SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Saat saya berhaji tahun 2011, di Madinah, ada kawasan yang dikenal dengan Jabal Magnet, di mana jamaah haji bisa menikmati wisata naik unta.
Salah satu pengalaman yang sangat menarik juga saya nikmati wisata naik unta di Makkah. Aktivitas ini bukan hanya memberikan kesenangan, tetapi juga membawa saya menyusuri keindahan padang pasir yang menjadi saksi sejarah perjalan haji umat Muslim.
Wisata religi naik unta di Makkah menawarkan pengalaman yang tak hanya menantang tetapi juga memberikan kesempatan untuk merasakan sejarah dan budaya yang telah ada sejak zaman Nabi Ibrahim.
Sebagai jamaah haji, saya juga menikmati aktivitas naik unta saat melakukan perjalanan dari Arafah ke Mina.
Naik unta memberi pengalaman yang berbeda dibandingkan dengan menggunakan kendaraan lainnya. Saya merasakan sensasi berjalan perlahan, seolah menyatu dengan alam, melintasi pasir yang luas, dan menikmati panorama Makkah yang memukau.
Bagi saya, naik unta di Makkah memberikan kesempatan menikmati pemandangan yang luar biasa. Padang pasir yang luas, bukit-bukit kecil. Perjalanan ini memungkinkan saya meresapi keindahan alam dengan cara yang lebih tenang dan penuh makna.
Jujur, naik unta juga memberikan pengalaman yang berbeda. Lebih lebih saat ibadah hajim
Bagi yang belum pernah berziarah ke gua hira, mungkin tidak menyangka akan menemui unta di puncak Jabal Nur. Namun, begitulah faktanya. Seekor unta duduk menyambut kedatangan setiap peziarah yang datang beberapa meter sebelum mencapai Gua Hira. Begitu kita menemukan dataran sempit menuju tempat berkhalwatnya Nabi Muhammad SAW, si pemilik unta dengan ramahnya menawarkan jasa foto di atas punggung untanya. Tidak perlu khawatir untanya akan berdiri, apalagi berjalan atau berlari. Sebab, kedua kaki depannya sudah diikat agar tidak berdiri.
Momen itu tentu tak dilewatkan begitu saja oleh para pengunjung termasuk saya dan para peziarah dari sejumlah negara seperti Oman, Pakistan, dan Indonesia.
"Indonesia, ayo foto-foto. Hanya sepuluh riyal," teriak pemilik unta yang berkebangsaan Pakistan menawarkan jasa dengan bahasa Indonesia yang masih terbata-bata.
Sejarah mencatat, Unta merupakan salah satu hewan kesayangan Nabi Muhammad (saw) .
Beliau menunaikan ibadah hajinya dengan menunggangi Unta Al Qaswa ?
Waktu itu, Nabi l berjalan hingga sampai di Masjidil Haram, kemudian melakukan thawaf dengan mengendarai unta sambil membawa busur. Ini konon untuk menggulingkan berhala-berhala di sekeliling Ka'bah yang dilewati.
Ada riwayat yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah melakukan thawaf (berputar mengelilingi Ka'bah) di atas unta. Silakan calon haji mencobanya. Ada sensasi yang berbeda dengan naik kuda. ([email protected])
Oleh:
Hj Lordna Putri
Editor : Moch Ilham