SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Arif Fathoni mendorong Pemkot agar dalam RPJMD-nya memperhatikan pengentasan kemiskinan. Terlebih saat ini banyak tenaga kerja yang dirumahkan karena dampak ekonomi global yang tengah menurun.
“Memutus rantai kemiskinan tidak sekadar tentang bantuan bagi warga prasejahtera. Namun sektor pendidikan harus ditingkatkan karena itu jadi pemutus rantai kemiskinan yang paling bagus,” ujar Fathoni.
Salah satu program di lini pendidikan adalah Sekolah Rakyat. Program dari pemerintah pusat itu secara fundamental mampu memutus mata rantai kemiskinan. Fathoni berharap, program itu bisa menjadi peluang yang bagus. Tentunya dengan sinergi yang baik antara Pemerintah Pusat dan Pemkot.
Selain itu, Pemkot Surabaya juga harus memikirkan untuk membuka lapangan pekerjaan yang baru. “Setelah sektor pendidikan ditingkatkan, lalu Pemkot harus membuka lapangan pekerjaan untuk menampung masyarakat di usia siap kerja dan mereka yang terkena efisiensi,” ungkap Fathoni.
Fathoni percaya, di kondisi geopolitik global yang tak menentu, pemerintah dan masyarakat mampu bertahan. Sebab saat pandemi Covid kemarin, Indonesia bisa melewatinya dan banyak sektor yang berhasil bangkit. Bahkan, bermunculan inovasi-inovasi baru.
“Intinya, kondisi ekonomi dan geopolitik global harus menjadi referensi untuk melakukan penyusunan atau penyempurnaan RPJMD Kota Surabaya 2025-2029. Tentunya, tanpa mengubah visi misi Eri-Armuji yang disampaikan pada pemilukada tahun lalu,” pungkas Politikus Golkar itu. Alq
Editor : Moch Ilham