GRIB dan Hercules dalam Lintasan Peristiwa

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Raditya M Khadaffi
Raditya M Khadaffi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Baru-baru ini, publik digegerkan dengan aksi sekelompok massa yang melakukan penyegelan sebuah pabrik di Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah.

Mereka memasang spanduk di depan pabrik, bertuliskan "pabrik dan gudang ini dihentikan operasionalnya oleh DPD GRIB Jaya Kalteng".

GRIB Jaya Kalteng mengklaim aksi itu dilakukan karena pihak pabrik belum membayar kewajiban Rp1,4 miliar kepada seorang warga. Lho? Apa GRIB Jaya, sudah jadi debt collector?

Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, menentang aksi GRIB Jaya itu. "Ini bukan negara ormas ya, negara itu ada konstitusi," tegasnya.

Dari sebuah situsz Ricardi S. Adnan, Guru Besar Bidang Sosiologi Universitas Indonesia, menilai kemunculan preman berpayung Ormas seperti GRIB Jaya salah satunya disebabkan oleh ketidakmampuan negara dalam menjaga keteraturan sosial, termasuk menjaga keamanan dan kelancaran kegiatan sosial.

Ricardi juga melihat adanya hubungan antara jabatan kuat seorang tokoh (dalam hal ini Prabowo) dengan kemunculan tokoh-tokoh seperti Hercules dan GRIB Jaya.

Selain itu, Ricardi juga mengatakan bahwa keberadaan Ormas preman seperti GRIB Jaya berpotensi mengganggu ketertiban dan keamanan sosial.

 

***

 

Presiden Prabowo Subianto meminta  Jaksa Agung dan Kapolri menindak preman berkedok organisasi masyarakat (ormas).  Bahkan Prabowo membentuk Satuan Tugas Anti Premanisme. Tak lama muncul Surat Telegram Kapolri Nomor: STR/1081/IV/OPS.1.3./2025 yang menginstruksikan jajaran Kepolisian Daerah dan Kepolisian Resor untuk menindak premanisme.

Hingga minggu ini, Polri mengklaim telah menyelesaikan 3.326 perkara premanisme sejak pelaksanaan operasi serentak pada 1 Mei 2025.

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Sandi Nugroho mengatakan operasi  menyasar praktik premanisme dilakukan semakin meresahkan masyarakat dan mengganggu iklim investasi nasional. "Kami tidak akan mentolerir aksi intimidatif, pemerasan, maupun kekerasan oleh individu atau kelompok berkedok organisasi masyarakat," kata Sandi lewat keterangan tertulisnya, Jumat, (9/5/ 2025).

Menurut Sandi, sejumlah Polda dan Polres melakukan langkah penindakan tegas terhadap puluhan hingga ratusan preman. Misal Polresta Tangerang misalnya, menangkap 85 preman pada periode operasi serentak. Polda Banten juga menangkap 146 preman.

"Polda Kalimantan Tengah juga memanggil Ketua GRIB (Gerakan Rakyat Indonesi Bersatu) Kalteng yang terkait dengan penutupan PT BAP," ujarnya.

Polri juga akan menjalin sinergi dengan TNI, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan terkait dalam pelaksanaan operasi ini. Koordinasi lintas sektor, kata dia, krusial untuk menjamin keberhasilan operasi dan menciptakan stabilitas jangka panjang.

 

***

 

Catatan jurnalistik saya, Hercules pernah mengancam akan mengerahkan puluhan ribu anggotanya ke Gedung Sate, Bandung, tempat kerja Gubernur Dedi Mulyadi yang didukung Partai Gerindra.

Pernyataan itu sebagai respons atas rencana Dedi yang ingin membentuk Satuan Tugas (Satgas) Anti-premanisme di wilayahnya.

Hercules juga menyebut Mantan Kepala Badan Intelijen Negara, Letjen TNI (Purn) Sutiyoso "bau tanah", sebagai respons atas pernyataan Sutiyoso yang mendukung revisi UU Ormas dan tidak suka melihat pakaian ormas "yang terkesan lebih tentara dari tentara."

Setelah itu, Polri melakukan operasi aksi premanisme berkedok organisasi masyarakat (ormas).

Polda Metro Jaya pernah memburu dua anggota Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam kasus pembakaran mobil polisi di Depok. Penyidik mendalami peran dari petinggi organisasi masyarakat itu dalam tindakan menghalangi tugas polisi.

Kasus ini berawal saat Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Depok mencoba menangkap TS, Ketua Ranting GRIB Jaya Kelurahan Harjamukti, Depok. Namun, upaya polisi saat itu mendapat perlawanan dari sejumlah anggota GRIB Jaya hingga berujung penganiayaan dan pembakaran mobil.

Terjadi, Ketua Grib Kalteng dalam kasus penutupan pabrik di Barito Selatan yang viral di media sosial. Kadiv Humas Polri, Irjen Sandi Nugroho mengatakan operasi Polri se Indonesia menyasar aksi premanisme yang kian marak dan dianggap meresahkan masyarakat serta mengganggu stabilitas keamanan dan iklim investasi nasional.

"Kami tidak akan mentolerir aksi intimidatif, pemerasan, maupun kekerasan yang dilakukan oleh individu atau kelompok berkedok organisasi masyarakat," tuturnya.

Sandi menjelaskan ada sejumlah aksi yang akan menjadi fokus penindakan mulai dari pemerasan, pungutan liar, pengancaman, pengrusakan fasilitas umum, pengeroyokan, penganiayaan, penghasutan, pencemaran nama baik, penyebaran berita bohong dan ujaran kebencian, hingga penculikan.

"Premanisme dalam bentuk apa pun tidak bisa dibiarkan. Kami ingin memberikan kepastian hukum bagi masyarakat dan pelaku usaha, agar ruang publik dan iklim bisnis di Indonesia tetap kondusif," jelasnya.

Sandi mengatakan pihaknya akan mengecek legalitas ormas yang terlibat dalam aksi premanisme hingga pemberian rekomendasi kepada stakeholder terkait pembekuan atau pembatalan izin terhadap ormas yang terbukti melakukan tindak pidana.

 

***

 

Seragam ormas Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (Grib) Jaya yang mirip Kopassus dengan baret merahnya. Ini membuat kecewa Letjen (Purn) Sutiyoso.

Namun, Ketua Umum Grib Jaya, Hercules, memiliki alasan historis di baliknya. Pria bernama lengkap Rosario de Marshal itu begitu hormat dan mencintai Kopassus.

Hercules pernah menjadi tenaga bantuan operasional (TBO) bersama Kopassus saat operasi di Timor Timur tahun 1970-an.

Saat mendirikan Grib Jaya pada 2011 silam, Hercules merujuk korps baret merah untuk seragamnya.

Hal itu diungkapkan Sunan Kalijaga, pengacara yang juga sahabat Hercules. Sunan mengaku diceritakan soal sejarah seragam Grib Jaya itu saat menghadiri pengajian dan santunan anak yatim yang diadakan di kediaman Hercules di bilangan, Jakarta Barat, Kamis (1/5/2025).

Iya, itu bukti, dia jelaskan semalam, kecintaan saya (Hercules) dengan baret merah. Saya setiap loreng baret merahnya Kopassus tuh, wah betul-betul rasanya ini (bangga)," kata Sunan menirukan pernyataan Hercules.

Sebelumnya, Sutiyoso menjelaskan alasan di balik kekecewaannya kepada ormas yang memakai baret merah sebagai seragamnya.

Sebagai purnawirawan jenderal TNI bintang tiga yang menjabat Wadanjen Kopassus (1992-1993), Sutiyoso memahami betapa besar perjuangannya untuk bisa mendapatkan baret merah.

Sutiyoso berbicara soal seragam ormas terkait opininya menyetujui wacana revisi Undang-Undang (UU) Ormas yang digulirkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, di Youtube tvOneNews, tayang Minggu (27/4/2025).

"Bagaimana kita itu untuk mendapatkan baret merah enam bulan latihannya, dari Batujajar, ke gunung hutan, jalan 10 hari ke Cilacap ke Nusakambangan pakai baret merah, tahu-tahu dipakai ormas-ormas ini, kita sangat kecewa lah," kata Sutiyoso.

Pria yang karib disapa Bang Yos itu berharap, jika UU Ormas benar-benar akan direvisi, maka harus ada aturan soal seragam.

"Bahwa saya sangat mendukung Pak Tito Mendagri mau merevisi Undang-Undang Ormas ini. Bukan tingkah laku mereka saja yang harus dievaluasi ya, tapi juga cara berpakaian."

"Saya tidak nyaman melihat ormas berpakaian yang terkesan lebih tentara dari tentara," kata Bang Yos.

 

***

 

Surabaya Pagi menyimpan foto tiga anggota Grib Jaya menghadap belakang. Foto ini merupakan tangkapan gambar video unggahan Grib Jaya Jakarta saat perayaan kemenangan Prabowo-Gibran di Pilpres 2024. Kini, seragam Grib jaya yang memakai baret merah disoal eks Wadanjen Kopassus, Sutiyoso.

Bang Yos yang pernah menjabat Panglima Komando Distrik Militer (Kodam) Jaya pada 1996-1997, mengakui ia bersinggungan dengan ormas, yang menurutnya berperilaku bak preman.

"Jadi waktu panglimapun sudah begitu, hiruk pikuknya ibu kota oleh aksi-aksi ormas yang menjelma jadi preman tukang palak, terutama di tempat-tempat hiburan," kata Sutiyoso.

Dikutip dari laman Tribunjakarta.com, https://jakarta.tribunnews.com, 2 Mei 2025 dimuat pernyataan terbarunya, Hercules yang meminta maaf kepada Sutiyoso.

Sebab, eks preman Tanah Abang itu sempat merespons pernyataan Sutiyoso soal ormas dengan penghinaan.

Hercules juga menyampaikan maafnya kepada anak dan cucu Sutiyoso, hingga menyinggung soal Kopassus. "Saya minta maaf kepada Pak Sutiyoso, minta maaf sebesar-besarnya kepada Pak Sutiyoso, kepada anak, cucu dan keluarga semua. Atas kesalahan saya kemarin, saya mengucap itu, saya minta maaf sebesar-besarnya sampai ke cucu-cucu aku minta maaf," kata Hercules di kediamannya, di Jakarta Barat, Kamis (1/5/2025).

 

***

 

Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan akan menolak GRIB Jaya di Bali jika organisasi masyarakat (ormas) itu mendaftar. Ini karena, GRIB jadi sorotan dalam beberapa waktu terakhir. Selain anggotanya terlibat dalam kasus pembakaran mobil polisi di Depok, pemimpin GRIB, Hercules juga sosok kontroversial.

"Tidak akan diterima, pemerintah daerah berhak menolak. Sesuai kebutuhan dan pertimbangan di daerah," kata Koster, saat konferensi pers saat konferensi pers di Jayasabah, Denpasar, Bali, Senin (12/5).

Gubernur Koster, juga menyampaikan bahwa soal kebebasan berkumpul tidak berarti bisa sebebas-bebasnya dan negara bisa mengatur supaya agar tertib, kondusif, dan memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa dan negara.

"Jadi diatur dalam peraturan, baik Undang-undang maupun peraturan pelaksanaannya," ingat Koster.

Politikus PDIP ini menegaskan bagi ormas yang belum mendaftar berarti belum mendapat pengakuan dan belum bisa melakukan kegiatan operasional di Bali.

Belum ada pernyataan dari GRIB Jaya terkait penolakan Wayan Koster ini.

Sebelumnya Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Bali juga mengatakan organisasi Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Bali, belum terdaftar secara resmi. Sejauh ini di Bali ada 298 ormas yang terdaftar.

Menjadi pertanyaan, begitu besar pengaruh Hercules Rosario Marshal dan ormas Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya saat ini.

Kini menjadi sorotan publik setelah dikaitkan dengan aksi pembakaran mobil yang disertai penganiayaan terhadap polisi, penyegelan sebuah pabrik, hingga pernyataan yang menyebut Sutiyoso "bau tanah".

Rangkaian aksi ada yang menyebut tak lepas dari sosok Presiden Prabowo Subianto, yang dianggap oleh Hercules dan GRIB Jaya sebagai "ayah" mereka.

"Saya membacanya, Hercules memiliki persepsi bahwa ada kedekatan khusus atau utang budi di masa lalu, terlepas ini benar atau tidak. Artinya, mereka [Hercules dan GRIB Jaya] merasa punya beking yang sangat kuat," kata Guru Besar Bidang Sosiologi Universitas Indonesia, Ricardi S Adnan, kepada BBC News Indonesia, Senin (05/05).

 

***

 

Siapa Hercules Rosario Marshal, sebenarnya? Hercules adalah seorang pemuda dari Timor Timur (sekarang Timor Leste) yang "dipungut" oleh dua petinggi militer saat itu, Prabowo Subianto dan Zacky Anwar Makarim. pada 1980-an ke Jakarta.

Ini merujuk pada buku karya Ian Wilson berjudul 'Politik Jatah Preman: Ormas dan Kuasa Jalanan di Indonesia Pasca Orde Baru'.

Hercules, tulis Wilson dalam buku itu, mengaku "berutang nyawa" kepada Prabowo dan menyebut mantan 'patron militernya' itu adalah "satu-satunya orang yang bisa mukul saya tanpa saya balas.

Kabid Media dan Publikasi DPP GRIB Jaya, Marcel Gual, mengakui adanya hubungan emosional kuat antara Prabowo dengan Hercules dan GRIB Jaya. Namun, dia menolak jika disebut GRIB Jaya memanfaatkan nama Prabowo sebagai beking.

"Kami tidak sedang menjual nama Pak Prabowo karena kami ada hubungan yang kuat antara Pak Hercules dengan Pak Prabowo, begitu juga dengan GRIB Jaya," kata Marcel.

Dikutip dari laman BBC, https://www.bbc.com, ditulis rangkaian aksi GRIB Jaya dan Hercules telah memunculkan pertanyaan: siapa sosok Hercules dan bagaimana hubungan emosional dengan Prabowo terjalin?

Mantan Kepala Bais TNI Letjen TNI (Purn) Yayat juga bersuara. "Itu Hercules itu diselamatkan, harusnya dia sadar bahwa dia bukan saja bau tanah, dia itu hampir dikubur," kata Yayat.

Ternyata dengan Jenderal (Purn)  Gatot Nurmantyo, Hercules sempat bersitegang.

"Saudara Gatot, saya tidak takut sama Anda, saya tidak menghargai Anda. Kenapa kok Anda bisa begitu terhadap saya? Bengis banget begitu loh. Aku salah apa? Aku tidak punya salah dengan Pak Gatot," kata Hercules.

Tercatat pada awal tahun ini, Hercules juga menjadi sorotan setelah GRIB Jaya bentrok dengan Pemuda Pancasila di Blora dan Bandung. Bahkan dalam bentrok di Blora, sekitar 12 orang mengalami luka.

Catatan jurnalistik saya menyimpan berita bertahun-tahun, sosok Hercules  kerap berurusan dengan hukum. Pada 2019, Hercules divonis delapan bulan penjara dari tuntutan tiga tahun, karena terbukti menyerobot tanah di Kalideres, Jakarta Barat.

Pada 2014, Hercules dipenjara tiga tahun karena tersangkut kasus pemerasan dan pencucian uang. Padahal tahun sebelumnya, Hercules baru saja divonis empat bulan penjara karena terbukti melakukan perbuatan melawan aparat.

Pada Mei 2003, Hercules dijatuhkan hukuman dua bulan penjara atas kasus penyerangan kantor harian Indopos. "Saya terdaftar di Departemen Pusat Rehabilitasi Cacat [Kemhan Bintaro], dan jelas kesatuan saya Kopassus, dan jelas terdaftar, dan ada suratnya," ujar Hercules, dilansir dari akun Youtube, GRIB TV.

Kini, siapa yang tidak kenal Hercules? Namanya menjadi salah satu legenda hidup yang disegani banyak orang.

Bagaimana tidak, Hercules yang dikenal sebagai preman Tanah Abang ini sukses membangun "dinasti" premanisme pada tahun 90-an di Jakarta.

Pernah punya ribuan anak buah membuat Hercules memiliki pengaruh yang kuat, khususnya di wilayah Tanah Abang.

Berada di dunia premanisme selama bertahun-tahun membuat Hercules kerap berhadapan dengan maut. Beberapa kali ia hampir meregang nyawa pada masa lalu.

Hercules bahkan mengaku pernah ditembak hingga dibacok berkali-kali. Ajaibnya, ia masih tetap selamat.

Hal tersebut terungkap dalam sebuah video yang diunggah di kanal YouTube Gus miftah official pada tahun 2021 lalu.

Gus Miftah pun bertanya kepada sosok yang ia panggil sebagai "Maung Hercules". Hercules mengaku dirinya pernah ditembak dalam jarak 1 meter dengan enam peluru yang langsung mengenai mata kanannya.

Ajaibnya, Hercules selalu selamat dalam setiap kejadian mengerikan itu. Sehingga muncul isu bahwa Hercules memiliki kekuatan khusus sehingga kebal terhadap tembakan hingga pembacokan. ([email protected])

Berita Terbaru

PSI Siap Mati-matian Ikuti Jokowi

PSI Siap Mati-matian Ikuti Jokowi

Selasa, 03 Feb 2026 19:07 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 19:07 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) siap berjuang mati-matian. Menurutnya pernyataan Jokowi itu menjadi dorongan moral dan militansi…

Setelah Lengser dari KSP, Moeldoko Mengeluh

Setelah Lengser dari KSP, Moeldoko Mengeluh

Selasa, 03 Feb 2026 19:06 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 19:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Setelah tak jabat Kepala Staf Kepresidenan (KSP) dan kini jadi Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia…

Gus Ipul-Gus Yahya, ke Istana Bareng

Gus Ipul-Gus Yahya, ke Istana Bareng

Selasa, 03 Feb 2026 19:02 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 19:02 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengundang organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam pada Selasa (3/2) siang. Apa yang akan…

Komnas Anak Ingatkan Konflik Terekspos di Media Berdampak Buruk

Komnas Anak Ingatkan Konflik Terekspos di Media Berdampak Buruk

Selasa, 03 Feb 2026 18:59 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 18:59 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Komnas Anak berharap kasus ini tidak berlarut-larut. Sebab, konflik yang terus menerus terekspos di media dikhawatirkan akan…

Kisah Anak-Cucu Almarhum Emilia Contesa : Denada Nangis, Ressa Siap Islah

Kisah Anak-Cucu Almarhum Emilia Contesa : Denada Nangis, Ressa Siap Islah

Selasa, 03 Feb 2026 18:56 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 18:56 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Drama perseteruan antara pihak Ressa dan Denada memasuki babak baru yang makin panas. Tak main-main, Dino Rossano Hansa selaku Om…

PT Sekar Pamenang Laporkan PT MSS ke Polres Kediri

PT Sekar Pamenang Laporkan PT MSS ke Polres Kediri

Selasa, 03 Feb 2026 18:06 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 18:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Diduga merusak rumah kunci bangunan Marketing Galeri, PT Sekar Pamenang (SP) melaporkan PT Matahari Sedjakti Sejahtera (MSS),…