SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Hingga Kamis (15/5) pengganti Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, masih remang-remang. Beberapa pengurus DPP PDIP yang dihubungi Kamis (15/5), juga belum bisa menggambarkan kandidat kuat Sekjen PDIP Konggres.
Tapi, Wasekjen PDIP Utut Adianto mengatakan penentuan sekjen partai berada di tangan Megawati Soekarnoputri. Utut menyebut Megawati sebagai formatur tunggal dalam penentuan struktur partai.
"Kalau di PDI itu nggak pemilihan (terkait sekjen) misalnya Ibu (Megawati) aklamasi ketua umum, nanti Ibu yang menyusun kabinetnya, Ibu formatur tunggal," kata Utut di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (14/5/2025).
Utut mengatakan hingga kini belum mengetahui nama yang masuk bursa Sekjen PDIP. Utut menyebut untuk saat ini mengurusi hal yang lebih teknis di partai.
"Kan kalau itu kamu yang nanya, saya mana tahu (soal calon sekjen)," ungkapnya.
Minta Rp 2,5 Miliar ke Harun Masiku
Sebelumnya, mantan kader PDIP yang juga terpidana kasus suap Harun Masiku, Saeful Bahri, disebut mematok harga suap untuk Sekjen Kemendagri dan Sekjen DPR dalam memuluskan penggantian antarwaktu (PAW) anggota DPR untuk Harun Masiku. Donny mengatakan saat itu Saeful Bahri berencana meminta Rp 2,5 miliar kepada Harun Masiku.
Hal itu disampaikan pengacara PDIP Donny Tri Istiqomah saat menjadi saksi dalam sidang kasus dugaan suap pengurusan penggantian antarwaktu (PAW) anggota DPR untuk Harun Masiku dan perintangan penyidikan, dengan terdakwa Hasto Kristiyanto di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Kamis.
Mulanya, Donny mengaku terkejut terjaring OTT KPK pada 8 Januari 2020 dengan kasus dugaan suap ke eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan untuk PAW Harun Masiku.
"Ya justru saya surprised, ketika saya di-OTT, ditangkap, diamankan, ada Bu Tio (Agustiani Tio Fridelina eks anggota Bawaslu) di situ," kata Donny.
Jaksa lalu mendalami terkait uang-uang yang disiapkan untuk memuluskan rencana PAW Harun Masiku. Donny mengatakan saat itu Saeful Bahri meneleponnya dan mengaku akan meminta uang kepada Harun Masiku.
"Saeful telepon saya, saya ingat saya tugas teknis itu hanya mengantarkan surat dan melobi, tiba-tiba Saeful telepon saya, nanti aku mintakan duit kepada Harun," ujar Donny.
Uang tersebut, kata dia, akan dialirkan ke Sekjen Kemendagri, DPR, dan KPU.
"Sekitar Rp 2,5 M biayanya, saya masih ingat, Rp 1,5 M buat KPU, Rp 1 M buat Sekjen DPR, Rp 1 M buat Sekjen Kemendagri," ungkap Donny. n jk/erc/rmc
Editor : Moch Ilham