SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Banjir luapan Kali Lamong yang melanda Kecamatan Balongpanggang dan Benjeng, Gresik pada Selasa (25/2/2025) tergolong besar.
Salah satu lokasi terparah adalah Desa Lundo Kecamatan Benjeng. ketinggian air di desa yang berbatasan langsung dengan bantaran Kali Lamong tersebut mencapai hampir satu meter.
Kepala Desa Lundo, Nanang Sucipto mengatakan beberapa dusun seperti Jemek, Patuk, Gempal, Ngegot dan Telbek hampir mencapai 1 meter. Pada banjir sebelumnya belum pernah sebesar ini.
"Ini merupakan banjir terbesar dalam sejarah," ungkap Nanang.
Dijelaskannya, selain merendam perkampungan dan memutus jalan, banjir juga merendam 97 hektar area persawahan.
"Tanaman padi seluas 97 hektar yang hampir panen, terendam semua. Mudah-mudahan masih ada sisanya," ucapnya penuh harap.
Menurut Nanang, akibat banjir ini, para petani ditaksir mengalami kerugian ratusan juta rupiah bahkan mendekati angka Rp1 miliar.
Ditambahkan Nanang, pihaknya saat ini sedang membutuhkan bantuan dari Pemda mengingat masyarakat tidak dapat beraktifitas.
"Dapur warga tenggelam. Jadi yang Dibutuhkan saat ini adalah makanan siap saji dan popok bayi," ungkapnya.
Diketahui, banjir luapan Kali Lamong terjadi akibat hujan deras di wilayah Jombang, Lamongan dan Mojokerto dalam beberapa hari terakhir sehingga menyebabkan Kali Lamong Meluap. Di Desa Lundo dan sebagian besar desa di Kecamatan Benjeng, air mulai menggenangi pemukiman warga sejak waktu subuh sekitar jam 4 pagi. grs
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik, desa yang terendam banjir sebanyak 11 desa sebagai berikut:
A. Kecamatan Balongpanggang:
1. Desa Jombangdelik
2. Desa Ngampel
3. Desa Dapet
4. Desa Wotansari
5. Desa Pucung
6. Desa Sekarputih
7. Desa Banjaragung
8. Desa Karangsemanding
B. Kecamatan Benjeng
1. Desa Deliksumber
2. Desa Lundo
3. Desa Sedapurklagen.
Editor : Moch Ilham