SURABAYAPAGI.COM, Pasuruan - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak) Kabupaten Pasuruan masih mewaspadai ancaman Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Meski sejatinya, tren kasus ini cenderung mengalami penurunan.
Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Disnak Kabupaten Pasuruan, Panti Absari, mengatakan temuan sapi yang terjangkit PMK sudah ditangani.
"Terakhir, bulan Juni kemarin, ada temuan satu ekor sapi di Puspo,” ujarnya.
Berdasarkan data, per Juni 2025 kemarin, jumlah kasus PMK di Kabupaten Pasuruan tercatat lebih dari 200 kasus.
Ia merinci, sapi yang sakit, sebanyak 32 ekor, sembuh 201 ekor, mati 17 ekor, potong paksa 1 ekor, dan jual 3 ekor.
Kasus tersebut, banyak ditemukan di Kecamatan Grati, Prigen, Winongan, Pasrepan dan Purwodadi.
"Trend kasusnya terus turun, karena sejumlah upaya. Diantaranya vaksinasi berjalan, desinfektan hingga karantina,” sambung dia.
Selain itu, Komunikasi Edukasi Informasi (KEI) juga gencar dilakukan di lapangan. Baik oleh petugas teknis, paramedis dan Puskeswan.
Mereka selalu berkoordinasi dengan peternak dan para pemilik ternak.
Panti menegaskan, sejumlah upaya tak henti dilakukan. Mulai dari vaksinasi, desinfektan kandang sampai isolasi alias karantina ternak yang terjangkit PMK.
Selain itu, Komunikasi Edukasi Informasi (KEI) juga gencar dilakukan di lapangan. Baik oleh petugas teknis, paramedis dan Puskeswan.
"Trend kasusnya terus turun, karena sejumlah upaya. Diantaranya vaksinasi berjalan, desinfektan hingga karantina,” terangnya. ps-01
Editor : Moch Ilham