Danantara Diultimatum

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

Politisi PAN : Satu Tahun Sampai 2026, tak Dapat Naikkan Pertumbuhan Industri Jadi 8 persen hingga 10 persen, Danantara tak Miliki Dampak ke Ekonomi Nasional 

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Ekonom Senior INDEF Prof. Didik Junaidi Rachbini, M.Sc., Ph.D., mengingatkan Indonesia hanya akan menjadi lame duck kalau tak mampu merealisasikan target investasi.

Oleh karena itu, politisi PAN ini mendorong Danantara untuk bergerak dalam cakupan global dan tak hanya jago kandang.

Direktur Pengembangan PT BEI, Jeffrey Hendrik, mengaku masih menunggu dan terus berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ihwal perpindahan aset dan dampaknya terhadap kinerja saham emiten terkait di pasar modal.

"Ya makanya kita lihat bagaimana atau apa yang akan dilakukan.Nanti Bursa tentu akan berkoordinasi dengan OJK untuk itu," kata Jeffrey kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (25/2/2025).

Namun begitu, Jeffrey meyakini perpindahan aset tidak akan mengganggu kinerja emiten di pasar modal. Ia pun berharap keberadaan BPI Danantara mampu memberi efek positif kepada investor. "Harapan kita adalah bisa memberikan efek positif kepada investor, terutamanya investor retail," jelasnya.

 

Harus Naikkan Pertumbuhan Industri

"Gampang saja, Danantara ini satu tahun (di 2026) kalau tidak menaikkan pertumbuhan industri yang sekarang 3 persen-4 persen menjadi 8 persen-10 persen, Danantara itu tidak punya dampak ke ekonomi nasional," ultimatum Didik,anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI untuk masa bakti 2004-2009  dalam Diskusi Publik INDEF 'Danantara: Bagaimana dan untuk Siapa?' secara virtual, Senin malam (24/2).

"Harapannya kan dia harus tumbuh. Menumbuhkan perekonomian nasional, 8 persen, seperti yang ditargetkan Presiden, Bisa gak Danantara itu mengajak investor-investor dalam dan luar negeri menguasai pasar internasional, punya kemampuan bersaing? Kalau gak punya (kemampuan) itu, gak usah bikin Danantara!" tegasnya.

 

Mesti Melesat 6 Persen-6,5 Persen

Didik menegaskan Danantara sebagai lokomotif besar harus membawa ekonomi Indonesia tumbuh lebih tinggi dari sekadar 5 persen. Ia memasang target setidaknya Indonesia mesti melesat 6 persen-6,5 persen berkat kehadiran badan baru tersebut.

Ia kemudian menyoroti kiprah CEO alias Kepala Badan Pelaksana Danantara Rosan Roeslani.

Ekonom senior INDEF itu yakin dan percaya dengan kapasitas Rosan yang merangkap jabatan sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM.

"Sementara ini, saya percaya Rosan Roeslani dia adalah mantan Ketua Umum Kadin adalah figur yang profesional di dalam kiprahnya, tapi harus hati-hati. Meskipun profesional, tapi diganggu oleh politik jadi masalah. Jadi, biarkan Rosan dengan tim bekerja," jelasnya.

 

Didik Prediksi BUMN Jumbo

"Mengenai personal, saya pegang Pak Rosan saja. Karena saya tahu Pak Rosan itu profesional dan mantan Ketua Umum Kadin yang baik, yang lain saya belum memberi komentar," imbuh Didik.

Didik juga memprediksi BUMN jumbo bakal makin tumbuh di bawah kendali Danantara. Ia menjamin pertumbuhan sampai aset PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sampai PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk akan mengalami kenaikan di masa mendatang.

Akan tetapi, ia menekankan dampak tersebut adalah hal normal. Didik mengatakan Danantara seharusnya bisa memberikan dampak jauh lebih besar.

"Sekarang yang diperlukan, Danantara itu membawa ekonomi kepada perekonomian yang lebih produktif, investasi yang lebih tinggi, dan dampaknya kepada perekonomian," tutur Didik.

"Kalau saya satu saja. Kalau Danantara itu bisa mendorong kita bersaing di internasional, itu berhasil. Kalau ekspornya naik, banyak kegiatan produksi, investasi asing juga masuk dan kita dipercaya, Danantara berhasil," tandasnya.

 

Paling Banyak Dipelototi Gerak -geriknya

Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani mengungkapkan badan yang dipimpinnya bakal memiliki struktur organisasi yang berlapis. Hal ini membuat pengawasan Danantara menjadi sangat ketat.

Rosan menyatakanDanantara akan memiliki Dewan Pengawas, Dewan Penasehat, hingga Dewan Pemantau. Sederet komite pengawas juga disiapkan, mulai dari komite audit hingga komite etik.

"Kita mempunyai struktur organisasi yang berlapis, selain ada Dewan Pengawas, ada Dewan Penasehat, ada Oversight Committee juga atau Dewan Pemantau, ada Komite Audit, Komite Investasi, Komite Ethical, dan masih ada lagi yang untuk memastikan bahwa kita menjalankan perusahaan ini dengan baik dan benar," beber Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (24/2/2025).

Dia menjamin Danantara akan menjadi badan yang paling banyak dipelototi gerak geriknya. Semua yang terlibat dalam pengawasan Danantara bakal bertanggung jawab langsung ke Presiden Prabowo Subianto.

"Menurut saya ini Danantara adalah suatu badan yang paling banyak diawasi, ini paling banyak diawasi. Karena nanti semua terlibat, karena ini kita lapor langsung ke bapak presiden, itu tidak ada yang paling lebih tinggi lagi laporannya pertanggungjawaban ke Bapak Presiden," sebut Rosan. n Jk/ec/erc/rmc

Berita Terbaru

Dari Desa, Imigrasi Perkuat Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Penyelundupan Manusia

Dari Desa, Imigrasi Perkuat Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Penyelundupan Manusia

Sabtu, 26 Sep 2026 14:30 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 14:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Jajaran Imigrasi se-Jawa Timur memperkuat pengawasan keimigrasian berbasis desa melalui program Desa Binaan Imigrasi (DBI) dan…

KAI Daop 7 Madiun Salurkan Bantuan TJSL Rp445 Juta untuk Fasilitasi Pendidikan, Lingkungan dan Sosial

KAI Daop 7 Madiun Salurkan Bantuan TJSL Rp445 Juta untuk Fasilitasi Pendidikan, Lingkungan dan Sosial

Sabtu, 26 Sep 2026 11:28 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 11:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun kembali menunjukkan komitmennya terhadap tanggung jawab sosial kepada masyarakat,…

Lewat Bantuan Beasiswa, Pemkab Dorong Anak Tetap Sekolah di Lumajang

Lewat Bantuan Beasiswa, Pemkab Dorong Anak Tetap Sekolah di Lumajang

Sabtu, 26 Sep 2026 08:35 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 08:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Melalui bantuan pendidikan berupa beasiswa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)…

ULTIMA II Hadir di Surabaya, Perkenalkan Inovasi Teknologi CollaSence™ melalui Beauty Exhibition 

ULTIMA II Hadir di Surabaya, Perkenalkan Inovasi Teknologi CollaSence™ melalui Beauty Exhibition 

Sabtu, 26 Sep 2026 08:23 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 08:23 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya – Memahami kebutuhan kulit menjadi salah satu langkah penting dalam menentukan ritual perawatan yang sesuai kebutuhan. Berangkat dari k…

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengungkapkan pembahasan biaya penyelenggaraan ibadah haji 2027 masih berlangsung. S…

UNS Rebut Gelar Juara Beregu Campus League Badminton 2026 Usai Drama Tiga Set Lawan BINUS

UNS Rebut Gelar Juara Beregu Campus League Badminton 2026 Usai Drama Tiga Set Lawan BINUS

Jumat, 25 Sep 2026 21:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 21:11 WIB

SurabayaPagi, Bandung — Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta merebut gelar juara beregu Campus League Badminton 2026 - The Nationals setelah m…