SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa gerak cepat membangun bangunan infrastruktur pengendalian banjir berupa bangunan pelimpah luapan air (spillway) di Jember. Spillway tersebut bertujuan mengatur aliran Sungai Tanggul yang terbagi dua dan berdampak terhadap terjaminnya ketersediaan air bagi lahan pertanian.
“Proyek pembangunan pelimpah sungai tanggul ini menjadi respons kami atas kondisi kritis yang ditimbulkan oleh perubahan alur Sungai Tanggul tersebut pasca banjir 2019 kemarin,” kata Khofifah.
Khofifah melanjutkan, pasca banjir tersebut banyak perubahan yang terjadi, seperti alur sungai yang memunculkan muara baru. Dampaknya, kondisi itu mengakibatkan petani mengalami defisit air, sehingga secara swadaya sampai detik ini menggunakan sumur pompa untuk menanami lahan pertaniannya.
“Alhamdulillah dengan bangunan pelimpah ini sawah yang sudah tidak teraliri selama enam tahun terakhir diharapkan bisa kembali dialiri,” tegas Khofifah.
Melihat kinerja brilian tersebut, Pengamat Politik Universitas Trunojoyo Madura, Surokim Abdussalam menerangkan pembangunan spillway itu menjadi bukti Khofifah selalu hadir di tengah masyarakat. Selain itu, ia juga mengapresiasi gerak cepat Khofifah membangun spillway tersebut.
“Kepemimpinan Khofifah selama ini terbukti responsif dan konsisten dalam mendorong program-program pro rakyat, khususnya bagi masyarakat bawah,” kata Surokim.
Oleh sebab itu, Surokim menegaskan, kerja konkret Khofifah tersebut memiliki dampak besar terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat bawah. Karenanya, ia meyakini, kepemimpinan Khofifah sudah tepat guna memperkuat pondasi kesejahteraan warga di Jatim.
“Berbagai program peningkatan sarana dan prasarana dasar yang digagas oleh Khofifah menunjukkan arah yang tepat dalam memperkuat pondasi kesejahteraan masyarakat,” ujar Surokim. Hk
Editor : Redaksi