SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Dalam rangka memperlancar distribusi barang dan jasa (logistik), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan membangun JLU sepanjang 7,15 kilometer. Selain memudahkan arus logistik, memperluas distribusi hasil pertanian, dan menumbuhkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sepanjang jalur,
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi juga optimis JLU tersebut menjadi pemicu tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru di wilayah setempat. "Jalan ini tidak hanya untuk mengurangi kemacetan, tetapi juga membuka peluang tumbuhnya pusat ekonomi baru di Lamongan,” ujarnya, Senin (18/08/2025).
“Di sini nanti akan dibangun Pasar Ikan Lamongan yang saat ini memasuki progres pengurukan. Adapun investor-investor yang mulai bermunculan untuk mengembangkan usaha di kawasan ini, seperti Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan lainnya,” imbuhnya.
Diketahui, Yuhronur yang akrab disapa Pak Yes juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat yang telah menetapkan JLU sebagai proyek strategis nasional gagasan yang telah dirancang Pemkab sejak dua dekade lalu.
Ia menjelaskan bahwa proses pembebasan lahan didanai melalui pinjaman sebesar Rp50 miliar dari total pinjaman Rp200 miliar, yang kini telah lunas. “Pinjaman itu kami ambil pasca Covid, Rp150 miliar untuk pembangunan Jamula, dan Rp50 miliar untuk pembebasan lahan JLU. Alhamdulillah sekarang semuanya sudah lunas,” jelasnya.
Tak hanya JLU, Pemkab juga mulai merancang pembangunan Jalan Lingkar Selatan sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi kepadatan lalu lintas di kawasan Babat. “Kedepannya, walaupun belum jadi prioritas, Jalan Lingkar Selatan tetap kita rencanakan,” ungkap Pak Yes.
Tak lupa, Bupati Yuhronur menambahkan, jika pemkab setempat akan berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi bersama pihak terkait guna memastikan fungsi dan keselamatan jalan bisa terpenuhi secara optimal.
"Masa evaluasi berlangsung selama tahap pemeliharaan, yakni hingga September 2025," tambahnya. lm-02/dsy
Editor : Desy Ayu