SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, Jawa Timur terus berkomitmen dalam upaya pengelolaan sampah sirkular yang ramah lingkungan. Hasil dari pengelolaan tersebut bahkan mendapat sambutan positif dari kancah internasional.
Kali ini, program pengelolaan dan penanganan sampah ramah lingkungan tersebut mendapat dukungan dari Uni Emirat Arab (UEA), melalui penandatanganan Perjanjian Pendanaan Proyek Pengelolaan Sampah antara Clean Rivers dan Project STOP (program penanganan sampah di Banyuwangi) saat pelaksanaan World Governments Summit 2025 di Dubai.
Lebih lanjut, penandatanganan perjanjian ini merupakan bagian dari Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian Perubahan Iklim dan Lingkungan UEA dan Pemerintah Indonesia pada 2024 lalu.
Dukungan Clean Rivers merupakan bagian dari komitmen UEA sebesar USD 20 juta untuk proyek pengelolaan dan pembersihan sampah di Indonesia, salah satunya di Banyuwangi.
“Dengan dukungan Clean Rivers dan UEA, perluasan program ini akan semakin memperkuat infrastruktur pengelolaan sampah serta memastikan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi warga Banyuwangi. Berbagai manfaat telah dirasakan, mulai dari bantuan fisik, pendampingan pendirian TPS3R, hingga program edukasi masyarakat,” bebernya, Senin (17/02/2025).
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyambut baik dukungan tersebut. Menurutnya, dengan dukungan dari berbagai pihak, pengelolaan sampah di Banyuwangi akan terus bergerak maju.
“Kami akan terus mendukung pelaksanaan Project STOP di Banyuwangi dan optimis pengelolaan sampah di Banyuwangi akan terus bergerak maju dengan kemitraan bersama Clean Rivers,” ujar Bupati Ipuk.
Lanjut Ipuk, Project STOP telah membangun TPS3R di Muncar, Balak, dan Songgon yang melayani ratusan ribu rumah tangga dan mengedukasi tentang pengolahan sampah. Ratusan warga juga mendapatkan manfaat ekonomi melalui pemilahan sampah dan pekerjaan di TPS3R.
Sementara, CEO Clean Rivers, Deborah Backus, dalam kesempatan tersebut juga menegaskan dukungannya terhadap inisiatif perubahan sistemik dengan dampak lingkungan dan sosial berkelanjutan. Melalui kolaborasi ini, akses layanan pengelolaan sampah akan diperluas untuk 850.000 penduduk dan menciptakan hingga 1.000 lapangan kerja penuh waktu. by-01/dsy
Editor : Desy Ayu