SURABAYAPAGI.com, Tuban - Selama hampir 3 pekan, Warga Kabupaten Tuban mengeluh resah dan kesulitan terkait kondisi stok tabung gas elpiji 3 kilogram yang akhir-akhir ini mulai langka.
“Di wilayah Kecamatan Soko, seperti Desa Klumpit, Wadung, dan Tluwe sulit mendapatkan tabung elpiji 3 kilogram. Sudah 3 minggu masyarakat kesulitan dapat elpiji,” kata Nafiun, salah satu warga, Jumat (02/05/2025).
Lebih lanjut, Nafiun berharap pemerintah segera turun tangan untuk menstabilkan pasokan gas agar kelangkaan ini segera teratasi. Kemudian, masyarakat mendapatkan hak-haknya atas subsidi elpiji dari pemerintah ini.
“Jangan sampai berlarut-larut, karena ini sudah meresahkan,” ungkap Nafiun, salah satu warga Desa Klumpit, Kecamatan Soko, Tuban.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Tuban, Drs. Agus Wijaya, ketika dikonfirmasi belum mengetahui persoalan tersebut. Namun begitu, dirinya akan melakukan pengecekan untuk mengetahui kondisi kelangkaan tabung gas elpiji tersebut.
“Saya cek lokasi dulu. Masalah yang terjadi apa,” pungkasnya.
Sebagai informasi, diketahui jika pengecer sendiri bukan merupakan rantai jalur distribusi yang diawasi karena tidak berkontrak dengan agen atau pangkalan. Sehingga, apabila ingin melakukan pembelian tabung gas elpiji 3 kilogram disarankan untuk membeli di pangkalan.
Dikarenakan ketika ada salah satu ketentuan yang tidak dipatuhi oleh pihak pangkalan makan akan diberikan sanksi berupa stop alokasi sampai dengan Pemutusan Hubungan Usaha (PHU).
Sementara itu, saat ini total pangkalan elpiji 3 kilogram se-Jatim mencapai 34.739 pangkalan. Dengan jumlah 142 pengecer yang sudah naik kelas menjadi pangkalan dan masih ada lebih dari 400 pengecer yang sedang berproses menjadi pangkalan. tb-01/dsy
Editor : Desy Ayu