Jumat Berkah

Kisah Sayyidina Husain

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Sayyidina Husain adalah putra dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib dan Sayyidah Fatimah az-Zahra, putri Rasulullah SAW.

 Beliau adalah cucu kesayangan Nabi SAW yang tumbuh dalam asuhan wahyu dan teladan kenabian.

Sayyidina Husein, juga dikenal sebagai Imam Husein.

Ia dikenal karena perannya dalam peristiwa Karbala, di mana ia gugur sebagai syahid pada tanggal 10 Muharram 61 H (10 Oktober 680 M). Peristiwa Karbala menjadi titik penting dalam sejarah Islam, khususnya bagi umat Syiah, yang memperingatinya sebagai simbol keberanian dan pengorbanan.

Perang Karbala terjadi karena penolakan Husein untuk mengakui kekhalifahan Yazid bin Muawiyah, yang dianggapnya tidak sah dan zalim.

 Husein memilih untuk mempertahankan kebenaran dan keadilan, meskipun harus menghadapi risiko besar.

Gugur sebagai Syahid:Husein gugur dalam pertempuran di Karbala, Irak, setelah menghadapi pasukan besar Yazid. Ia dikenal sebagai syahid karena mempertahankan prinsip-prinsip kebenaran dan keadilan Islam.

Peristiwa Karbala diperingati setiap tahun oleh umat Islam, terutama oleh umat Syiah, sebagai bentuk refleksi atas keberanian, pengorbanan, dan perjuangan menegakkan kebenaran

Begitulah dahsyatnya pertarungan kekuasaan di masa khilafah dulu. Mereka tidak segan membunuh cucu Nabi demi kursi khalifah. Apa mereka sangka Rasulullah tidak akan tahu peristiwa ini? Lantas apakah mereka yang telah membunuh Sayidina Husein kelak masih berharap mendapat syafaat datuknya Rasulullah di padang mahsyar

Dikutip dari buku Misteri Bulan Suro: Perspektif Islam Jawa karya Muhammad Sholikhin, Karbala merupakan salah satu kota suci bagi kaum Syiah di Irak. Lokasinya di sekitar 140 km di selatan Baghdad. Di kota ini terdapat makam Husain bin Ali bin Abi Thalib, keluarga dan pengikutnya yang dibunuh oleh pasukan Umayah, di bawah pimpinan Ubaidullah bin Ziyad, cucu Abu Sufyan.

Setelah wafatnya Muawiyah bin Abu Sufyan, kekuasaan berpindah kepada anaknya, Yazid bin Muawiyah, pada tahun 60 H. Penunjukan Yazid sebagai khalifah menuai penolakan dari banyak tokoh umat Islam, termasuk dari Sayyidina Husain.

Sikap penolakan ini bukan karena ambisi politik, tetapi karena Husain melihat banyak penyimpangan dalam pemerintahan Yazid, baik dalam hal akhlak, keadilan, maupun penyalahgunaan kekuasaan. Ia menolak untuk memberikan baiat (sumpah setia) kepada Yazid karena tidak ingin melegitimasi kepemimpinan yang zalim.

Mengutip buku Tragedi-Tragedi paling Memilukan dalam Sejarah Islam karya Muhammad Zulian Alfarizi, kaum muslimin di Kufah (Irak) mengirim banyak surat dan utusan yang menyatakan kesetiaan mereka dan meminta beliau datang ke Kufah untuk menjadi pemimpin umat di sana. Mereka berjanji akan membela dan mendukung Husain jika ia datang.

Setelah mempertimbangkan berbagai hal dan mengutus sepupunya, Muslim bin Aqil, ke Kufah terlebih dahulu, Husain akhirnya memutuskan untuk berangkat dari Makkah menuju Kufah bersama keluarga dan sejumlah kecil sahabat.

Namun, situasi di Kufah ternyata berubah drastis. Di bawah tekanan Gubernur Ubaidillah bin Ziyad, masyarakat Kufah mengingkari janji mereka dan membiarkan Muslim bin Aqil dibunuh. Husain pun akhirnya terjebak dalam perjalanan, hingga ia dan rombongannya dihentikan di padang Karbala oleh pasukan Yazid.

Pada 10 Muharram tahun 61 Hijriah, terjadilah tragedi memilukan. Husain dan keluarganya dikepung di Karbala, dalam keadaan sangat kehausan karena akses ke Sungai Eufrat ditutup. Pasukan Husain hanya berjumlah sekitar 70 orang, sementara pasukan Yazid yang dipimpin oleh Umar bin Sa'ad mencapai ribuan orang.

Meski berada dalam kondisi genting, Husain tetap menolak untuk tunduk dan memberi baiat kepada Yazid. Ia memilih berdiri tegak dalam kebenaran, meski harus berhadapan dengan maut.

Pertempuran akhirnya pecah. Satu per satu sahabat dan anggota keluarga Husain gugur dengan penuh kehormatan, termasuk keponakannya Qasim bin Hasan, putranya Ali Akbar, serta saudaranya Abbas bin Ali.

Ibnu Katsir dalam Kitab Al-Bidayah wan Nihayah mengisahkan, pada 10 Muharram pasukan Ubaidillah bin Ziyad memukul kepala Sayyidina Husain dengan pedang hingga berdarah. Lalu, Sayyidina Husain membalut luka di kepalanya dengan merobek kain jubahnya.

Dengan cepat, balutan kain terlihat penuh dengan darah. Saat itu ada pula dengan teganya melepaskan panah dan mengenai leher Sayyidina Husain. Namun, ia masih hidup sambil memegangi lehernya ia menuju ke arah sungai karena kehausan.

Kemudian pasukan itu mengepung dan tidak membiarkan Sayyidina Husain untuk minum. Ibnu Katsir juga mengatakan bahwa yang membunuh Sayyidina Husain dengan tombak adalah Sina bin Anas bin Amr Nakhai, lalu ia menggorok leher Sayyidina Husain dan menyerahkannya kepada Khawali bin Yazid.

Para ulama berselisih pendapat tentang waktu terbunuhnya Sayyidina Husain. Akan tetapi mayoritas menguatkan bahwa Sayyidina Husain wafat pada hari Asyura bulan Muharram tahun 61 H. Ibnu Hajar al-Asqalani juga menguatkan bahwa umur Sayyidina Husain saat wafat ialah 56 tahun. ([email protected])

 

 

Oleh:

Hj Lordna Putri

Berita Terbaru

Pria di Cerme Pamer Alat Kelamin ke Pengendara Perempuan, Polisi Sebut Sudah 30 Kali Beraksi

Pria di Cerme Pamer Alat Kelamin ke Pengendara Perempuan, Polisi Sebut Sudah 30 Kali Beraksi

Kamis, 10 Sep 2026 17:00 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 17:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Aksi seorang pria yang diduga kerap mempertontonkan alat kelaminnya kepada perempuan yang melintas di jalan sepi di wilayah K…

Rekomendasi Laptop Terbaik 2026, ASUS Andalkan Ketahanan dan Layanan Purnajual

Rekomendasi Laptop Terbaik 2026, ASUS Andalkan Ketahanan dan Layanan Purnajual

Kamis, 10 Sep 2026 16:26 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 16:26 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – ASUS memperkuat layanan purnajual untuk pengguna laptop di Indonesia. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperpanjang masa g…

Seorang Laki-laki Asal Malang Tewas di Kamar Kos-kosan Blitar

Seorang Laki-laki Asal Malang Tewas di Kamar Kos-kosan Blitar

Kamis, 10 Sep 2026 15:56 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 15:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Rabu ( 9 September 2026 ) pukul 17.00, warga Desa Tingal Kec.Garum Kab.Blitar di kejutkan adanya tewasnya seorang laki laki sekitar…

11 Anggota Fraksi Demokrat Absen saat Gubernur Bahas APBD 2027, Emil Pasang Badan

11 Anggota Fraksi Demokrat Absen saat Gubernur Bahas APBD 2027, Emil Pasang Badan

Kamis, 10 Sep 2026 15:53 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 15:53 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA — Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jawa Timur, Kamis (10/9/2026), dengan agenda penyampaian Nota Keuangan Gubernur atas Rancangan Perda …

Pemkot Mojokerto Dorong Perusahaan Tingkatkan Kesadaran Lindungi Pekerja lewat Jamsostek

Pemkot Mojokerto Dorong Perusahaan Tingkatkan Kesadaran Lindungi Pekerja lewat Jamsostek

Kamis, 10 Sep 2026 15:53 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 15:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Wakil Wali Kota Mojokerto Rachman Sidharta Arisandi meminta perusahaan dan pemberi kerja meningkatkan kesadaran dalam memberikan…

UMKM di Bondowoso Keluhkan Stok Beras Premium dan Medium Menipis

UMKM di Bondowoso Keluhkan Stok Beras Premium dan Medium Menipis

Kamis, 10 Sep 2026 15:23 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 15:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bondowoso - Baru-baru ini sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mulai mengeluhkan kesulitan mendapatkan beras jenis premium…