Jadi Prioritas, Pemkab Jombang Wacanakan Program Listrik Masuk Sawah

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Bupati Jombang, Warsubi. SP/ JBG
Bupati Jombang, Warsubi. SP/ JBG

i

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang memprioritaskan upaya peningkatan hasil panen, terutama di Jawa Timur melalui program Listrik Masuk Sawah (LMS). Pasalnya, Kabupaten Jombang dikenal sebagai salah satu daerah lumbung pangan nasional.

Melalui program prioritas tersebut, Bupati Jombang, Warsubi, menargetkan peningkatan jumlah panen menjadi tiga kali dalam setahun. Lantaran, selama ini, petani di Kecamatan Megaluh, Plandaan, dan Ploso hanya bisa melakukan panen dua kali dalam setahun, khususnya saat musim hujan.

“Program ini bertujuan untuk mempercepat pemasangan jaringan listrik di area persawahan guna mendukung sistem irigasi modern berbasis pompanisasi,” ujarnya pada Selasa (25/03/2025).

Lebih lanjut, penggunaan listrik untuk operasional pertanian terbukti lebih hemat dibandingkan dengan bahan bakar minyak atau gas. "Kami menargetkan panen bisa dilakukan tiga kali dalam setahun dengan dukungan listrik masuk sawah. Koordinasi dengan Kementerian Pertanian sudah kami lakukan," ungkapnya.

Saat ini, produksi padi di Jawa Timur mencapai sembilan juta ton per tahun. Pemerintah menargetkan angka tersebut meningkat menjadi 11 juta ton, dengan Jombang dan Jember sebagai daerah prioritas peningkatan produksi.

Selain mendukung sektor pertanian, program ini juga diharapkan mampu menarik minat investor untuk berinvestasi di Kabupaten Jombang. "Kami telah mendapatkan arahan dari Kementan mengenai pentingnya mekanisasi pertanian dengan sumber energi yang lebih murah dan mudah diakses. Oleh karena itu, program listrik masuk sawah terus kami dorong," kata Warsubi. jb-01/dsy

Berita Terbaru

Marhaenisme dan Relevansi Pemikiran Bung Karno

Marhaenisme dan Relevansi Pemikiran Bung Karno

Selasa, 18 Agu 2026 22:49 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 22:49 WIB

Oleh Deni Wicaksono Ketua Persatuan Alumni GMNI Jawa Timur…

KEI Dorong Kelompok Rentan Pagerungan Besar Olah Sampah Jadi Produk Bernilai Ekonomi

KEI Dorong Kelompok Rentan Pagerungan Besar Olah Sampah Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Selasa, 18 Agu 2026 22:11 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 22:11 WIB

SURABAYAPAGI, Sumenep - SKK Migas-Kangean Energy Indonesia (KEI) bersama Pemuda Karang Taruna Laskar Obor menggelar pelatihan daur ulang sampah non-B3 bagi…

Dalang Cilik Naik Panggung, Petrokimia Gresik Dorong Regenerasi Seni Wayang

Dalang Cilik Naik Panggung, Petrokimia Gresik Dorong Regenerasi Seni Wayang

Selasa, 18 Agu 2026 19:45 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 19:45 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik — Upaya melestarikan seni dan budaya tradisional terus dilakukan PT Petrokimia Gresik (Persero). Di tengah pesatnya perkembangan z…

Warga Uji Transparansi Pergantian Pimpinan DPRD Magetan, Rekaman Paripurna Diminta Dibuka

Warga Uji Transparansi Pergantian Pimpinan DPRD Magetan, Rekaman Paripurna Diminta Dibuka

Selasa, 18 Agu 2026 19:22 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 19:22 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Magetan – Proses pergantian pimpinan DPRD Kabupaten Magetan kembali menjadi perhatian. Kali ini, publik meminta dokumen dan rekaman Rapat Par…

AUM Wealth Management Danamon Tumbuh 20 Persen, Bisnis Priority Banking Makin Diperkuat

AUM Wealth Management Danamon Tumbuh 20 Persen, Bisnis Priority Banking Makin Diperkuat

Selasa, 18 Agu 2026 19:10 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 19:10 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – PT Bank Danamon Indonesia Tbk kembali memperkuat bisnis pengelolaan kekayaan (wealth management) setelah meraih dua penghargaan dalam A…

Jadi Alarm bagi Ketahanan Pangan, Harga Gabah di Magetan Nyaris Rp9 Ribu per Kg

Jadi Alarm bagi Ketahanan Pangan, Harga Gabah di Magetan Nyaris Rp9 Ribu per Kg

Selasa, 18 Agu 2026 15:33 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 15:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Baru-baru ini, harga komoditas gabah di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, sedang berada di level tinggi. Gabah kering giling (GKG)…