Jaksa Beberkan Alasan Tuntutan 10 Bulan Penjara Ivan Sugiamto dalam Kasus Perundungan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

Tuntutan Jaksa: Dasar Hukum dan Pertimbangan

SURABAYAPAGI, Surabaya - Kasus perundungan yang melibatkan Ivan Sugiamto (39) memasuki babak baru setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Surabaya menjatuhkan tuntutan 10 bulan penjara. Keputusan ini didasarkan pada pertimbangan hukum yang matang, baik secara objektif maupun subjektif.


Dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri Surabaya, JPU Ida Bagus Putu Widnyana menegaskan bahwa semua unsur pidana dalam dakwaan telah terpenuhi.


“Memohon kepada majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini, menyatakan terdakwa Ivan Sugiamto terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dalam Pasal 80 ayat 1 jo Pasal 76C Undang-undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak,” ujar Ida Bagus, Rabu (19/3/25).


JPU juga menuntut Ivan dengan pidana denda sebesar Rp5 juta dengan subsider 1 bulan kurungan jika denda tidak dibayarkan.


Konteks Kasus: Perundungan yang Saling Berbalas


Kasus ini bermula dari dugaan perundungan verbal yang dilakukan oleh Ivan terhadap seorang anak di bawah umur. Terdakwa diduga menyuruh korban untuk menirukan suara gonggongan anjing sebagai bentuk hukuman setelah anaknya sendiri disebut sebagai “anjing pudel” oleh korban.


Kasi Intelijen Kejari Surabaya, Putu Arya Wibisana, membenarkan bahwa kasus ini berawal dari aksi saling ejek antar anak.


“Kekerasan yang dialami korban merupakan kekerasan verbal (psikis) berupa perundungan,” jelas Putu.


Namun, ia menambahkan bahwa upaya perdamaian sebenarnya sudah diajukan oleh pihak terdakwa, tetapi ditolak oleh keluarga korban.


“Ada upaya mengajukan perdamaian tapi ditolak oleh pihak keluarga. Sehingga, dalam pertimbangan yang meringankan di surat tuntutan JPU tidak dicantumkan,” ujarnya.


Faktor yang Meringankan dan Memberatkan Tuntutan


Dalam tuntutannya, JPU mempertimbangkan beberapa faktor yang memberatkan maupun meringankan hukuman bagi Ivan.


Faktor yang memberatkan:
• Perbuatan terdakwa melukai rasa keadilan anak dan menyebabkan trauma psikologis.
• Tindakan terdakwa bertentangan dengan norma hukum, agama, dan kesusilaan yang berlaku di masyarakat.


Sementara itu, faktor yang meringankan antara lain:
• Terdakwa bersikap kooperatif dan sopan selama persidangan.
• Ivan mengakui kesalahannya dan menyesali perbuatannya.
• Ini adalah pelanggaran hukum pertama yang dilakukan terdakwa.


Pembelaan Pengacara dan Sikap Keluarga Korban


Menanggapi tuntutan jaksa, tim kuasa hukum Ivan Sugiamto menyatakan akan mengajukan pembelaan atau pledoi dalam sidang selanjutnya.


“Kami akan melakukan pledoi pekan depan, Yang Mulia,” kata Billy Handiwiyanto, pengacara Ivan.


Billy juga mengklaim bahwa perdamaian sebenarnya telah disepakati oleh semua pihak, termasuk pihak sekolah dan keluarga korban.


“Untuk tuntutan jaksa itu sudah layak. Jadi saya rasa tuntutan jaksa sudah oke,” ujar Billy.


Namun, pernyataan ini bertentangan dengan informasi dari Kejari Surabaya yang menyebut keluarga korban tetap menolak perdamaian, sehingga hal tersebut tidak masuk dalam pertimbangan tuntutan.


Putusan Hakim Jadi Penentu Akhir


Kasus ini kini tinggal menunggu keputusan akhir dari majelis hakim. Dengan tuntutan 10 bulan penjara dan denda Rp5 juta yang diajukan jaksa, hakim akan mempertimbangkan pembelaan dari terdakwa sebelum menjatuhkan vonis akhir.


Sidang berikutnya yang beragendakan pledoi dari pihak terdakwa akan menjadi penentu apakah Ivan Sugiamto bisa mendapatkan hukuman yang lebih ringan atau tetap menjalani tuntutan yang diajukan oleh jaksa.


Publik pun menunggu, apakah kasus ini akan menjadi preseden penting dalam penegakan hukum perundungan anak atau justru membuka ruang diskusi lebih luas tentang batasan antara mendidik dan perundungan dalam hubungan orang tua dan anak-anak di sekolah.bd

Berita Terbaru

Jokowi Seperti Mulai Sindir Megawati

Jokowi Seperti Mulai Sindir Megawati

Minggu, 01 Feb 2026 20:52 WIB

Minggu, 01 Feb 2026 20:52 WIB

Sejak Tahun 2022, Puan Maharani Umumkan Ketum DPP PDIP Megawati Baru akan Hadir jika PDIP Gelar Acara-acara Besar dan Penting. Puan Akui Megawati Tugaskannya…

Menkeu Nyatakan Fundamental Perekonomian Masih 'Bagus'

Menkeu Nyatakan Fundamental Perekonomian Masih 'Bagus'

Minggu, 01 Feb 2026 20:49 WIB

Minggu, 01 Feb 2026 20:49 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak akan 'kebakaran' saat pembukaan perdagangan pekan depan pada Senin esok (2/2). Menurut…

Pengamat Politik: Masih Saktikah Jokowi

Pengamat Politik: Masih Saktikah Jokowi

Minggu, 01 Feb 2026 20:08 WIB

Minggu, 01 Feb 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Menurut saya, ada dua keyakinan soal Jokowi, sekarang ini.  Jokowi masih sakti untuk meloloskan PSI ke parlemen. Dan yang kedua, …

Pengamat Politik Nilai Jokowi Lakukan Gertakan Politik

Pengamat Politik Nilai Jokowi Lakukan Gertakan Politik

Minggu, 01 Feb 2026 20:06 WIB

Minggu, 01 Feb 2026 20:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Saya menilai pernyataan Jokowi di Rakernas PSI seperti orang yang khawatir. Justru saya melihat teriakan Jokowi dalam pidatonya,…

KPK Usut Penukaran Uang Asing Miliaran RK di Luar Negeri

KPK Usut Penukaran Uang Asing Miliaran RK di Luar Negeri

Minggu, 01 Feb 2026 20:05 WIB

Minggu, 01 Feb 2026 20:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Aktivitas mantan Gubernur Jawa Barat periode 2018-2023 Ridwan Kamil di luar negeri, mulai diusut. Komisi Pemberantasan Korupsi…

Orang-orang Curang

Orang-orang Curang

Minggu, 01 Feb 2026 20:03 WIB

Minggu, 01 Feb 2026 20:03 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Menurut Alkitab, orang-orang yang curang adalah mereka yang melakukan ketidakjujuran dalam berdagang (menggunakan timbangan…