Demo Mahasiswa "Indonesia Gelap", Ini Narasi Bombastis

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Raditya M Khadaffi
Raditya M Khadaffi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Aksi demo mahasiswa dan Indonesia Gelap trending beberapa hari terakhir di Google. Pencarian dengan kata kunci aksi demo mahasiswa tengah aktif sejak Senin (17/2/2025) pukul 23.00 hingga saat ini. Apa yang sedang terjadi?

Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan 2024 menyatakan aksi massa Indonesia Gelap merupakan panggilan kepada seluruh elemen masyarakat untuk terus mengawal jalanan pemerintahan demi terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat di Indonesia.

BEM SI menyerukan Aksi Nasional Indonesia Gelap #DaruratPendidikan terbuka dan serentak se-Indonesia. Aksi sedianya akan dilakukan tiga hari mulai 17-19 Februari 2025.

 

***

 

Mensesneg Prasetyo Hadi, menegaskan penyampaian pendapat ribuan mahasiswa BEM SI, tidak menjadi masalah. Pemerintah, akan terus menerima masukan sebagai koreksi.

"Jadi menyampaikan pendapat tidak ada masalah, kami pemerintah akan terus menerima masukan. Karena bagi kami masukan-masukan itu adalah koreksi juga kepada kami," kata Prasetyo, di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/2/2025).

Terkait penggunaan istilah 'Indonesia gelap' dalam demonstrasi tersebut, dirinya mengatakan hal itu sebagai kebebasan berekspresi. Namun dirinya meminta agar jangan ada yang membelokkan narasi yang ada.

"Nah itu, inilah, ya namanya kebebasan berekspresi, tapi tolong sekali lagi ya, jangan membelokkan apa yang sebenarnya tidak seperti itu. Mana nggak ada Indonesia gelap gitu loh," tuturnya.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi tak setuju dengan tagar Indonesia Gelap yang digunakan massa mahasiswa saat demonstrasi menolak sejumlah kebijakan pemerintah di sejumlah daerah, Senin (17/2) kemarin.

Prasetyo menghormati massa yang menyampaikan aspirasi lewat demonstrasi. Namun, ia meminta massa aksi tak memainkan narasi yang tidak benar.

 

***

 

Narasi "Indonesia gelap" kini kian ramai di media sosial. Gambar lambang negara Indonesia yakni burung Garuda bertebaran dengan latar hitam, Garuda Hitam.

Tagar Indonesia Gelap di aplikasi media sosial X (dulu twitter) hingga pukul 10.30 WIB sudah mencapai 43,8 ribu postingan. Unggahan ini juga disertai dengan hastag #PeringatanDarurat.

Gerakan Indonesia Gelap muncul sebagai respons terhadap berbagai kebijakan pemerintah Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Koordinator Pusat Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Herianto, mengatakan massa aksi dari kelompoknya akan hadir lima ribu orang. Demo akan berpusat di kawasan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Aksi juga disebut akan berlangsung selama tiga hari hingga Rabu (19/2) dan berlangsung serentak di sejumlah daerah Indonesia.

Mereka menilai, situasi bangsa bukan menuju Indonesia Emas, melainkan Indonesia Gelap.

"Bersama surat ini kami ingin menyerukan rapatkan barisan dan menyampaikan kepada BEM SI mengenai situasi bangsa kita hari ini makin gelap kebijakannya yang hari demi hari makin mencengkam dan menyengsarakan rakyat, di mata negara kesatuan republik Indonesia UUD 45 dan Pancasila harus di implementasikan dengan sebenar-benarnya kepada rakyat Indonesia," demikian bunyi surat instruksi . Surat Ini tampak bernuansa provokasi.

 

***

 

Akal sehat saya dibuat pusing mengupas makna "Indonesia Gelap" yang dinarasikan mahasiswa BEM SI sejak Senin (17/2).

Perhitungan saya, pemerintahan yang dipimpin Pak Prabowo juga baru 100 hari. Tepatnya baru sekian bulan, belum satu tahun. Menurut ukuran manajemen organisasi, wajar bila banyak sekali masalah.

Saya ikuti, pemerintahan Prabowo, terus-menerus mencari cara, dan mencari solusi. Wajar, pemerintahan Prabowo dalam 100 hari kerja belum bisa menyenangkan semua pihak.

Menggunakan manajemen PDCA, masalah yang muncul bisa ditangani melalui C.

Manajemen PDCA adalah metode manajemen yang berkelanjutan untuk mengatasi masalah dan meningkatkan proses. PDCA merupakan singkatan dari Plan-Do-Check-Act, yang berarti perencanaan, pengerjaan, pengecekan, dan tindakan.

Akal sehat saya gak nyambung dengan narasi massa aksi yang menolak efisiensi anggaran terkhusus anggaran pendidikan dan kesehatan.

Catatan Jurnalistik saya belum menemukan efisiensi anggaran menyasar lembaga pendidikan dan kesehatan.

 

***

 

Saat saya menulis catatan politik ini seperti berada di ruang labirin. Kata labirin merupakan representasi dari selama  hidup dipenuhi ketidakjelasan, ketidaktahuan, cobaan yang menyesatkan.

Tetapi, mangapa mahasisa BEM SI tidak berupaya keluar dari  permasalahan yang dinarasikan seolah Indonesia kini sudah gelap!

Mereka seperti tidak menyadari pentingnya mengetahui diri, pemerintahan Prabowo, sedang berbenah atas berbagai kebocoran di kementerian dan lembaga negara. Mengapa sebagai kaum terpelajar mahasiswa BEM SI tidak melakukan kontemplasi sebelum aksi demo di jalanan.

Ruang Kontemplasi, Kontemplasi difungsikan sebagai tempat  untuk menyendiri, merenung, untuk mendekatkan dengan diri  individu. Mahasiswa BEM SI bisa lebih rileks dan tenang memikir masalah kebangsaan.

Kini malah turun ke jalan menggunakan narasi bombastis. Apa Mahasiswa BEM SI, tidak paham narasi bombastis adalah narasi yang menggunakan kata-kata yang muluk-muluk, indah-indah, dan banyak janji, tetapi tidak ada artinya atau tidak akan berbuat banyak.

Mengingat kata "bombastis" sendiri memiliki beberapa arti, di antaranya: banyak menggunakan kata dan ucapan yang  muluk-muluk, tetapi tidak ada artinya. Juga bersifat omong kosong dan bermulut besar.

Bagi orang terdidik, kata "bombastis" memiliki kesan negatif, yaitu dusta. Benar atau benar! ([email protected])

Berita Terbaru

Musim Kemarau Panjang, Pemkab Tulungagung Dropping 25 Ribu Liter Air Bersih

Musim Kemarau Panjang, Pemkab Tulungagung Dropping 25 Ribu Liter Air Bersih

Selasa, 13 Okt 2026 12:41 WIB

Selasa, 13 Okt 2026 12:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Selama musim kemarau panjang 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung, menyalurkan (dropping) 25 ribu liter air bersih…

Pasca Revitalisasi, Pasar Banyuwangi Jadi Destinasi Baru hingga Spot Kulineran

Pasca Revitalisasi, Pasar Banyuwangi Jadi Destinasi Baru hingga Spot Kulineran

Selasa, 13 Okt 2026 12:33 WIB

Selasa, 13 Okt 2026 12:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Pasca rampung direvitalisasi, Pasar Induk Banyuwangi, kini tidak hanya sebagai tempat perdagangan saja, namun menjadi destinasi…

Gencarkan Potensi Kopi Lokal, Bupati Pacitan Siapkan Surat Edaran Seluruh OPD

Gencarkan Potensi Kopi Lokal, Bupati Pacitan Siapkan Surat Edaran Seluruh OPD

Selasa, 13 Okt 2026 12:24 WIB

Selasa, 13 Okt 2026 12:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Pacitan - Guna memperluas pasar sekaligus meningkatkan permintaan terhadap produk petani setempat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan…

Hingga per Akhir September 2026, Karhutla di Ponorogo Capai 341,85 Hektare

Hingga per Akhir September 2026, Karhutla di Ponorogo Capai 341,85 Hektare

Selasa, 13 Okt 2026 12:17 WIB

Selasa, 13 Okt 2026 12:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Hingga akhir September 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo, mencatat kebakaran hutan dan lahan…

Cegah Penularan, Pemkot Madiun Perluas "Skrining" TBC di 68 Titik Lokasi

Cegah Penularan, Pemkot Madiun Perluas "Skrining" TBC di 68 Titik Lokasi

Selasa, 13 Okt 2026 12:07 WIB

Selasa, 13 Okt 2026 12:07 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Guna mencegah penularan penyakit tuberkulosis (TBC) di lingkungan setempat, Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, mulai memperluas…

Perkuat Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat, Pemkab Gresik Dorong BUM Desa

Perkuat Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat, Pemkab Gresik Dorong BUM Desa

Selasa, 13 Okt 2026 12:01 WIB

Selasa, 13 Okt 2026 12:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik - Dalam rangka mengembangkan potensi ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tengah penurunan alokasi Dana Desa…