Pemkot Malang Buat Terobosan Tekan Kasus Bullying Anak dan Perempuan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyapa anak-anak yang menghadiri acara Peringatan Hari Anak Nasional di gedung UPT Perlindungan Perempuan Anak (PPA). SP/ MLG
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyapa anak-anak yang menghadiri acara Peringatan Hari Anak Nasional di gedung UPT Perlindungan Perempuan Anak (PPA). SP/ MLG

i

SURABAYAPAGI.com, Malang - Memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2025 di gedung UPT Perlindungan Perempuan Anak (PPA), Jalan Raya Sulfat, Blimbing, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang membuat terobosan untuk menekan jumlah kasus kekerasan maupun bullying pada anak dan perempuan.

Pasalnya, kasus kekerasan maupun bullying pada anak dan perempuan, Pemkot Malang mencatat kasus yang tidak sedikit. Pada 2024 lalu, jumlah laporan yang masuk mencapai 120 kasus kekerasan. Sedangkan pada periode Januari sampai Maret 2025 sudah terdapat 40 laporan kasus kekerasan terhadap kelompok rentan.

Sementara itu, saat ini kasus kekerasan kepada anak perlu mendapatkan perhatian serius. Sebab, mereka adalah generasi yang akan menjadi penerus bangsa di masa depan. Peningkatan kasus kekerasan dan bullying jelas berpotensi merusak masa depan generasi bangsa.   

"Mimpi kita semua adalah Indonesia Emas pada 2045. Untuk itu perlu dikuatkan perlindungan kepada anak. Harus bersama-sama berjuang menjadikan anak Indonesia agar mimpi itu bisa terwujud," ujar Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Senin (28/07/2025).

Dia menjelaskan, langkah konkret yang telah dilakukan pihaknya adalah membentuk perangkat daerah baru. Yaitu Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Malang. 

"UPT yang sebelumnya berada di bawah dinas sosial kami rencanakan menjadi dinas baru. Hal ini agar penanganan perlindungan anak lebih fokus," terangnya.

Wahyu berharap segera ada kesepakatan antara eksekutif dan legislatif tentang pembentukan dinas perlindungan perempuan dan anak. "Selain melakukan pencegahan, dinas yang baru bisa melakukan penanganan lebih cepat jika terjadi kasus. Karena mereka benar-benar fokus menangani perlindungan anak dan perempuan," tandas pria penghobi koleksi jam tangan itu. ml-01/dsy

Berita Terbaru

Amicus Curiae Mantan Menteri, Bela Wartawan

Amicus Curiae Mantan Menteri, Bela Wartawan

Kamis, 19 Feb 2026 18:28 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 18:28 WIB

Jaksa Dakwa Direktur Pemberitaan Jak TV, Buat Program dan Konten Bentuk Opini Negatif di Publik Terkait Penanganan Tiga Perkara Korupsi Minyak…

Prabowo tak Sungkan Akui Praktik ilegal di Depan Pengusaha AS

Prabowo tak Sungkan Akui Praktik ilegal di Depan Pengusaha AS

Kamis, 19 Feb 2026 18:27 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 18:27 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Washington DC - Presiden Prabowo Subianto mengakui saat ini Indonesia masih dipenuhi dengan praktik ilegal. Ia memberikan beberapa contoh…

PDIP Usik Kekuasaan Jokowi, Revisi UU KPK

PDIP Usik Kekuasaan Jokowi, Revisi UU KPK

Kamis, 19 Feb 2026 18:26 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 18:26 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah mengatakan pembicaraan undang-undang di DPR bukan terkait selera kekuasaan. "Bagi saya,…

AKBP Didik Tersangka Narkoba, Juga Disidang Etik

AKBP Didik Tersangka Narkoba, Juga Disidang Etik

Kamis, 19 Feb 2026 18:24 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 18:24 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Eks Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro, jalani sidang etik terkait kepemilikan barang bukti narkotika . "(Sidang etik…

Pengusir Nenek Elina Widjajanti Minta Damai, Tapi Ditolak

Pengusir Nenek Elina Widjajanti Minta Damai, Tapi Ditolak

Kamis, 19 Feb 2026 18:20 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 18:20 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Ingat  kasus yang menimpa Elina Widjajanti (80), yang menyita perhatian publik karena peristiwa kekerasan yang dialaminya. …

Maghfirah

Maghfirah

Kamis, 19 Feb 2026 18:18 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 18:18 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Sebagai manusia biasa, melakukan kesalahan dan dosa tentunya hal yang wajar. Namun, sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa …