SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Anda pernah dengar nama Abu Nawas? Ya! Abu Nawas, dalam Islam, dikenal sebagai seorang penyair Arab klasik yang hidup pada masa Dinasti Abbasiyah, khususnya pada masa pemerintahan Khalifah Harun al-Rashid dan Al-Amin.
Nama lengkapnya adalah Abu Ali Al-Hasan bin Hani Al-Hakami, tetapi lebih dikenal dengan nama Abu Nawas. Ia terkenal karena syair-syairnya yang jenaka, terkadang berisi kritik sosial, dan juga syair-syair religius yang menyentuh.
Abu Nawas hidup di kota Bagdad pada abad ke-8 Masehi di masa Khalifah Harun Ar-Rasyid dan Khalifah Al-Amin. Pada masanya, Abu Nawas lebih terkenal dengan karya sastra puisinya daripada kehidupan sufi dan humornya.
Julukan Abu Nawas ia peroleh semasa remaja di Basrah, Irak Selatan, tempat di mana dirinya dibesarkan. Penamaan Abu Nawas akibat rambutnya yang ikal dan panjang sebahu.
Kisah Abu Nawas dalam berbisnis jarang diceritakan secara spesifik, namun banyak kisah yang menunjukkan kecerdikannya dalam mencari solusi dan memanfaatkan situasi, yang bisa dianggap sebagai bentuk "berbisnis" dalam arti luas. Contohnya, kisah ketika ia meminta kue pada penjual dengan cara berdoa, atau kisah ketika ia "menjual" Raja Harun Al-Rasyid untuk membuktikan sesuatu.
Kisah-kisah Abu Nawas bisa dianggap sebagai inspirasi bagaimana berpikir kreatif dan cerdik dalam mencari solusi, meskipun bukan dalam konteks bisnis formal.
Abu Nawas seringkali memanfaatkan situasi yang ada untuk mendapatkan apa yang ia inginkan, seperti dalam kisah kue, di mana ia menggunakan doa untuk mendapatkan kue, atau dalam kisah "menjual" raja, di mana ia memanfaatkan kepercayaan diri raja untuk membuktikan sesuatu.
Ia selalu memiliki cara berpikir yang cerdik dan tidak terduga, yang membuatnya mampu keluar dari situasi sulit atau mendapatkan apa yang ia inginkan.
Meskipun ceritanya lucu dan menghibur, banyak kisah Abu Nawas yang mengandung pesan moral yang dalam, seperti tentang pentingnya melihat sesuatu dari berbagai sisi, atau tentang bagaimana manusia seringkali menilai orang lain dari penampilan.
Kisah-kisah Abu Nawas tidak menunjukkan ia berbisnis dalam arti sebenarnya (jual beli), melainkan lebih pada bagaimana ia memanfaatkan situasi dan kecerdasannya untuk mendapatkan keuntungan atau mencapai tujuannya.
Secara keseluruhan, kisah-kisah Abu Nawas bisa dianggap sebagai inspirasi bagaimana berpikir kreatif dan cerdik dalam mencari solusi, meskipun bukan dalam konteks bisnis formal.
Abu Nawas mengajarkan bahwa setiap masalah pasti ada jalan keluarnya asal kita mau berpikir kreatif dan tidak mudah menyerah.
Dalam cerita-cerita tersebut, Abu Nawas digambarkan sebagai seorang yang cerdas dan panjang akal, serta kerap berhasil keluar dari berbagai situasi sulit yang dialami. Meski kisah-kisah itu mungkin bukanlah kejadian yang sebenarnya, Abu Nawas sendiri adalah tokoh yang benar-benar ada. ([email protected])
Oleh:
Hj Lordna Putri
Editor : Moch Ilham