SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Diserang hama virus yang membawa jamur membuat para petani jeruk di di Desa Sagat, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi harus meringis karena gagal panen. Pasalnya, hampir 90 persen ratusan pohon jeruk terdampak jamur.
"Sudah nggak ada harapan ini, hampir 90% kena. Kalau sudah begitu, buahnya nggak bisa matang," ungkap petani setempat, Rozak (30), Minggu (27/04/2025).
Diketahui, hama tersebut menyerang pohon-pohon jeruk miliknya, sehingga banyak buah jeruk yang menguning dan berjatuhan ke tanah. Hal serupa pun juga turut dialami sekitar 50 petani jeruk di desanya. Pohon-pohon jeruk diserang jamur hingga membusuk, dan akhirnya mati.
"Penyebabnya bakteri, virus, dan mungkin karena jamur. Akibatnya batangnya membusuk, buah menguning, dan rontok," jelasnya.
Akibat serangan jamur tersebut, Rozak merugi hingga Rp 50 juta lantaran buah jeruk miliknya tidak bisa dipanen tua. Harga yang didapat pun tidak sepadan dengan biaya produksi yang telah dikeluarkan.
Padahal, pada musim ini harga jeruk tergolong baik, yakni di angka Rp 8.000 per kilogram. Dan seharusnya, pohon-pohon jeruk miliknya bisa panen hingga empat kali dalam satu musim dengan usia produktif hingga 15 tahun.
Namun, dikarenakan wabah hama akibat jamur, saat ini banyak buah yang busuk sehingga, cara satu-satunya agar tidak menyebar yakni dengan menebang pohon yang terjangkit.
Hal itu karena, penularan virus tersebut tergolong cepat, dalam hitungan hari satu lahan seluas 1/4 hektare miliknya langsung terinfeksi, dan berlanjut ke lahan-lahan jeruk miliknya yang lain. Kondisi serupa juga dialami sejumlah lahan jeruk lainnya di desa tersebut. Akibat kondisi ini, suplai jeruk dari Kabupaten Banyuwangi terancam turun. by-02/dsy
Editor : Desy Ayu