Dorong Percepatan Pembentukan Koperasi Merah Putih, Ning Ita Minta Mapping Potensi Sejak Dini

author Dwi Agus Susanti

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Walikota Mojokerto Ning Ita saat mengikuti rakor Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. SP/ DWI
Walikota Mojokerto Ning Ita saat mengikuti rakor Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. SP/ DWI

i

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, meminta dilakukan pemetaan (mapping) secara rigid terhadap potensi masing-masing kelurahan sebelum membentuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Permintaan ini disampaikan Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto dalam Rapat Koordinasi Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, yang digelar di Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Maja Citra Kinarya, Senin (28/04/2025). 

Turut hadir dalam rakor tersebut, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Endy Alim Abadi Nusa, serta Sekretaris Daerah Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetyo.

“Saya tidak ingin ini hanya ramai di awal, tetapi ujung-ujungnya malah meninggalkan catatan yang kurang baik bagi Kota Mojokerto. Lebih baik kita petakan sejak awal mana kelurahan yang benar-benar sesuai dan layak. Tidak harus semua kelurahan, yang penting koperasi yang dibentuk nanti dapat berjalan baik dan beroperasi sesuai dengan niat mulia Bapak Presiden,” tutur Ning Ita.

Sebagai informasi, pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan bagian dari komitmen Presiden RI, Prabowo Subianto, untuk memperkuat ketahanan ekonomi rakyat melalui pengembangan koperasi berbasis desa/kelurahan. 

Ning Ita menekankan bahwa kondisi masyarakat Kota Mojokerto yang plural perlu menjadi pertimbangan utama dalam pembentukan koperasi ini, termasuk mengkaji sejauh mana kebutuhan koperasi dapat meningkatkan derajat ekonomi warga.

“Saya kira di 18 kelurahan ini, masyarakat kita secara ekonomi sudah cukup bergerak. Kalau pun masih ada kebutuhan, bentuk intervensinya mungkin lebih kepada penyiapan lapangan usaha yang didukung secara masif melalui kebijakan ekonomi pemerintah daerah, sehingga posisi ekonomi masyarakat bisa lebih kuat,” jelasnya.

Saat ini, Kota Mojokerto memiliki sekitar 27 ribu pelaku UKM/IKM dari total 142 ribu penduduk. Melihat kondisi tersebut, Ning Ita menilai tidak semua kelurahan relevan dengan tujuan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih.

“Mungkin dari 18 kelurahan, hanya sebagian kecil saja, sekitar 30 persen maksimal, yang benar-benar sesuai untuk didirikan koperasi desa atau kelurahan, mengingat kemajemukan masyarakat kita,” tambahnya.

Sebagai tambahan, di Kota Mojokerto saat ini terdapat 205 koperasi yang terdaftar, dengan 165 koperasi masih aktif. Namun, hanya 63 koperasi yang tergolong sehat secara kelembagaan. Dwi

Berita Terbaru

Febrie Akan Diperiksa Tim Khusus dari KPK

Febrie Akan Diperiksa Tim Khusus dari KPK

Kamis, 16 Jul 2026 01:11 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 01:11 WIB

SURABAYAPAGI.com – Kini telah dibentuk tim penyidik khusus dalam mengusut perkara yang menjerat mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (…

Menteri Keuangan, Disemprot Fraksi PDIP Soal Dana Rp 500 Triliun

Menteri Keuangan, Disemprot Fraksi PDIP Soal Dana Rp 500 Triliun

Kamis, 16 Jul 2026 01:09 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 01:09 WIB

SURABAYAPAGI.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa diprotes Wakil Ketua Komisi XI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Dolfie Othniel Frederic Palit t…

Menkop Ditanya Kopdes di Jakarta Hanya Laba Rp 78 ribu Enam bulan, Berdalih

Menkop Ditanya Kopdes di Jakarta Hanya Laba Rp 78 ribu Enam bulan, Berdalih

Kamis, 16 Jul 2026 01:06 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 01:06 WIB

SURABAYAPAGI.com – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengatakan Koperasi Kelurahan Merah Putih di Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan cuma untung …

Setelah BGN, Kini Koperasi Desa, Pesan Kipas Angin Rp 1,8 triliun

Setelah BGN, Kini Koperasi Desa, Pesan Kipas Angin Rp 1,8 triliun

Kamis, 16 Jul 2026 01:03 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 01:03 WIB

SURABAYAPAGI.com – Giliran program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), dikritisi setelah BGN. Dalam kabar yang beredar di media sosial, pengadaan t…

Menteri Baru Bilang, Kopdes itu Bukan Supermarket

Menteri Baru Bilang, Kopdes itu Bukan Supermarket

Kamis, 16 Jul 2026 01:01 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 01:01 WIB

SURABAYAPAGI.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan buka-bukaan soal banyaknya anggapan Koperasi Desa Merah Putih menjalankan fungsi seperti s…

Menteri UMKM, Dikeluhi Pengusaha soal Kelola MBG

Menteri UMKM, Dikeluhi Pengusaha soal Kelola MBG

Kamis, 16 Jul 2026 00:59 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 00:59 WIB

SURABAYAPAGI.com – Menteri Usaha Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menanggapi keluhan soal pelaku usaha mikro dan kecil tidak d…