Bupati Probolinggo Terbitkan SK Pengakuan Masyarakat Adat Tengger

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Bupati Probolinggo Mohammad Haris (tengah) saat dialog budaya masyarakat adat Tengger di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Jember. SP/ PRB
Bupati Probolinggo Mohammad Haris (tengah) saat dialog budaya masyarakat adat Tengger di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Jember. SP/ PRB

i

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Bupati Probolinggo, Mohammad Haris menerbitkan Surat Keputusan (SK) Pengakuan Masyarakat Hukum Adat Tengger yang akan menjadi regulasi formal pertama pada tingkat kabupaten di wilayah Jawa Timur, sebagai upaya mengapresiasi filosofi dan menghormati alam.

"SK itu akan menjadi acuan, semoga bisa diikuti oleh kabupaten lain di sekitar kawasan TNBTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru) seperti Lumajang, Pasuruan dan Malang. Apalagi DPRD juga berencana menggagas Raperda Tentang Pengakuan Masyarakat Adat," kata Bupati Mohammad Haris, Rabu (11/06/2025).

Pasalnya, masyarakat Tengger memaknai bumi, air, api, dan udara, sebagai sesuatu yang suci dan harus dijaga, sehingga hal itu bukan sekadar ritual, tapi menjadi gaya hidup yang penuh respek terhadap alam.

"Saya mencontohkan bagaimana petani kentang di kawasan Bromo masih menjaga kelestarian tanah tanpa banyak bergantung pada pestisida. Rasa syukur masyarakat Tengger perlu dijadikan contoh, tidak hanya di Probolinggo, tapi juga secara nasional," tuturnya.

Bupati Haris juga menyampaikan tentang pentingnya mendokumentasikan sejarah masyarakat Tengger, termasuk kisah legenda Rara Anteng dan Joko Seger yang selama ini hanya dituturkan secara lisan.

"Kami ingin narasi itu tertulis dengan rujukan yang sahih agar bisa diwariskan ke generasi berikutnya. Itu penting agar tidak terjadi distorsi sejarah," katanya.

Lebih lanjut, adanya pelestarian budaya Tengger tersebut diharapkan dapat bersinergi dengan sektor pariwisata. Wilayah Gunung Bromo yang menjadi magnet wisatawan nasional dan internasional diyakini akan semakin kuat daya tariknya jika diintegrasikan dengan narasi budaya lokal. pr-01/dsy

Berita Terbaru

Dugaan Korupsi di Pajak dan BC Terlalu Banyak

Dugaan Korupsi di Pajak dan BC Terlalu Banyak

Jumat, 06 Feb 2026 00:40 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:40 WIB

MAKI: Kebocoran Penerimaan Negara Akibat Tata Kelola Pajak yang Buruk Sudah Masuk Kategori Darurat Nasional            SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Masya…

Menkeu Mulai Shock Therapy Pejabat Pajak dan BC

Menkeu Mulai Shock Therapy Pejabat Pajak dan BC

Jumat, 06 Feb 2026 00:37 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:37 WIB

34 Pejabat Bea Cukai dan  40-45 Pejabat Direktorat Jenderal Pajak Dibuang ke Tempat Sepi, dari Wilayah Gemuk Usai OTT KPK       SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - …

Restitusi Pajak Puluhan Miliar Diatur Pejabat Pajak Dalang Wayang Kulit

Restitusi Pajak Puluhan Miliar Diatur Pejabat Pajak Dalang Wayang Kulit

Jumat, 06 Feb 2026 00:32 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - KPK menyita barang bukti berupa uang saat operasi tangkap tangan (OTT) di KPP Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel).…

Guru dan Dosen Gugat ke MK, APBN Jangan untuk MBG

Guru dan Dosen Gugat ke MK, APBN Jangan untuk MBG

Jumat, 06 Feb 2026 00:28 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Penggunaan anggaran pendidikan dalam APBN untuk makan bergizi gratis (MBG) kembali digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Kali ini,…

Bulan Syaban

Bulan Syaban

Jumat, 06 Feb 2026 00:25 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Bulan Syaban merupakan bulan kedelapan dalam kalender Hijriah dan termasuk juga bulan mulia yang dimana letak waktunya berada…

Jokowi Ajak PSI Mati-matian, Diduga Pertahankan Dinastinya

Jokowi Ajak PSI Mati-matian, Diduga Pertahankan Dinastinya

Jumat, 06 Feb 2026 00:23 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:23 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Judul utama harian Surabaya Sore edisi Rabu (4/2) kemarin "PSI Siap Mati-matian Ikuti Jokowi". Judul ini terkesan bombastis. Tapi…