SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Sebelum berangkat haji, para calon jamaah haji biasanya menggelar acara yang disebut Walimatus Safar. Sedangkan syukuran menyambut orang yang pulang haji disebut Walimatul Naqiah.
Nah, pertanyaan spiritualnya, apakah seseorang sepulang Haji otomatis akan berperilaku lebih baik?. Ini salah satu amalan Sunnah yang dianjurkan sepulang Haji.
Ini adalah salah satu tanda bahwa ibadah hajinya diterima dan kebaikan diri terus meningkat.
Perubahan perilaku menjadi lebih baik adalah salah satu indikasi bahwa haji yang kita lakukan mabrur (diterima Allah SWT).
Sejujurnya, mudahkah capai mabrur setelah pulang haji.?
Pengalaman spiritual saya, jujur penuh tantangan.
Mencapai haji mabrur setelah pulang adalah sebuah perjalanan yang membutuhkan usaha dan komitmen. Meskipun ibadah haji telah selesai, saran saya, penting untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas ibadah serta perilaku sehari-hari.
Saya saya meninggalkan BAitullah, tempat yang suci kita, terasa sangat berat di hati, terutama jiwa yang ikhlas karena Allah Subhanahu wa Ta’ala saat menunaikan ibadah haji.
Pada saat meninggalkan Baitullah yang agung, saya merasa berada dalam hari-hari beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan musim-musim pendekatan diri kepada-Nya.
Jujur betapa membahagiakan saat-saat tersebut. Dalam hati, saya merenung apakah keta’atan akan menjadi terhenti saat pulang menuju tanah airmu? Dalam perjalanan ke bandara, saya merasa sedang berada dihadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala, disisi rumah-Nya yang agung. Juga teringat hari Arafah dan kehebatannya, serta hari-hari Mina dan keagungannya.
Oleh karena itu, saran saya, konsistenlah dalam keta’atan, bukalah lembaran baru dalam kehidupan kita, agar kita bisa mendapatkan ciri-ciri haji yang mabrur. Saya ingat pesan Al-Hasan al-Bashari rahimahullah yang berkata: Haji mabrur adalah : orang yang melaksanakan ibadah haji pulang dalam keadaan zuhud terhadap dunia dan senang terhadap akhirat.
Tantangan yang tidak ringan bagi pebisnis atau pegawai, meningkatkan kualitas diri sekaligus mendorong untuk terus berbuat baik.
Kita diajarkan mencontoh Nabi Muhammad SAW yang memiliki perilaku yang lebih baik setelah kembali dari perjalanan haji.
Menurut saya, dalam keseharian kita suka menjaga dan meningkatkan ibadah misal kanjutkan kebiasaan sholat tepat waktu, membaca Al-Qur'an, dan berzikir.
Bersikap damai dan tidak mudah memprovokasi orang lain. Dan perbaiki hubungan dengan sesama, berbuat baik, dan saling membantu.
Dan yang tak kalah penting untuk melanjutkan perjalanan hidup yang bahagia adalah mencari ilmu pengetahuan agama dan kehidupan untuk meningkatkan pemahaman dan wawasan. Iqro.
Pengalaman saya, berperilaku lebih baik setelah pulang haji adalah bagian penting dari adab.
Saya memberi testimoni, menjadi haji mabrur bukanlah perkara mudah, tetapi juga bukan hal yang mustahil. Dibutuhkan kesungguhan hati, kesiapan mental dan spiritual hidup bermasyarakat yang heterogen. ([email protected])
Oleh:
Hj. Lordna Putri
Editor : Moch Ilham