137 Rumah Tidak Layak Huni Bakal Dibedah Wali Kota Ning Ita

author Dwi Agus Susanti

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari saat membuka sosialisasi bagi para calon penerima manfaat tahap pertama yang dilaksanakan di Pendapa Sabha Kridatama Rumah Rakyat, Jumat (13/6).
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari saat membuka sosialisasi bagi para calon penerima manfaat tahap pertama yang dilaksanakan di Pendapa Sabha Kridatama Rumah Rakyat, Jumat (13/6).

i

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto — Pemerintah Kota Mojokerto kembali melanjutkan Program Bedah Rumah Swadaya (BRS) sebagai bentuk nyata komitmen dalam mewujudkan rumah tinggal yang layak dan sehat bagi warganya. 

Tahun ini, sebanyak 137 rumah tidak layak huni akan dibedah dengan total anggaran sebesar Rp.3.087.000.000,-.

Pada tahap pertama penyaluran bantuan BRS ini, Dinas PUPRPerakim melakukan sosialisasi bagi para calon penerima manfaat tahap pertama yang dilaksanakan di Pendapa Sabha Kridatama Rumah Rakyat, Jumat (13/6).

Kepada para calon penerima bantuan, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menegaskan bahwa tujuan bantuan BRS ini untuk memberikan hunian yang layak, hunian yang sehat bagi warga Kota Mojokerto. 

“Tujuan utama program ini bukan untuk bersaing dalam hal kemewahan, tetapi agar panjenengan semua punya tempat tinggal yang sehat dan layak dihuni. Karena kesehatan itu mahal harganya. Meskipun sudah ada jaminan berobat gratis, tidak ada satupun dari kita yang ingin sakit. Semua ingin sehat, dan salah satu penentunya adalah lingkungan tempat tinggal,” tegas Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita.

Dalam kesempatan tersebut, Ning Ita menjelaskan bahwa masing-masing penerima bantuan akan memperoleh dana sebesar Rp 21 juta. Rinciannya, Rp17,5 juta untuk pembelian material bangunan dan Rp3,5 juta untuk upah tukang. Namun, bagi warga yang mampu mengerjakan perbaikan rumahnya secara mandiri, anggaran upah tersebut bisa dialihkan untuk menambah pembelian material.

“Ini bentuk stimulus dari pemerintah. Kalau ada warga yang memiliki tabungan atau mendapatkan dukungan dari sumber lain, bisa digunakan untuk menambah kualitas pembangunan. Jadi ada keleluasaan dalam pemanfaatannya,” imbuhnya.

Tak hanya fokus pada aspek fisik bangunan, Ning Ita juga mengajak seluruh warga untuk menjaga lingkungan tempat tinggal agar tetap bersih dan sehat. Ia menyoroti pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang sehat.

“Sampah jangan dibuang sembarangan ke sungai atau selokan. Harus dipilah sejak dari rumah. Sampah organik seperti sisa sayuran, kulit buah dipisahkan dari sampah anorganik seperti botol plastik dan kantong kresek. Sampah plastik bisa dibawa ke bank sampah. Ini bukan hanya soal kebersihan, tapi juga bagian dari gaya hidup sehat dan bertanggung jawab,” pesan Ning Ita.

Program BRS menjadi salah satu wujud keberpihakan Pemerintah Kota Mojokerto terhadap masyarakat berpenghasilan rendah. Melalui rumah yang sehat, diharapkan kualitas hidup warga meningkat, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang lebih bersih, aman, dan nyaman.

Dengan berlanjutnya program ini, Pemkot Mojokerto menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya menyentuh aspek infrastruktur besar, tetapi juga menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat, yaitu tempat tinggal yang layak dan sehat. Dwi

Berita Terbaru

Terdakwa Fu Liwen Disebut Berperan dalam Klaster Embong Kenongo, Polisi Ungkap Kaitan Jaringan Solo

Terdakwa Fu Liwen Disebut Berperan dalam Klaster Embong Kenongo, Polisi Ungkap Kaitan Jaringan Solo

Kamis, 24 Sep 2026 20:10 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 20:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya— Perkara dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang melibatkan sejumlah warga negara asing (WNA) di Surabaya mulai m…

Enam Jam Lebih Digeledah KPK, Kanwil ATR/BPN Jatim Dijaga Brimob Bersenjata Lengkap

Enam Jam Lebih Digeledah KPK, Kanwil ATR/BPN Jatim Dijaga Brimob Bersenjata Lengkap

Kamis, 24 Sep 2026 17:31 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 17:31 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih menggeledah Kantor Wilayah (Kanwil) Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional …

15 Warga Datangi Perumda Pasar Joyoboyo, Ajukan Permohonan Sewa Kios! Siap Ganti Pedagang Nakal

15 Warga Datangi Perumda Pasar Joyoboyo, Ajukan Permohonan Sewa Kios! Siap Ganti Pedagang Nakal

Kamis, 24 Sep 2026 16:56 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 16:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Sekitar 15 calon pedagang mendatangi kantor Perumda Pasar Joyoboyo Kota Kediri, Kamis (24/9). Mereka ingin menyewa kios atau los…

2.500 Personel Disiagakan dalam Operasi Aman Mataraman Semeru 2026 di Madiun Kota

2.500 Personel Disiagakan dalam Operasi Aman Mataraman Semeru 2026 di Madiun Kota

Kamis, 24 Sep 2026 15:51 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 15:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun – Sebanyak 2.500 personel gabungan TNI, Polri, dan instansi terkait disiagakan dalam Operasi Aman Mataraman Semeru 2026 untuk m…

KPK Telusuri Aset Maidi, Jemakir Ditanya Soal Alfamart 

KPK Telusuri Aset Maidi, Jemakir Ditanya Soal Alfamart 

Kamis, 24 Sep 2026 15:46 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 15:46 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami dugaan aset milik Wali Kota Madiun nonaktif Maidi. Dalam pemeriksaan ter…

Evaluasi Satgas MBG Ponorogo, IPAL dan SDM Jadi Catatan

Evaluasi Satgas MBG Ponorogo, IPAL dan SDM Jadi Catatan

Kamis, 24 Sep 2026 15:43 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 15:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo, Lisdyarita, memimpin langsung rapat evaluasi penting terkait percepatan pembangunan dapur…