SURABAYAPAGI.com, Malang - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus berkomitmen melestarikan budaya tradisional dengan gencar-gencarnya menggagas program 1.000 event, untuk mengedukasi dan mewariskan budaya lokal secara turun temurun kepada anak muda yang merupakan generasi penerus.
"Program 1.000 event memang berkaitan dengan upaya kami dalam menggali potensi Kota Malang, termasuk soal budaya. Dari situ kami berkomitmen melestarikan budaya," jelas Wali Kota Malang, Jawa Timur, Wahyu Hidayat, Jumat (25/04/2025).
Dengan adanya program 1.000 event tersebut, diharapkan para generasi muda bisa memahami dan mengambil beragam nilai yang telah digagas oleh orang-orang terdahulu. Selain itu, juga menjadi wadah melaksanakan regenerasi pelaku kebudayaan lokal.
Sebelumnya, diketahui jika program 1.000 event tersebut awalnya merupakan program yang menjadi bagian dari janji politik Wahyu Hidayat dan Ali Muthohirin saat maju Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 Kota Malang, sebagai pasangan calon wali kota dan wakil wali kota setempat.
“Event ini sejalan dengan program kami, yaitu Ngalam Asyik dan Ngalam Laris. Kami berupaya memberdayakan UMKM dan bagaimana event ini bisa mendatangkan masyarakat,” tutur Wahyu.
Sehingga, inisiasi 1.000 event itu tak hanya melestarikan budaya lokal saja, namun juga sebagai upaya pemerintah daerah setempat menggerakkan perekonomian. Salah satunya, jajanan pasar, salah satu kuliner tradisional yang perlu dilestarikan. Terutama dikenalkan ke generasi muda untuk menarik minat mereka, karena makanan ini dinilai lebih sehat.
“Jajanan pasar ini punya cerita tersendiri, tidak mengandung pengawet buatan dan banyak gizinya. Tentu ini juga merupakan kearifkan lokal Kota Malang yang harus diperkenalkan secara luas,” terangnya.
Lebih lanjut, dirinya berharap strategi yang diterapkan pada akhirnya mampu menanamkan kesadaran kepada masyarakat, khususnya anak muda agar lebih memiliki kepedulian kepada budaya tradisional.
"Budaya di Kota Malang ini beraneka ragam, kami ingin mengenalkan ini kepada anak-anak muda," tutur Wahyu. ml-01/dsy
Editor : Desy Ayu