SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Saya dikabari seorang sahabat yang kini berhaji. Ia kagum saat sholat di Masjidil Haram Makkah. Ia menyaksikan berderet derer tabung berisi air zamzam. Ini diperuntukkan untuk semua jemaah yang berada di dalam masjid, baik untuk diminum maupun dibawa pulang.
Saya teringat saat menjalankan ibadah haji tahun 2011. Saya juga terkagum kagum, air zamzam disediakan di dalam Masjidil Haram, dalam tabung berjejer jejer. Lengkap dengan gelas plastik disposable cup.
Deretan tabung berisi air zamzam itu diperuntukkan untuk semua jemaah yang berada di dalam masjid, baik untuk diminum maupun dibawa pulang.
Tidak ada larangan untuk membawa air zamzam dari Masjidil Haram ke tempat penginapan atau dibawa pulang, seperti ke hotel.
Ritualnya, minum air zamzam setelah tawaf dan sebelum sa'i menjadi bagian dari ibadah yang dianjurkan.
Selain itu, air zamzam juga sering dibawa sebagai oleh-oleh haji karena dianggap memiliki keberkahan dan keutamaan.
Minum air zamzam bukan kewajiban, tetapi merupakan sunnah atau tindakan yang disukai dan dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW.
Air zamzam diyakini memiliki berbagai keutamaan, seperti menjadi makanan yang mengenyangkan dan penawar bagi penyakit.
Doa:Jemaah haji dianjurkan untuk berdoa sebelum meminum air zamzam, dan doa tersebut diyakini akan dikabulkan Allah SWT.
Wasilah Dikabulkannya Doa
Artinya: “Air zamzam sesuai keinginan ketika meminumnya.” (HR. Ibnu Majah). Maksud dari hadis tersebut adalah doa apa saja yang diucapkan ketika meminum air zamzam merupakan doa yang mustajab.
Air zamzam memiliki banyak keistimewaan, di antaranya dianggap sebagai air terbaik di muka bumi, tidak pernah habis meskipun diambil secara terus menerus, dan memiliki khasiat sebagai obat penyakit serta mengenyangkan. Selain itu, air zamzam juga dianggap sebagai sumber air yang diberkahi dan merupakan nikmat Allah yang nyata di Masjidil Haram.
Air zamzam diyakini sebagai obat penyakit dan bisa menyembuhkan berbagai jenis penyakit.
Air zamzam diyakini sebagai air yang penuh berkah dan manfaat.
Banyak yang percaya, air zamzam dianggap sebagai nikmat nyata yang Allah berikan, terutama bagi jemaah haji.
Sumber air ini pertama kali muncul saat Nabi Ibrahim bersama Siti Hajar (istri) dan Nabi Ismail (anak) sedang melakukan perjalanan, namun persediaan makanan mereka habis. Nabi Ismail yang kala itu masih bayi terus menangis karena haus di tempat yang tidak ada tanda-tanda kehidupan.
Air zamzam juga diyakini sebagai air yang membasuh hati Nabi Muhammad SAW oleh Jibril.
Saya percaya, meminum air zamzam dengan doa tertentu, doa diyakini akan dikabulkan.
Pengalaman saya, jemaah haji dilarang membawa air zamzam dalam bagasi tercatat, karena akan terdeteksi dan dibuang. Maklum, jemaah akan mendapatkan jatah air zamzam secara gratis setelah tiba di Tanah. ([email protected])
Oleh:
Hj. Lordna Putri
Editor : Moch Ilham