Antisipasi Penyakit Hewan Kurban, DPRD Jatim Ingatkan Pengawasan di Kandang dan Distribusi

author Riko Abdiono

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Menjelang Peringatan Hari Raya Idul Adha, anggota Fraksi PDIP DPRD Jawa Timur Erma Susanti mengingatkan pentingnya pengawasan lalu lintas hewan kurban, terutama di kandang dan titik distribusi. Pendampingan diperlukan dengan mengedepankan peningkatan ekonomi peternak di Jawa Timur.

Anggota komisi B DPRD Jatim itu menegaskan bahwa setiap momentum Idul Adha selalu menuntut kesiapan ekstra dari dinas terkait, terutama Dinas Peternakan, dalam memantau pergerakan hewan ternak.

Sehingga pemerintah wajib hadir mendampingi kelancaran kesehatan hewan ternak, distribusi dan peningkatan ekonomi para peternak yang mayoritas adalah warga desa.

"Tapi tentunya seperti biasa, setiap Idul Adha selalu ada pengawasan-pengawasan terkait penyakit tertentu," ujarnya saat ditemui di Gedung DPRD Jatim, Rabu (15/05/25).

Anggota DPRD Jatim Dapil Blitar-Tulungangung itu menyebutkan, perpindahan hewan ternak dari satu wilayah ke wilayah lain menjelang hari H harus memenuhi standar administrasi, seperti surat pengantar dari dokter hewan sebagai bentuk legalitas dan jaminan kesehatan hewan.

"Pasti nanti ada perpindahan. Dan perpindahan ini ada standar secara administrasi, seperti surat pengantar dari dokter hewan," jelasnya.

Dia mengingatkan agar tenaga pengawas dan petugas medis hewan benar-benar disiapkan sejak dini. Pengawasan di kandang-kandang hewan kurban harus dimaksimalkan untuk mengantisipasi potensi penularan penyakit seperti PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) atau zoonosis lainnya.

"Meminimalisir penyebaran penyakit harus mulai dari sekarang. Antisipasi itu penting. Jangan sampai nanti tidak ada tenaga atau fasilitas untuk memantau kondisi hewan," tegasnya.

Diharapkan, Pemprov Jatim segera menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik penampungan dan pasar hewan guna memastikan semua prosedur dijalankan dengan benar dan aman.

Seperti diketahui, Idul Adha 2025 sesuai klaender akan jatuh pada tanggal 6 Juni. Menjelang hari raya tersebut, stok sapi untuk kurban menjadi perhatian utama.

Berdasarkan data terbaru, populasi sapi potong di Jawa Timur pada tahun 2023 mencapai lebih dari 5 juta ekor, menjadikannya sebagai provinsi dengan populasi sapi terbanyak di Indonesia.

“Kami melihat ada transaksi ekonomi yang berputar di para peternak di Jawa Timur, nah itu patut untuk tetap dijaga di momen Idul Adha 2025 ini,” pinta politisi PDI Perjuangan Jatim yang terkenal vokal ini.

Namun, beberapa daerah mengalami penurunan jumlah sapi potong akibat wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), seperti yang terjadi di Kabupaten Tuban, yang mengalami penurunan dari 354.650 ekor pada tahun 2021 menjadi 266.378 ekor pada tahun 2023. Rko

Berita Terbaru

Sambut Ramadan, PLN UIT JBM Berdayakan Peternak Ayam Petelur di Desa Gili Timur

Sambut Ramadan, PLN UIT JBM Berdayakan Peternak Ayam Petelur di Desa Gili Timur

Selasa, 24 Feb 2026 17:18 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 17:18 WIB

SurabayaPagi, Bangkalan – Mengawali bulan suci Ramadan dengan semangat berbagi dan menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat, PT PLN (Persero) Unit Induk T…

‎Dalami OTT Wali Kota Nonaktif Maidi, KPK Panggil 2 ASN dan Pihak Swasta

‎Dalami OTT Wali Kota Nonaktif Maidi, KPK Panggil 2 ASN dan Pihak Swasta

Selasa, 24 Feb 2026 17:01 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 17:01 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan perkara dugaan pemerasan dan gratifikasi yang menjerat Wali Kot…

Indeks Daya Saing Lamongan Lampaui Rata-rata Nasional

Indeks Daya Saing Lamongan Lampaui Rata-rata Nasional

Selasa, 24 Feb 2026 16:59 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 16:59 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Berbagai program mulai jalan, meski banyak pekerjaan rumah yang menanti gebrakan bupati dan wakil bupati Lamongan, namun capaian…

‎Anggaran 10 Ribu Per Porsi, Menu MBG di SDN 01 Klegen Dinilai Jauh dari Standar Gizi

‎Anggaran 10 Ribu Per Porsi, Menu MBG di SDN 01 Klegen Dinilai Jauh dari Standar Gizi

Selasa, 24 Feb 2026 16:34 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 16:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di  SDN 01 Klegen Kota Madiun menuai kritikan. Dengan anggaran yang disebut-sebut Rp. 8.000 hi…

‎Input Swakelola di SiRUP Jadi Sorotan, Anggaran Rp 45 Miliar Dinkes Madiun Dikritisi

‎Input Swakelola di SiRUP Jadi Sorotan, Anggaran Rp 45 Miliar Dinkes Madiun Dikritisi

Selasa, 24 Feb 2026 16:32 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 16:32 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Kegiatan pengadaan barang dan jasa (PBJ) di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun tahun anggaran 2026 disorot. Anggaran swa…

Berpedoman Panca Cita, Tahun Pertama Jilid II Ning Ita Catat Indikator Positif

Berpedoman Panca Cita, Tahun Pertama Jilid II Ning Ita Catat Indikator Positif

Selasa, 24 Feb 2026 15:57 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 15:57 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto mencatat sejumlah capaian strategis dalam satu tahun kepemimpinan jilid kedua Wali Kota Ika…