Terancam Gagal Panen, 652 Hektare Tanaman Padi Diserang Hama Wereng

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ratusan lahan padi di Tulungagung diserbu hama wereng dan terancam gagal panen. SP/ TLG
Ratusan lahan padi di Tulungagung diserbu hama wereng dan terancam gagal panen. SP/ TLG

i

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Imbas diserang wabah hama wereng, sebanyak ratusan lahan padi milik warga di Tulungagung, Jawa Timur terancam gagal panen. Bahkan, wilayah yang terdampak hama wereng cokelat hampir merata di seluruh kecamatan. 

Berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan tim pengamat hama, serangan wereng terjadi 652,02 hektare. Dan untuk area yang terdampak paling banyak di antaranya di Kecamatan Bandung, Pakel, Besuki, Kauman dan sejumlah sentra tanaman padi lainnya.

"Dalam bulan Juli Agustus serangan bisa di katakan ledakan krn saat ini musim kemarau basah yg berdampak kelembaban pada area lahan padi," ujar Kepala Bidang perlindungan Tanaman, Dinas Pertanian Tulungagung Kristina Wahyu, Jumat (08/08/2025).

“Wereng dikatakan terkendali itu ketika jumlahnya per rumpun padi hanya kurang dari 20 ekor. Kalau sudah di atas itu harus dilakukan upaya pengendalian. Nah, kondisi sekarang memang cukup banyak," imbuhnya.

Sementara itu, tingkat serangan wereng di masing-masing lahan padi cukup bervariasi. Hal ini dipengaruhi oleh varietas padi yang ditanam hingga tingkat kelembaban.

Meski varietas padi memiliki tingkat kekerasan batang yang berbeda-beda, namun kondisi itu akan berpengaruh terhadap dampak yang ditimbulkan. "Ketan juga cukup rentan,"imbuhnya.

Saat ini, pihaknya juga melakukan penyediaan bufferstock pestisida dari APBD Tulungagung dan bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan sudah mengajukan permohonan pestisida ke dinas pertanian yang sudah direkomendasi oleh petugas POPT dan diketahui oleh PPL sesuai wilayah binaannya.

Selain itu, upaya pengendalian serentak tersebut juga beriringan dengan upaya pembasmian yang dilakukan oleh masing masing-masing secara mandiri. Dinas pertanian juga terus melakukan upaya pendampingan kepada kelompok tani melalui petugas di lapangan.

Tak hanya sekadar disemprot pestisida, pihaknya juga melakukan berbagai lain termasuk menggunakan pasir bercampur solar. Bahkan beberapa petani di sekitarnya telah menyerah dan membiarkan tanamannya mati. tl-01/dsy

Berita Terbaru

Hadir di Surabaya, BSI Fest Ramadan 2026 Bidik Inklusi Keuangan Syariah di Jawa Timur

Hadir di Surabaya, BSI Fest Ramadan 2026 Bidik Inklusi Keuangan Syariah di Jawa Timur

Kamis, 19 Feb 2026 23:42 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 23:42 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) menghadirkan BSI Fest Ramadan 2026 di Surabaya pada 19–22 Februari 2026. Kegiatan ini me…

Bukti Arkeologis Mengungkap Fakta Gajah Mada Lahir Di Gunung Ratu Ngimbang Lamongan Jawa Timur

Bukti Arkeologis Mengungkap Fakta Gajah Mada Lahir Di Gunung Ratu Ngimbang Lamongan Jawa Timur

Kamis, 19 Feb 2026 22:25 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 22:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Bukti Arkeologis mengungkap Flkakta Gajah Mada lahir di Gunung Ratu Ngimbang Lamongan Jawa Timur, dari Dewi Andogsari tidak …

PN Surabaya Vonis Debitur FIFGroup dalam Kasus Fidusia, Pelaku Utama Diganjal 3,5 Tahun

PN Surabaya Vonis Debitur FIFGroup dalam Kasus Fidusia, Pelaku Utama Diganjal 3,5 Tahun

Kamis, 19 Feb 2026 20:55 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 20:55 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya — Majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya menjatuhkan vonis bersalah kepada sejumlah debitur pembiayaan FIFGroup dalam perkara p…

Amicus Curiae Mantan Menteri, Bela Wartawan

Amicus Curiae Mantan Menteri, Bela Wartawan

Kamis, 19 Feb 2026 18:28 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 18:28 WIB

Jaksa Dakwa Direktur Pemberitaan Jak TV, Buat Program dan Konten Bentuk Opini Negatif di Publik Terkait Penanganan Tiga Perkara Korupsi Minyak…

Prabowo tak Sungkan Akui Praktik ilegal di Depan Pengusaha AS

Prabowo tak Sungkan Akui Praktik ilegal di Depan Pengusaha AS

Kamis, 19 Feb 2026 18:27 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 18:27 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Washington DC - Presiden Prabowo Subianto mengakui saat ini Indonesia masih dipenuhi dengan praktik ilegal. Ia memberikan beberapa contoh…

PDIP Usik Kekuasaan Jokowi, Revisi UU KPK

PDIP Usik Kekuasaan Jokowi, Revisi UU KPK

Kamis, 19 Feb 2026 18:26 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 18:26 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah mengatakan pembicaraan undang-undang di DPR bukan terkait selera kekuasaan. "Bagi saya,…