SURABAYAPAGI.com, Jombang - Para petani melon di Kabupaten Jombang mengeluhkan panen kali ini yang gagal lantaran dipicu akibat ketidakpastian cuaca seperti tantangan cuaca hujan dan kelembapan tinggi di wilayah tersebut.
Salah satunya milik Muslik, perani asal Dusun Pucanganom, Desa Pucangsimo, Kecamatan Bandar Kedungmulyo yang mengaku masih konsisten merawat tanaman melon yang baru berumur 35 hari dilahan satu hektare miliknya.
"Ini adalah tanam yang kedua. Tanaman pertama gagal panen karena kebanjiran. Sekarang, saya menanam melon jenis Amanda yang sudah berumur 35 hari," terangnya, Rabu (09/07/2025).
Lebih lanjut, Muslik menjelaskan banyaknya petani melon yang dilanda gagal panen tersebut lantaran saat ini adalah curah hujan yang tinggi, yang menyebabkan banyak tanaman melon layu.
"Kami rutin melakukan penyemprotan untuk menanggulangi hama, terutama jamur, terutama saat hujan. Biasanya, kami bisa menyemprot tiga kali seminggu," ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa biasanya melon dipanen pada usia 60 hari, dengan biaya yang dikeluarkan untuk satu hektare mencapai 50 juta rupiah.
"Biasanya, kami bisa memanen 35 ton, dan harga tahun lalu sekitar 5 ribu per kilogram. Semoga tahun ini harganya lebih tinggi agar kami bisa balik modal, karena tanaman melon sangat tergantung pada cuaca yang tidak menentu," pungkasnya.
Sehingga, adanya fenomena tersebut, pihaknya berharap agar pemerintah memberikan bantuan berupa biaya pupuk dan pestisida kepada petani di wilayahnya yang mengalami gagal panen. jb-01/dsy
Editor : Desy Ayu