Saat berada di lokasi yang ditunjukkan, klik ikon harta karun yang muncul di layar untuk mengklaim koin atau hadiah.

Tukar koin dengan uang:Verifikasi akun dan hubungkan aplikasi Jagat dengan e-wallet atau rekening bank untuk mencairkan koin yang telah dikumpulkan. n erc/rmc

Berita Terbaru

Pria Asal Sampang Tewas Dibacok di Wonokusumo Surabaya, Polisi Dalami Motif dan Buru Pelaku

Pria Asal Sampang Tewas Dibacok di Wonokusumo Surabaya, Polisi Dalami Motif dan Buru Pelaku

Kamis, 30 Apr 2026 18:05 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 18:05 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Aparat kepolisian masih menyelidiki kasus dugaan pembunuhan terhadap seorang pria bernama Hasan (37) yang ditemukan tewas di kawasan J…

KPK Perluas Penyidikan Kasus Maidi, ASN Pemkab Madiun Ikut Diperiksa

KPK Perluas Penyidikan Kasus Maidi, ASN Pemkab Madiun Ikut Diperiksa

Kamis, 30 Apr 2026 16:49 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 16:49 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan korupsi yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi. Sejumlah s…

66 Kasus Penyalahgunaan Energi Subsidi Terungkap di Jatim, 79 Tersangka Diamankan

66 Kasus Penyalahgunaan Energi Subsidi Terungkap di Jatim, 79 Tersangka Diamankan

Kamis, 30 Apr 2026 15:19 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 15:19 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur mengungkap puluhan kasus penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) d…

Lewat Poklahsar, Pemkab Sumenep Dongkrak Nilai Tambah Hasil Laut Nelayan

Lewat Poklahsar, Pemkab Sumenep Dongkrak Nilai Tambah Hasil Laut Nelayan

Kamis, 30 Apr 2026 14:52 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 14:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Melalui pembentukan Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur mendorong adanya…

Reklamasi Mengubah Nasib: Nelayan Mengare Gresik Kian Terhimpit, Dari Ratusan Ribu Kini Hanya Puluhan Ribu

Reklamasi Mengubah Nasib: Nelayan Mengare Gresik Kian Terhimpit, Dari Ratusan Ribu Kini Hanya Puluhan Ribu

Kamis, 30 Apr 2026 14:19 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 14:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik — Kehidupan nelayan di Pulau Mengare, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, kian terpuruk dalam beberapa tahun terakhir. Reklamasi p…

Komitmen Layani CJH, Pemkab Lamongan Kerahkan PPIH hingga KBIH

Komitmen Layani CJH, Pemkab Lamongan Kerahkan PPIH hingga KBIH

Kamis, 30 Apr 2026 12:37 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 12:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Dalam rangka mendukung pelayanan jamaah calon haji pada musim haji 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan mengerahkan…