Keluhkan Kenaikan Retribusi, Pedagang Pasar Surungan Ngadu ke DPRD

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sejumlah pedagang pasar Surungan, Desa Penambangan, saat mengadu ke DPRD Sidoarjo. SP/JUM
Sejumlah pedagang pasar Surungan, Desa Penambangan, saat mengadu ke DPRD Sidoarjo. SP/JUM

i

SURABAYA PAGI.com, Sidoarjo -Kenaikan pungutan retribusi kios, lapak dan pedagang kaki lima pasar membuat para pedagang menjerit. Saat ini, mereka melayangkan surat pengaduan ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) untuk dilaksanakan audiensi.

Sejumlah pedagang pasar Surungan, Desa Penambangan, Kecamatan Balongbendo, melayangkan surat pengaduan ke DPRD Sidoarjo, Kamis (23/1/2025). Mereka keberatan atas kenaikan besaran pungutan retribusi yang dilakukan oleh BUMDes setempat.

Seperti kenaikan retribusi pedagang pada kios pasar yang sebelumnya dikenakan Rp 10 ribu per hari sekarang mengalami kenaikan menjadi Rp 15 ribu per hari.

Sedangkan untuk retribusi pedagang lapak dan kaki lima yang sebelumnya Rp 5 ribu per hari, kini mengalami kenaikan menjadi Rp 10 ribu per hari.

"Yang mungut anggota BUMDes pak. Untuk tahun 2025 ini, pembayaranya langsung satu bulan dan bisa diangsur tiga kali," ujar Ida, salah satu pedagang pasar Surungan, kepada Surabaya Pagi, Kamis (23/1/2025).

Sementara itu, koordinator pedagang pasar Surungan, Diana Mayangsari, menyampaikan keberatan atas kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Penambangan.

Baru-baru ini para pedagang pasar telah melaksanakan pertemuan membahas tingginya pungutan retribusi tersebut. Mereka menolak atas besaran pungutan yang dilakukan oleh pihak BUMDes.

"Teman-teman pedagang pasar Surungan ini mengadakan rapat. Hasil rapat menyepakati menolak kenaikan retribusi," kata Diana Mayangsari.

Selanjutnya para pedagang sepakat melayangkan permohonan audiensi bersama DPRD. Pihaknya berharap audiensi tersebut bisa dilaksanakan secepatnya.

Alasan para pedagang menolak dikarenakan kebijakkan menaikkan retribusi pasar yang dilakukan pemdes setempat dianggap tidak tepat. Sebab, saat ini kondisi perekonomian di pasar Surungan lagi lesu.

Walaupun tetap dinaikkan dengan dalih untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes), mereka (para pedagang, red) dapat memaklumi. Hanya saja, kebijakanya harus sesuai dengan peraturan yang berlaku dan melihat kondisi perekonomian pedagang.

"Apabila untuk meningkatkan pendapatan desa, oke lah. Tetapi mohon ada aturan yang jelas, yang tidak memberatkan para pedagang," pungkasnya. (jum)

Berita Terbaru

DPRD Jatim Berduka, Anggota Fraksi Golkar Sumardi Meninggal Dunia

DPRD Jatim Berduka, Anggota Fraksi Golkar Sumardi Meninggal Dunia

Jumat, 06 Nov 2026 11:59 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 11:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Kabar duka menyelimuti DPRD Jawa Timur. Anggota Komisi A DPRD Jatim dari Fraksi Partai Golkar, Sumardi, meninggal dunia pada Kamis …

Tak Pernah Mengenal Batik, Sri Pontianik Kini Miliki Rumah Produksi dengan 25 Karyawan

Tak Pernah Mengenal Batik, Sri Pontianik Kini Miliki Rumah Produksi dengan 25 Karyawan

Jumat, 06 Nov 2026 11:24 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 11:24 WIB

SURABAYA PAGI, Rembang — Sebuah permintaan sederhana dari pelanggan ternyata mampu mengubah perjalanan hidup Sri Pontianik (48). Perempuan yang sebelumnya b…

Kota Kediri Raih ATM Award 2026, Mbak Wali Tegaskan Pentingnya Deteksi Dini

Kota Kediri Raih ATM Award 2026, Mbak Wali Tegaskan Pentingnya Deteksi Dini

Jumat, 06 Nov 2026 10:52 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 10:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Upaya Pemerintah Kota Kediri dalam pencegahan dan pengendalian penyakit menular kembali mendapat pengakuan. Kali ini, Kota Kediri…

Lewat Program Imigrasi Masuk Desa, Imigrasi Blitar Sosialisasikan Bahaya TPPO dan TPPM pada Masyarakat

Lewat Program Imigrasi Masuk Desa, Imigrasi Blitar Sosialisasikan Bahaya TPPO dan TPPM pada Masyarakat

Jumat, 06 Nov 2026 10:49 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 10:49 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kantor Imigrasi Blitar berkomitmen untuk memperkuat edukasi keimigrasian kepada masyarakat kali ini bertempat di wilayah Kec.Pomggok…

DLHK Sidoarjo Gelar Rapat Bersama Pelaku Industri untuk Wujudkan Industri yang Berwawasan Lingkungan

DLHK Sidoarjo Gelar Rapat Bersama Pelaku Industri untuk Wujudkan Industri yang Berwawasan Lingkungan

Jumat, 06 Nov 2026 10:46 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 10:46 WIB

SURABAYAPAGI com, Sidoarjo – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pengawasan Lingkungan Hidup b…

Banjir Lahar Semeru Perlu Percepatan Relokasi Warga

Banjir Lahar Semeru Perlu Percepatan Relokasi Warga

Jumat, 06 Nov 2026 10:43 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 10:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Anggota DPRD Jawa Timur, Lailatul Qodriyah, menyoroti kembali terjadinya banjir lahar dingin Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang. I…