SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Puluhan hingga ratusan truk diparkir hingga memblokade jalan depan Kantor Gubernur Jatim. Lalu lintas Jalan Pahlawan Surabaya pun lumpuh total.
Tak hanya itu, massa juga mengerahkan beberapa truk mengangkut sound horeg berukuran besar dan dihadapkan ke arah Kantor Gubernur Jatim. Massa kemudian memutar musik dengan volume keras-keras.
"Kami membawa sound horeg tujuannya agar didengar mereka yang di dalam [Kantor Gubernur]," kata Ketua Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT), Angga Firdiansyah saat ditemui di lokasi aksi, Kamis sore (19/6)
Mereka juga membawa dua keranda mayat serta bendera merah putih sepanjang 1.200 meter. Angga menyebut hal itu memiliki keadilan yang telah mati dan kemerdekaan yang belum di.dapatkan.
Sejak siang, ratusan sopir truk over dimension over loading (ODOL), berunjuk rasa . Aksi yang dimulai dari kawasan Puspa Agro, Jemundo, Sidoarjo ini menyebabkan antrean kendaraan mengular panjang.
Hampir seribuan sopir truk yang tergabung dalam Gerakan Sopir Jawa Timur akan menggelar aksi unjuk rasa menuntut penghentian operasi atau penindakan Over Dimension Over Loading (ODOL).
Angga Firdiansyah penanggungjawab unjuk rasa membenarkan, massa akan menyampaikan orasi di empat titik di Surabaya.
Siang pukul 10.30 WIB, ratusan sopir ODOL bersama truk bergerak menuju Surabaya. Ratusan truk tersebut akan menuju ke kantor Dinas Perhubungan, Polda Jatim, hingga Kantor Gubernur Jawa Timur.
Sepanjang perjalanan, massa berjalan lambat dengan kecepatan hanya sekitar 10 km/jam. Itu menyebabkan jalur dari Mojokerto ke Surabaya lumpuh total.
Sepanjang perjalanan, massa berjalan lambat dengan kecepatan hanya sekitar 10 km/jam. Ini yang menyebabkan jalur dari Mojokerto ke Surabaya lumpuh total.
Kemacetan paling parah terjadi di sekitar Taman, Sidoarjo. Dari arah Mojokerto, antrean kendaraan mengular dan nyaris tak bergerak. Sementara dari arah sebaliknya, yakni Surabaya ke Mojokerto, kepadatan terpantau hingga pertigaan Sukatindo.
Kendaraan roda empat kesulitan bergerak karena ruas jalan dipenuhi truk peserta aksi. Hanya kendaraan roda dua yang sesekali bisa melaju. n sb1/hi/rmc
Editor : Moch Ilham