SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Selama Tahun 2025 ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo berkomitmen menargetkan penurunan prevalensi stunting sebesar 4 persen. Sehingga, program tersebut harus diwujudkan dengan kerja sama lintas sektor. Mulai dari tenaga kesehatan, pemerintah desa, hingga masyarakat.
"Pokoknya 2025 ini prevalensi stunting maksimal harus di angka 4 persen. Semua harus kerja keras, karena saya tidak ingin ada bayi atau anak yang mengalami stunting," ungkap Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, Minggu (02/02/2025).
Kegiatan tersebut turut digencarkan melalui pertemuan koordinasi fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) di sebuah hotel di Ponorogo beberapa hari kemarin.
Pasalnya, saat ini angka stunting di wilayah tersebut berada di kisaran delapan persen atau sekitar 3 ribu anak. Sugiri menyoroti pola asuh dan gaya hidup sebagai faktor yang turut memicu stunting.
"Perhatian khusus juga diberikan kepada ibu-ibu dengan balita agar memastikan pemenuhan gizi sejak masa kehamilan. Ibu-ibu muda sekarang kadang lebih mengutamakan penampilan, padahal anaknya malah stunting. Ini yang harus kita edukasi bersama," katanya.
Dengan berbagai langkah yang ditempuh, Pemkab Ponorogo optimistis target prevalensi stunting 4 persen bisa tercapai. Namun, upaya ini membutuhkan komitmen kuat dari seluruh elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah dan tenaga kesehatan.
"Ponorogo harus bebas stunting. Ini investasi jangka panjang bagi generasi kita," pungkas Bupati.
Sebagai informasi, Kabupaten Ponorogo terbilang sukses menekan prevalensi stunting dari 21 persen hingga tinggal 8 persen selama empat tahun. Bupati Sugiri Sancoko akhirnya mendapat penghargaan dari Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo atas pencapaian dan komitmen terhadap penurunan prevalensi stunting itu, pada 27 Juli 2023 lalu. pn-01/dsy
Editor : Desy Ayu