Industri Padat Karya Disorot Ciptakan Pekerjaan

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Industri padat karya di salah satu pabrik tekstil. Industri padat karya disorot untuk terus bisa ciptakan pekerjaan bagi rakyat Indonesia. Foto : antara foto
Industri padat karya di salah satu pabrik tekstil. Industri padat karya disorot untuk terus bisa ciptakan pekerjaan bagi rakyat Indonesia. Foto : antara foto

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Shinta W. Kamdani, menyambut baik kebijakan industri padat karya . Menurutnya, sektor padat karya perlu perhatian lebih karena perannya yang strategis dalam menciptakan lapangan kerja formal dalam jumlah besar, yang sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi.

"Industri padat karya saat ini tertekan dan sulit berkompetisi akibat regulasi yang kompleks dan beban usaha yang tinggi. Oleh karena itu, langkah deregulasi dan penyederhanaan birokrasi serta fasilitas untuk revitalisasi teknologi industri sangat dibutuhkan agar sektor ini dapat bertahan dan terus berkembang," ungkap Shinta di Jakarta, Kamis (1/5/2025).

Pemerintah juga diharapkan terus berkonsultasi dengan pelaku usaha dalam proses perubahan kebijakan untuk memastikan implementasi deregulasi berjalan efektif.

Di sisi lain, Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Ahmad Heri Firdaus, menyatakan bahwa meskipun tujuan pemerintah mendukung sektor padat karya sangat baik, kebijakan yang diterapkan harus efektif. Ia juga menekankan pentingnya realokasi anggaran dari sektor yang kurang produktif ke sektor yang lebih produktif agar berdampak pada perekonomian masyarakat.

Pada kuartal pertama 2025, pemerintah telah merilis delapan kebijakan pendorong ekonomi, yang salah satunya berfokus pada penguatan industri padat karya untuk mengatasi peningkatan angka pengangguran. Beberapa kebijakan tersebut mencakup kesejahteraan pekerja, termasuk pemberian insentif pajak penghasilan (PPh) Pasal 21 yang ditanggung pemerintah (DTP) untuk pekerja di sektor padat karya hingga akhir tahun 2025.

Selain insentif pajak, pemerintah juga mengoptimalkan program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) dari BPJS Ketenagakerjaan untuk pekerja yang terkena PHK, serta memberikan diskon 50% atas pembayaran iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) untuk sektor industri padat karya.

Industri padat karya seperti tekstil, garmen, alas kaki, furnitur, dan hasil tembakau memiliki peran penting dalam menyerap tenaga kerja. Misalnya, industri tekstil dan garmen menyerap sekitar 3 juta pekerja, industri alas kaki 1 juta pekerja, furnitur 500 ribu pekerja, dan hasil tembakau menyerap sekitar 6 juta pekerja.

 

Arahan Presiden Prabowo Subianto

Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini mengarahkan menteri di bidang ekonomi dan Dewan Ekonomi Nasional (DEN) untuk lebih fokus pada penguatan sektor industri padat karya. Pemerintah berencana memasukkan sektor ini ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) agar lebih berdaya saing. DEN juga menekankan perlunya kemudahan investasi dan penyederhanaan regulasi guna meningkatkan efisiensi dan daya saing industri padat karya. ec/jk/rmc

Berita Terbaru

Apresiasi Laporan Komisi E DPRD Jatim, BPBD Sebut Anggaran Pos Mie Instan di RAPBD 2027 Masih Input Awal

Apresiasi Laporan Komisi E DPRD Jatim, BPBD Sebut Anggaran Pos Mie Instan di RAPBD 2027 Masih Input Awal

Senin, 02 Nov 2026 09:29 WIB

Senin, 02 Nov 2026 09:29 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SIDOARJO- Laporan Komisi E DPRD Jawa Timur terhadap usulan anggaran BPBD Jawa Timur pada Rancangan APBD 2027 dalam Rapat Paripurna DPRD…

Fraksi PDI-P Kritisi Anggaran Bencana, Bunda Renny : Libatkan UMKM dan Petani Terdekat

Fraksi PDI-P Kritisi Anggaran Bencana, Bunda Renny : Libatkan UMKM dan Petani Terdekat

Senin, 02 Nov 2026 09:22 WIB

Senin, 02 Nov 2026 09:22 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya- Belanja logistik untuk penanganan korban bencana di Jawa Timur mendapat atensi Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim, Wara Sundari…

33 Negara Bingung Mentan Jamin Stok Pangan Ri Aman

33 Negara Bingung Mentan Jamin Stok Pangan Ri Aman

Senin, 02 Nov 2026 07:31 WIB

Senin, 02 Nov 2026 07:31 WIB

SURABAYAPAGI.com - Alhamdulillah, kita patut bersyukur. Di saat dunia sedang menghadapi ketegangan geopolitik, ancaman krisis pangan dan gangguan rantai pasok,…

Menekraf Dorong Desa jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

Menekraf Dorong Desa jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

Senin, 02 Nov 2026 07:29 WIB

Senin, 02 Nov 2026 07:29 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf ) Teuku Riefky Harsya mendorong pengembangan potensi desa sebagai sumber pertumbuhan ekonomi kreatif baru,…

Bursa Kripto OKX Siapkan Ganti Rugi hingga Rp 8,19 Miliar jika Ada Peretasan

Bursa Kripto OKX Siapkan Ganti Rugi hingga Rp 8,19 Miliar jika Ada Peretasan

Senin, 02 Nov 2026 07:27 WIB

Senin, 02 Nov 2026 07:27 WIB

SURABAYAPAGI.com - Bursa aset kripto global OKX merayakan empat tahun pelaksanaan program Proof of Reserves (PoR) bulanan dengan menerbitkan 48 laporan…

10 Negara dengan Biaya Makan Termahal

10 Negara dengan Biaya Makan Termahal

Senin, 02 Nov 2026 07:25 WIB

Senin, 02 Nov 2026 07:25 WIB

SURABAYAPAGI.com - Uang sebesar US$ 20 atau sekitar Rp 362.543 (kurs Rp 18.127 per US$) yang hanya cukup untuk membeli satu porsi makan di restoran sederhana…