Dari Beijing ke Bangkok: Upaya Bersama Melawan Pusat Penipuan Online

author Al Qomaruddin

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Foto Penulis: Andriano Satria Putra Wardana
Foto Penulis: Andriano Satria Putra Wardana

i

Penulis: Andriano Satria Putra Wardana

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Di era globalisasi ini, dimana lintas batas antar negara menjadi kasat mata. Membuat permasalahan-permasalahan yang terjadi di dunia internasional sekarang semakin kompleks. Ketika dulu di era Perang Dunia I dan Perang Dunia II menjadi taman bermain yang hanya diisi oleh negara-negara saja.

Di era globalisasi ini, individu maupun kelompok juga dapat memiliki peran yang sangat signifikan dalam memengaruhi dinamika kehidupan Internasional.

Pusat penipuan online yang semakin marak terjadi akhir-akhir ini di perbatasan Thailand dan Myanmar, menjadi salah satu contoh bagaimana sekelompok orang atau “sindikat” dapat mengganggu ketertiban dan stabilitas regional di Asia Tenggara. Tentunya, orang yang menjadi korban penipuan online tersebut adalah masyarakat internasional di kawasan regional itu sendiri, termasuk Indonesia.

Modus yang dipakai oleh sindikat ini biasanya menawarkan pekerjaan seperti customer service, marketing atau administrator dengan mengimingi gaji yang sangat fantastis. Nyatanya, mereka dipaksa menjadi scammer online, admin judi online, dan korban perdagangan organ manusia yang kadang tidak pernah mendapatkan bayaran.

Melihat kondisi itu, Thailand yang hidup dengan mengandalkan sektor pariwisatanya yang saat ini berpotensi terganggu oleh aktifitas tersebut, tentu tidak akan tinggal diam. Berbagai tindakan tegas telah dilaksanakan. Seperti, memutus pasokan listrik dan meningkatkan kehadiran pasukan keamanannya di beberapa wilayah perbatasan Thailand-Myanmar. Namun, hal tersebut belum bisa meredam maraknya kasus penipuan online. Disinilah akhirnya China ikut turun tangan.
 
Untuk bisa memahami alasan di balik keterlibatan China dalam membantu masalah Thailand, kita bisa meminjam salah satu teori dalam jurusan hubungan internasional, yakni teori realisme. Teori ini berpandangan bahwa setiap tindakan negara didorong oleh kepentingan nasional. Dengan kata lain, campur tangan China bukan semata soal solidaritas, tapi juga karena ada kepentingan strategis yang ingin mereka capai.

Selanjutnya, mari kita telaah. Sepanjang tahun 2024, tercatat sebanyak 6,70 juta wisatawan asal China berkunjung ke Thailand, hal ini menjadikan China sebagai negara penyumbang wisatawan terbesar nomor satu di sana. Dan juga, menurut pemerintah Myanmar yang dilansir dari artikel DW Jerman, industri penipuan online di Thailand juga banyak dikendalikan oleh sindikat kejahatan yang berasal dari China. Memang sudah semestinya China turut bertanggung jawab. Lantas, kepentingan strategis apa yang ingin dicapai oleh China?
Memberikan perlindungan kepada warga negara merupakan tanggung jawab fundamental bagi setiap negara. Terlebih lagi bagi China, di mana Presiden Xi Jinping dan pemerintahannya menganut filosofi Pembangunan yang menekankan perhatian pada setiap individu dalam masyarakat. Dari sini, kita Bisa menarik benang merah: partisipasi aktif China dalam memberantas sindikat penipuan online didorong oleh salah satu kepentingannya untuk melindungi setiap warga negaranya di luar negeri, baik sebagai pelaku maupun sebagai korban.

Selain itu, keterlibatan China juga bertujuan untuk menjaga stabilitas regional, hal ini sangat penting bagi kelancaran proyek-proyek ekonomi dan geopolitik mereka, seperti Belt and Road Initiative (BRI).

Mari kita kembali lagi menjelajah ke dalam jurusan hubungan internasional, Dalam hubungan internasional, terdapat dua jenis hasil dari kerja sama internasional, yaitu zero sum dan win-win cooperation. Konsep zero sum menggambarkan kondisi di mana satu pihak selalu diuntungkan sementara pihak lain selalu dirugikan.

Sebaliknya, konsep win-win cooperation menekankan pada kerja sama yang saling menguntungkan, di mana semua pihak yang terlibat memperoleh manfaat.
Setelah memahami konsep tersebut, menurut anda, sejauh ini apakah kerja sama antara Thailand dan China ini bersifat zero sum atau win-win cooperation?.

Mungkin sebagian dari anda akan menjawab bahwa kerja sama ini bersifat zero sum. Namun bagi saya jawabannya adalah win-win cooperation. Seperti yang telah disinggung sebelumnya, Thailand sangat bergantung pada sektor pariwisata. Dengan adanya kerja sama ini untuk memberantas industri penipuan online, aktivitas ekonomi Thailand dapat berjalan lancar. Pasalnya, jika industri penipuan ini dapat diatasi, wisatawan mancanegara akan merasa lebih aman untuk berkunjung ke Thailand. Akibatnya, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung pun akan dapat dipastikan untuk terus meningkat setiap tahunnya. Dalam aspek penegakan hukum, Thailand dan China melakukan operasi gabungan untuk memberantas pusat-pusat penipuan online. Selain itu, kedua negara juga saling bertukar informasi terkait sindikat penipuan yang beroperasi di wilayah perbatasan.

Para pejabat dari kedua negara ini juga secara rutin mengadakan pertemuan untuk membahas strategi dalam upaya pemberantasan penipuan online.
Dari sini kita dapat menilai, bahwa hubungan bilateral antara China dan Thailand semakin erat melalui kerja sama dalam upaya memberantas pusat-pusat penipuan online. Kerja sama ini menjadi fondasi yang memperkuat hubungan diplomatic dan ekonomi kedua negara.

China dan Thailand menunjukkan komitmen untuk terus memperdalam kemitraan mereka, membuka babak baru dalam hubungan bilateral yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga turut memperkokoh stabilitas dan kemakmuran kawasan Asia Tenggara secara keseluruhan. (*)

Berita Terbaru

Bambang Haryo Soroti Ketepatan Sasaran Program Bedah Rumah: Jangan Salah Pilih Penerima

Bambang Haryo Soroti Ketepatan Sasaran Program Bedah Rumah: Jangan Salah Pilih Penerima

Sabtu, 12 Sep 2026 22:10 WIB

Sabtu, 12 Sep 2026 22:10 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Program bedah rumah pemerintah dinilai tidak cukup hanya berorientasi pada perbaikan kondisi fisik hunian. Ketepatan sasaran penerima …

Tangkap Keresahan Warga, Pemkot Mojokerto Buka Layanan Koreksi Data Desil

Tangkap Keresahan Warga, Pemkot Mojokerto Buka Layanan Koreksi Data Desil

Sabtu, 12 Sep 2026 16:53 WIB

Sabtu, 12 Sep 2026 16:53 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto – Perubahan desil ekonomi menjadi keresahan banyak warga yang disampaikan kepada Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan P…

Absen Berjamaah Fraksi Demokrat diduga Langgar Tatib, Begini Sikap BK DPRD Jatim

Absen Berjamaah Fraksi Demokrat diduga Langgar Tatib, Begini Sikap BK DPRD Jatim

Sabtu, 12 Sep 2026 15:54 WIB

Sabtu, 12 Sep 2026 15:54 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA — Ketidakhadiran Ketua Fraksi Partai Demokrat Agung Mulyono bersama seluruh anggotanya dalam Rapat Paripurna DPRD Jawa Timur pada 10 …

Berdayakan UMKM Lewat TJSL, PLN UIT JBM Dukung Pengembangan Batik Tin Gundih

Berdayakan UMKM Lewat TJSL, PLN UIT JBM Dukung Pengembangan Batik Tin Gundih

Jumat, 11 Sep 2026 21:29 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 21:29 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Komitmen PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat t…

Jumat Berkah, Polres Blitar Tingkatkan Kedekatan dan Pelayanan Masyarakat

Jumat Berkah, Polres Blitar Tingkatkan Kedekatan dan Pelayanan Masyarakat

Jumat, 11 Sep 2026 16:54 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 16:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Guna meningkatkan kedekatan dan pelayanan untuk masarakat, Polres Blitar kali ini melalui kegiatan Jumat Berkah yang digelar di…

Kemarau Melanda, Satlantas Polres Gresik Salurkan Air Bersih ke Warga Pandanan

Kemarau Melanda, Satlantas Polres Gresik Salurkan Air Bersih ke Warga Pandanan

Jumat, 11 Sep 2026 16:25 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 16:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Musim kemarau mulai dirasakan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Gresik. Kondisi tersebut mendorong Satuan Lalu Lintas (Satlantas) P…