SURABAYA PAGI, Jakarta- Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mendapatkan potensi keuntungan dalam cryptocurrency. Jika tidak tertarik dengan trading yang memiliki resiko maka ada beberapa cara yang dapat kamu lakukan untuk mendapatkan penghasilan dari crypto.
Banyak cara mendapatkan passive income dari crypto. Sehingga aset crypto kamu bisa menghasilkan tanpa harus was-was terhadap resiko yang dihadapi. Jadi kau tidak hanya sekedar membeli dan menyimpan cryptocurrency.
Sekarang ini, banyak cara yang bisa kamu lakukan seperti staking, DCA, hingga yield farming. Cara menabung dollar juga bisa kamu lakukan agar aset crypto terus bertambah. Setiap metode menawarkan potensi keuntungan serta risiko yang berbeda.
Kesempatan untuk memperoleh pendapatan pasif dari cryptocurrency semakin beragam dan mudah diakses, bahkan bagi pemula sekalipun.
Berikut 7 metode yang bisa menjadi pilihan untuk meraih pendapatan pasif dari crypto, diantaranya adalah:
1. Staking PoS (Proof of Stake)
Staking merupakan tindakan mengunci aset crypto dalam jaringan blockchain yang menggunakan metode Proof of Stake (PoS) dengan tujuan membantu memvalidasi transaksi dan melindungi keamanan jaringan.
Sebagai imbalan, pengguna yang melakukan staking akan mendapat hadiah berupa koin crypto dari blockchain tersebut. Metode ini menjadi salah satu cara paling terkenal untuk mendapatkan pendapatan pasif dari cryptocurrency.
Menariknya, tidak semua jaringan PoS mengharuskan penggunanya menjalankan node validator sendiri. Dalam sistem Delegated Proof of Stake (DPoS), siapa saja bisa ikut staking hanya dengan mendelegasikan aset crypto yang dimiliki kepada validator yang dipilih.
Selanjutnya, validator bertugas memproses transaksi dan menyusun blok, kemudian membagikan hasil reward staking secara adil kepada seluruh delegator. Sistem ini menjadikan staking lebih sederhana, terjangkau, dan dapat diikuti oleh siapa saja.
2. Airdrop
Airdrop merupakan salah satu metode di mana proyek cryptocurrency membagikan token gratis kepada komunitas sebagai upaya promosi atau bentuk penghargaan. Biasanya, airdrop diberikan kepada individu yang pernah berinteraksi dengan platform tertentu.
Salah satu contoh terkini adalah airdrop dari Sonic SVM (SONIC) yang berlangsung di akhir Desember 2024. Dalam program ini, token SONIC dibagikan kepada pengguna yang telah menggunakan Sonic SVM, sebuah jaringan Layer 2 pada Solana yang berfokus pada game.
Untuk mendapatkan airdrop, umumnya pengguna hanya perlu menyelesaikan beberapa tugas mudah, seperti mengikuti akun di media sosial, mencoba fitur tertentu, atau cukup membuat dompet.
Jika ingin mencari informasi terkait airdrop terbaru, pengguna bisa memantau situs-situs seperti Airdrops.io atau Airdrop Alert menggunakan Pintu Web3 Wallet. Pengguna dapat dengan mudah mengakses berbagai aset crypto, berinteraksi dengan berbagai platform DeFi dan dApps.
3. Cloud Minning
Cloud Minning adalah metode untuk memperoleh aset crypto tanpa harus memiliki perangkat keras sendiri. Umumnya, penambangan memerlukan peralatan khusus dengan spesifikasi tinggi dan bisa mengeluarkan biaya yang tidak sedikit.
Dengan penambangan awan, proses ini menjadi lebih efisien karena pengguna tidak perlu membeli atau mengelola perangkat penambangan secara langsung. Gagasan penambangan awan cukup mudah dipahami.
Pengguna cukup menyewa layanan penambangan dari penyedia tertentu dengan membayar biaya berlangganan, baik bulanan maupun tahunan. Setelah itu, penyedia layanan akan melakukan penambangan menggunakan perangkat mereka, dan hasil penambangan akan dibagikan berdasarkan proporsi yang telah disetujui.
Meskipun terkesan mudah, pemilihan penyedia layanan penambangan awan harus dilakukan dengan hati-hati. Memilih platform yang terpercaya, memiliki reputasi yang baik, dan transparan dalam operasional sangatlah penting.
4. Masternodes
Masternode adalah metode untuk memperoleh pendapatan pasif dari cryptocurrency, tetapi tingkat kesulitannya lebih tinggi dibandingkan metode lain. Secara sederhana, masternode merupakan server khusus yang membantu dalam menjalankan dan menjaga keamanan jaringan blockchain.
Selain berfungsi menjaga keamanan, masternode juga memiliki peran tambahan seperti mempercepat transaksi, meningkatkan privasi, dan berpartisipasi dalam proses pemungutan suara atau pengambilan keputusan di dalam ekosistem blockchain.
Untuk menjalankan masternode, dibutuhkan investasi yang cukup besar karena perlu melakukan staking cryptocurrency dalam jumlah tertentu yang ditetapkan oleh jaringan. Di samping itu, keterampilan teknis juga sangat penting, khususnya dalam hal instalasi, pengaturan server.
5. NFT Royalties
NFT royalties adalah salah satu metode bagi kreator dan artis untuk mendapatkan pendapatan pasif dari karya digital mereka. Lewat mekanisme ini, kreator akan menerima persentase dari keuntungan setiap kali NFT yang mereka buat dijual kembali di pasar sekunder.
Dengan demikian, semakin sering NFT tersebut dijual, semakin besar pula potensi pendapatan yang bisa diperoleh. Potensi pendapatan dari NFT royalties sangat tergantung pada popularitas dan permintaan terhadap NFT itu.
Pasar NFT sendiri terkenal sangat tidak stabil dan kurang likuid, terutama setelah penurunan tren NFT pasca-boom pada tahun 2021/2022. Karena itu, kesempatan untuk mendapatkan pendapatan melalui NFT royalties bisa sangat bervariasi, bergantung pada kondisi pasar dan seberapa aktif NFT tersebut diperdagangkan.
6. Yield Farming
Yield farming adalah metode yang cukup dikenal untuk mendapatkan pendapatan pasif di dunia cryptocurrency, terutama di platform DeFi (Decentralized Finance).
Secara singkat, yield farming dilakukan dengan meminjamkan atau melakukan staking cryptocurrency pada platform tertentu untuk menyediakan likuiditas. Sebagai imbalan, pengguna akan mendapatkan bunga ataupun token tambahan dari platform tersebut.
Keunggulan yield farming terletak pada fleksibilitas dan potensi keuntungan yang cukup besar.
Pengguna dapat dengan mudah memindahkan aset mereka ke platform atau liquidity pool yang menawarkan hasil lebih tinggi, sehingga peluang untuk meraih keuntungan semakin terbuka.
7. Crypto Lending
Peminjaman crypto atau crypto lending merupakan salah satu cara yang banyak diminati untuk mendapatkan pendapatan pasif dari aset digital. Mekanisme kerjanya cukup jelas, yaitu dengan menyetorkan crypto ke platform tertentu agar dipinjamkan kepada pengguna lain.
Secara umum, terdapat dua kategori platform peminjaman crypto yang dapat digunakan, yaitu Peminjaman Terdesentralisasi dan Peminjaman Aset Dunia Nyata (Real-World Asset/RWA).
Peminjaman Terdesentralisasi
Peminjaman terdesentralisasi adalah bentuk pinjam-meminjam yang paling banyak digunakan dalam dunia DeFi (Decentralized Finance). Pada platform ini, lender cukup menyetor aset crypto ke dalam pool likuiditas. Dana tersebut dapat dipinjam oleh pengguna lain, dan lender akan mendapatkan keuntungan berupa bunga.
Beberapa platform peminjaman terdesentralisasi yang terkemuka saat ini Morpho (MORPHO). Platform-platform ini memiliki sistem otomatis untuk menjaga ketersediaan dana (likuiditas), menjamin keamanan aset, dan mengatur jaminan (collateral) dari peminjam.
Peminjaman Aset Dunia Nyata (RWA)
Selain meminjamkan aset crypto secara langsung, terdapat juga opsi peminjaman RWA yang memungkinkan lender memberikan dana kepada bisnis atau perusahaan nyata di dunia nyata. Perusahaan yang ingin meminjam dari platform ini biasanya telah melalui proses seleksi ketat dan audit untuk menjamin kelayakan dan kredibilitas mereka.
Seperti pada peminjaman terdesentralisasi, lender di platform RWA juga akan memperoleh keuntungan berupa bunga. Perbedaannya adalah, dana yang dipinjamkan digunakan untuk mendukung bisnis di dunia nyata yang memiliki arus kas.
Perlu diingat, semua aktivitas jual beli crypto memiliki resiko dan volatilitas yang tinggi karena sifat crypto dengan harga yang fluktuatif. Maka dari itu, selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan gunakan dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat (uang dingin) sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab para trader dan investor.rko
Editor : Redaksi