FPTP Resmi Laporkan Dugaan Penyimpangan BOS SMKN 1 Ke Kejari Sampang

author Gandi Isharyanto Koresponden Sampang

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua FPTP Syaiful Fatoni saat menyerahkan laporan ke petugas PTPS Kejari Sampang. SP/ GANDI
Ketua FPTP Syaiful Fatoni saat menyerahkan laporan ke petugas PTPS Kejari Sampang. SP/ GANDI

i

SURABAYAPAGI.com, Sampang - Front Peduli Transparansi Publik (FPTP) Kabupaten Sampang resmi Laporan pengaduan masyarakat (Lapdu) terkait dugaan penyimpangan pengelolaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) SMKN 1 Sampang ke Kejaksaan Negeri Sampang, Rabu (07/05/2025).

Laporan tersebut, langsung diterima oleh petugas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kejaksaan negeri Sampang.

Menurut, rilisnya Ketua FPTP Syaiful Fatoni berdasarkan hasil investigasi temuan dan informasi masyarakat yang saat ini telah beredar melalui Media, bahwa pengelolangan Dana Operasional Sekolah (BOS) SMKN 1 Sampang diduga banyak ditemukan penyimpangan dan patut diduga telah terjadi adanya praktek dugaan korupsi.

 Yang diduga dilakukan oleh Kepala Sekolah SMKN 1 Sampang Rahmawati, S.Pd, M.Si bekerjasama dengan Bendahara SMKN 1 Sampang serta para Wakil Kepala Sekolah (Wakasek).

Adapun modus operandi adanya praktek Korupsi dan penyalahgunaan dana BOS SMKN 1 Sampang dilakukan sejak Kepala Sekolah Rahmawati, S.Pd, M.Si menjabat dari awal masuk sekitar tahun 2023 hingga saat ini tahun 2025. Dengan  modusnya sebagai berikut :

  1. Patut diduga melakukan pemotongan honor Kepala Kejuruan (Kajur), dimana pada saat Kepala Sekolah sebelumnya dari Pak Totok (Drs. Ridjanto) dan Budi Sulistiyo sebesar Rp. 500.000, ketika Kepsek Rahmawati menjabat di potong menjadi Rp. 250.000 dan yang paling parah lagi dipotong/ disunat lagi saat ini menjadi Rp. 125.000 per Kajur.
  2. Pemotongan honor Guru Tugas Tambahan (Wali Kelas) yang awalnya Rp, 200.000 di sunat menjadi Rp. 100.000.
  3. Kegiatan Osis yang sudah dianggarkan tiap tahunnya, dipotong 50 persen.
  4. Selama menjabat sebagai Kepala Sekolah SMKN 1 Sampang Rahmwati, S.Pd tidak ada pembangunan/ penambahan sarana dan prasarana pendidikan di SMKN 1 Sampang. Padahal dana BOS yang diterima cukup besar, sehingga penyimpangan ini perlu diusut tuntas.
  5. Terjadi praktek pungutan/ sumbangan kepada siswa, untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang tiap kelasnya ber variasi, dari yang Rp.2.000 (dua ribu rupiah) per hari, ada yang Rp. 5.000 (lima ribu rupiah) per minggu. Padahal untuk kegiatan KBM sudah dianggarkan oleh BOS sekolah. Harusnya, tidak ada pungutan apapun kepada siswa.
  6. Bahwa para guru pengajar (wali kelas) hanya mendapatkan jatah 1 spidol untuk mengajar selama 1 tahun. Sementara sarana lainnya untuk kegiatan kelas hampir tidak ada. Dan ha ini patut diduga telah terjadi pemalsuan SPJ oleh Bendahara sekolah yang dianggarkan per semester mendapatkan sarana mengajar KBM.
  7. Bahwa telah terjadi praktek pungli/ sumbangan kepada siswa kelas XII yang akan lulus, dengan modus untuk biaya cetak foto ijazah sebesar Rp. 15.000,- (lima belas ribu rupiah) sebanyak 13 kelas.
  8. Menganggarkan dana taktis dari dana BOS sebesar 25 persen,untuk kepentingan diluar sekolah dan juga untuk meredam adanya LSM dan Wartawan yang datang ke sekolah SMKN 1 Sampang. Dan itu bukan rahasia umum, semua karyawan dan staf SMKN 1 Sampang sudah tahu, karena setiap rapat diungkapkan oleh Kepala Sekolah SMKN 1 Sampang.
  9. Bahwa pihak sekolah menjalin kerja sama (MOU) dengan pihak lain, tanpa adanya pengangaran yang tercantum di Rencana Anggaran Kegiatan (RAK) dana BOS. Dari mana sumber dana yang dibuat dengan pihak kedua tersebut dilakukan, kalau bukan dari dana BOS. Dan hal patut diduga telah terjadi penyimpangan keuangan dana sekolah. Sementara pihak Cabang Dinas  Kabupaten Sampang, tidak ada anggaran untuk kegiatan semacam itu.
  10. Bahwa terhadap siswa yang ber prestasi untuk ikut lomba / kegiatan di luar sekolah,  pihak sekolah tidak memberikan biaya akomudasi/transportasi saat pelaksanaan lomba, sehingga siswa tersebut terpaksa menggunakan biaya sendiri. Parahnya lagi, bagi siswa yang berprestasi tidak ada reward atau penghargaan dari sekolah.

"Demikian surat laporan, pengaduan ini kami atas sampaikan, atas perhatian dan tindak lanjutnya," kata Syaiful Fatoni. gan

Berita Terbaru

Terdakwa Fu Liwen Disebut Berperan dalam Klaster Embong Kenongo, Polisi Ungkap Kaitan Jaringan Solo

Terdakwa Fu Liwen Disebut Berperan dalam Klaster Embong Kenongo, Polisi Ungkap Kaitan Jaringan Solo

Kamis, 24 Sep 2026 20:10 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 20:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya— Perkara dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang melibatkan sejumlah warga negara asing (WNA) di Surabaya mulai m…

Rakor Pengawasan Perizinan HOREKA, Ning Ita Dorong Optimalisasi Potensi PAD Kota Mojokerto

Rakor Pengawasan Perizinan HOREKA, Ning Ita Dorong Optimalisasi Potensi PAD Kota Mojokerto

Kamis, 24 Sep 2026 17:33 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 17:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto– Pemerintah Kota Mojokerto terus mendorong optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui penguatan pengawasan dan monitoring e…

Enam Jam Lebih Digeledah KPK, Kanwil ATR/BPN Jatim Dijaga Brimob Bersenjata Lengkap

Enam Jam Lebih Digeledah KPK, Kanwil ATR/BPN Jatim Dijaga Brimob Bersenjata Lengkap

Kamis, 24 Sep 2026 17:31 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 17:31 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih menggeledah Kantor Wilayah (Kanwil) Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional …

15 Warga Datangi Perumda Pasar Joyoboyo, Ajukan Permohonan Sewa Kios! Siap Ganti Pedagang Nakal

15 Warga Datangi Perumda Pasar Joyoboyo, Ajukan Permohonan Sewa Kios! Siap Ganti Pedagang Nakal

Kamis, 24 Sep 2026 16:56 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 16:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Sekitar 15 calon pedagang mendatangi kantor Perumda Pasar Joyoboyo Kota Kediri, Kamis (24/9). Mereka ingin menyewa kios atau los…

2.500 Personel Disiagakan dalam Operasi Aman Mataraman Semeru 2026 di Madiun Kota

2.500 Personel Disiagakan dalam Operasi Aman Mataraman Semeru 2026 di Madiun Kota

Kamis, 24 Sep 2026 15:51 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 15:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun – Sebanyak 2.500 personel gabungan TNI, Polri, dan instansi terkait disiagakan dalam Operasi Aman Mataraman Semeru 2026 untuk m…

KPK Telusuri Aset Maidi, Jemakir Ditanya Soal Alfamart 

KPK Telusuri Aset Maidi, Jemakir Ditanya Soal Alfamart 

Kamis, 24 Sep 2026 15:46 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 15:46 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami dugaan aset milik Wali Kota Madiun nonaktif Maidi. Dalam pemeriksaan ter…