Marsinah, Gelar Pahlawan Nasionalnya Ditunda

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

Diusulkan Buruh, Ditanggapi Presiden Prabowo dan Direspon Mensos

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Ada tokoh buruh yang mengusulkan Marsinah, aktivis dan buruh pabrik arloji masa Orde Baru sebagai pahlawan nasional. Usulan disampaikan dalam agenda May Day atau peringatan hari buruh sedunia 2025, di Monas, Jakarta Pusat, 1 Mei 2025.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf memastikan aktivis buruh Marsinah tidak akan mendapat gelar pahlawan nasional tahun ini. Ini karena masih dalam proses pengusulan.

"Syarat umum dan syarat khusus, masih dibahas  meliputi integritas moral dan keteladanan, jasa terhadap bangsa dan negara, berkelakuan baik, setia dan tidak menghianati bangsa dan negara, serta tidak pernah dipidana penjara. Syarat khususnya punya pengabdian nyata dan luar biasa bagi NKRI, pernah memimpin atau terlibat dalam perjuangan, tidak pernah menyerah, dan memiliki konsistensi dalam perjuangan, " kata seorang pejabat di Kemensos Jakarta, yang dihubungi Rabu (21/5).

Sehari sebelumnya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan Marsinah tidak akan dapat gelar tahun ini. "Waktunya tidak memungkinkan. Karena harus melalui proses kan, tetap harus melalui proses normal," kata Gus Ipul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/5).

Gus Ipul menjelaskan proses penetapan seseorang menjadi pahlawan nasional harus melalui tahapan pengusulan berjenjang mulai dari masyarakat hingga ke dewan gelar.

Ia menyinggung sejumlah sosok yang meraih gelar pahlawan nasional yang memerlukan waktu 1 hingga 3 tahun sejak diusulkan.

"Diproses oleh masyarakat, didiskusikan, lalu diserahkan ke bupati, wali kota dengan tim daerahnya, tim gelar pahlawan daerah. Setelah itu juga gubernur sama, buat tim juga, langsung kementerian sosial, nanti kita ke dewan gelar," tutur Gus Ipul.

 

Masih Tahapan Proses Pengusulan

Sementara itu, kata Gus Ipul, Marsinah masih dalam tahapan proses pengusulan dari masyarakat di daerah Nganjuk, Jawa Timur.

"Atensi (Presiden Prabowo) ya, tapi juga proses jalan gitu. Jadi saya kira usulan itu disambut dengan baik lah. Oleh para tokoh-tokoh buruh, juga oleh masyarakat setempat ya, disambut dengan baik," ujarnya.

Presiden RI Prabowo Subianto  mendukung usulan yang mendorong aktivis buruh Marsinah dijadikan pahlawan nasional.

Hal itu disampaikannya

saat Prabowo,  berpidato dalam agenda May Day atau peringatan hari buruh sedunia 2025, di Monas, Jakarta Pusat.

Prabowo semula mendengar aspirasi bahwa belum ada pahlawan nasional dari kalangan buruh. Ia lalu bertanya kepada pimpinan serikat buruh mengenai tokoh buruh yang dianggap cocok untuk mendapat gelar pahlawan nasional.

"Saudara-saudara, atas usul dari pimpinan tokoh buruh mereka sampaikan ke saya, 'Pak, kenapa sih pahlawan nasional tidak ada dari kaum buruh?'" tanya Prabowo di kawasan Monas, Kamis (1/5).

"Saya tanya, 'Kalian ada saran enggak? Coba kalian berembuk, usulkan pahlawan dari kaum buruh'," lanjutnya.

Tokoh buruh yang ada lantas mengusulkan Marsinah, aktivis dan buruh pabrik arloji masa Orde Baru sebagai pahlawan nasional.

Prabowo lantas menyatakan dukungan terhadap usulan dari aspirasi dan keinginan kalangan buruh.

"Dan mereka sampaikan, 'Pak, bagaimana kalau Marsinah jadi pahlawan nasional?' Asal seluruh pimpinan buruh mewakili kaum buruh sepakat,

"Saya akan mendukung Marsinah jadi pahlawan nasional," ucap Prabowo.

 

Buruh Pabrik era Orde Baru

Siapa Marsinah? Dikumpulkan dari berbagai sumber, Marsinah lahir pada 10 April 1969 di Nglundo, Nganjuk, Jawa Timur.  Ia merupakan anak kedua dari tiga bersaudara yang semuanya perempuan. Kakaknya bernama Marsini dan adiknya adalah Wijiati. Sementara itu, ayah Marsinah bernama Astin dan ibunya adalah Sumini. Keluarga mereka tinggal di desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk.

Marsinah pernah bekerja di sebuah perusahaan pengemasan barang sebelum akhirnya hijrah ke Sidoarjo dan bekerja di PT CPS pada 1990. Selama bekerja di PT CPS, Marsinah dikenal sebagai buruh yang vokal dan selalu memperjuangkan nasib rekan-rekannya. Marsinah adalah aktivis dalam organisasi buruh Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) unit kerja PT CPS.

Marsinah adalah aktivis buruh yang dibunuh dengan keji pada masa Orde Baru. Marsinah merupakan buruh di PT Catur Putra Surya (CPS), sebuah pabrik pembuat jam yang berada di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur.

Semasa hidup, Marsinah dikenal vokal menyuarakan hak-hak kaum buruh.  Perjuangan Marsinah pun terpaksa terhenti setelah ia diculik, disiksa, diperkosa, hingga dibunuh pada 8 Mei 1993.

Jenazah Marsinah ditemukan dalam kondisi mengenaskan di sebuah gubuk di daerah Wilangan, Nganjuk, Jawa Timur, sekitar 200 km dari tempatnya bekerja, pada 9 Mei 1993.

Pembunuhan Marsinah pun menjadi salah satu kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat yang pernah terjadi di Indonesia dan menarik perhatian dunia.

Marsinah merupakan aktivis dan buruh pabrik era Orde Baru. Ia menjadi buruh di Sidoarjo, kemudian diculik dan terbunuh pada 8 Mei 1993 setelah hilang selama tiga hari.

Jenazah Marsinah ditemukan di hutan dengan tanda-tanda bekas siksaan berat. Kasus ini lalu menjadi catatan Organisasi Buruh Internasional (ILO), dikenal sebagai kasus 1773. n ltb/erc/jk/rmc

Berita Terbaru

BeautyFest Asia by Popbela.com Hadir di Surabaya, Bagikan Promo Produk Kosmetik yang Sangat Menarik

BeautyFest Asia by Popbela.com Hadir di Surabaya, Bagikan Promo Produk Kosmetik yang Sangat Menarik

Minggu, 01 Nov 2026 18:01 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 18:01 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya- BeautyFest Asia by Popbela.com hadir melalui penyelenggaraan di Surabaya pada 30 Oktober–1 November 2026 di Convention Hall, Tunjungan …

Ratusan Botol Miras Disita Polisi dari Kafe di Ujungpangkah Gresik

Ratusan Botol Miras Disita Polisi dari Kafe di Ujungpangkah Gresik

Minggu, 01 Nov 2026 17:36 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 17:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Peredaran minuman beralkohol (miras) tanpa izin kembali ditertibkan aparat kepolisian. Kali ini, jajaran Polres Gresik menyasar s…

Industri Hulu Migas Butuh Talenta Lintas Disiplin, Mahasiswa UNAIR Diajak Siapkan Diri

Industri Hulu Migas Butuh Talenta Lintas Disiplin, Mahasiswa UNAIR Diajak Siapkan Diri

Minggu, 01 Nov 2026 17:21 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 17:21 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Tantangan menjaga ketahanan energi nasional tidak lagi hanya bertumpu pada kemampuan tenaga teknik. Industri hulu minyak dan gas bumi (…

Bangun Kepercayaan Pelanggan, Pemkot MAdiun Dorong UMKM Pakai Aplikasi Kasir Digital 'POS'

Bangun Kepercayaan Pelanggan, Pemkot MAdiun Dorong UMKM Pakai Aplikasi Kasir Digital 'POS'

Minggu, 01 Nov 2026 15:07 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 15:07 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Guna meningkatkan kualitas dan kepercayaan konsumen, Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, terus mendorong para pelaku UMKM, utamanya…

Dorong Perekonomian Daerah, Bupati Lumajang Kembangkan Sektor Pariwisata

Dorong Perekonomian Daerah, Bupati Lumajang Kembangkan Sektor Pariwisata

Minggu, 01 Nov 2026 14:38 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 14:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Sebagai salah satu langkah strategis dalam mendorong perekonomian di wilayah setempat, Bupati Lumajang Indah Amperawati tengah…

Pemkot Malang Buka Opsi Siapkan Perda Anggaran Cadangan Pilkada 2029

Pemkot Malang Buka Opsi Siapkan Perda Anggaran Cadangan Pilkada 2029

Minggu, 01 Nov 2026 14:33 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 14:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, Jawa Timur membuka opsi menyiapkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Dana Cadangan Pemilihan Kepala…