SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Untuk membantu program ketahanan pangan di Lamongan, Kodim 0812 mengembangkan inovasi dalam sektor pertanian dengan memperkenalkan padi varietas unggul, Padi Maloi Jumbo (PMJ) 01.
Inovasi ini dikembangkan di 27 Kecamatan di Lamongan. PMJ 01 ini sebagai Padi yang memiliki batang yang kokoh, bulir besar, serta ketahanan yang tinggi terhadap hama, menjadikannya pilihan unggul untuk dikembangkan di wilayah Lamongan.
"Inovasi pengembangan PMJ 01 ini dalam upaya mendukung ketahanan pangan nasional. Langkah ini sejalan dengan instruksi pemerintah untuk memperkuat sektor pertanian dan mendukung swasembada pangan di Indonesia," kata Komandan Kodim (Dandim) 0812/Lamongan, Letkol Arm Ketut Wira Purbawan, Kamis, (20/03/2025).
Disebutkan olehnya, untuk proses penanaman ini pihaknya akan terus mendampingi petani melalui peran aktif Bintara Pembina Desa (Babinsa) yang tersebar di 27 Kecamatan
“Bibit PMJ 01 ini akan kami kembangkan agar bisa ditanam di 27 kecamatan atau Koramil dengan melibatkan kelompok tani. Pada panen perdana kemarin, total mampu menghasilkan 62 sak dengan luas lahan sekitar setengah hektar,” ujarnya.
Pengembangan padi PMJ 01 ini lanjut Dandim Letkol Ketut, tidak hanya berfokus pada hasil panen yang optimal, tetapi juga pada penerapan sistem pertanian terpadu atau Integrated Farming System (IFS). Sistem ini menghubungkan sektor tanaman pangan, perkebunan, hortikultura, peternakan, dan perikanan, dengan tujuan untuk meningkatkan produksi pertanian, meningkatkan ekonomi petani, serta melestarikan sumber daya alam.
“Kami berharap sistem ini dapat menjadi solusi yang efektif bagi para petani dalam meningkatkan hasil pertanian dan mendukung ketahanan pangan nasional,” kata Dandim 0812 Lamongan .
Komandan Satgas Tim Sinergi dan Kolaborasi untuk Negeri (Sego Boran), Ayu Dianingtyas, memberikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara Kodim 0812 dengan berbagai pihak dalam pengembangan padi PMJ 01. Ayu menilai bahwa kolaborasi ini memiliki dampak positif dalam mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.
“Ini adalah langkah yang sangat baik. Unisla dilibatkan dalam penelitian untuk mendukung program ketahanan pangan yang selaras dengan arahan Presiden Prabowo,” ujar Ayu.
Ayu menjelaskan, penelitian yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian di Kampung Pandu, mulai dari identifikasi hingga optimalisasi komoditas pertanian. Penelitian ini juga melibatkan berbagai disiplin ilmu dalam pendekatan pentahelix, termasuk hukum, kesehatan lingkungan, teknik, perikanan, dan peternakan.
“Fakultas Hukum akan meneliti pemanfaatan aset dan legalitas produk pertanian, sementara Fakultas Peternakan dan Pertanian berkontribusi pada kesehatan lingkungan dengan penggunaan pupuk cair organik. Fakultas Sains dan Teknologi juga berfokus pada pengembangan biogas untuk mendukung kegiatan pertanian,” ungkapnya.
Selain itu, tambah Ayu, kolaborasi ini juga mencakup pengembangan sektor pertanian dan peternakan, seperti budi daya ayam petelur dan ikan bioflok yang diyakini dapat meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan. jir
Editor : Desy Ayu