SURABAYAPAGI.com, Tuban - Adanya program makan bergizi gratis (MBG) yang sudah mulai berjalan ternyata berpengaruh terhadap omzet pedagang kantin sekolah. Pasalnya, adanya program tersebut mengakibatkan omzet mereka merosot hingga 50 persen.
Salah satunya yang dirasakan Mursimun, salah satu pedagang kantin di SMPN 6 Tuban, terlihat duduk termangu sambil berpangku tangan, memandang ke arah petugas satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang lalu lalang mengantar menu MBG untuk para siswa sekolah setempat.
Sementara di sisi sebaliknya, sejak program MBG menyasar sekolah tempatnya berdagang, kondisi kantinnya perlahan sepi. Tidak ada lagi siswa yang membeli makanan di kantinnya.
Satu-satunya jualan yang masih bisa diandalkan hanya snack. Dan saking sepinya, kini omzet hariannya merosot hingga 50 persen. Kondisi tersebut memaksa Mursi sapaan akrabnya, harus mencari penghasilan tambahan di luar kantin sekolah.
“Sebelum ada MBG, biasanya bisa mengumpulkan omzet Rp 1,2-1,5 juta dalam sehari, kini rata-rata hanya Rp 500 ribu,” katanya, Senin (25/08/2025).
Kendati masih ada sebagian siswa yang membeli makan, namun jumlahnya sangat sedikit. Sebab, jika kondisi seperti ini terus berlanjut, usaha kantinnya terancam gulung tikar.
Jika sebelum ada MBG bisa menghabiskan 7-8 kg beras, kini mentok hanya 3-4 kg saja. Kadang malah lebih sedikit. Menurutnya, andai program MBG diserahkan kepada pedagang kantin di masing-masing sekolah pasti akan sejahtera.
“MBG di sini (SMPN 6, Red) biasanya datang saat makan siang, jadi kalau istirahat pertama masih anak-anak ada yang sarapan di kantin,” ujarnya.
Senada diungkapkan Herlin Agustina, penanggung jawab kantin di SDN Kutorejo I, mengungkap, jika omzet pedagang di kantin sekolahnya juga turun drastis. Rata-rata 50 persen, bahkan lebih.
“Sebelum ada MBG kami pasti memasak menu makanan untuk anak-anak setiap hari, tapi sekarang hanya memasak di hari Sabtu, saat tidak ada MBG. Selain itu, jumlah jajanannya juga mau tidak mau harus dikurangi,” ujarnya.
Lebih lanjut dia menyampaikan, penurunan omzet pedagang di kantin-kantin sekolah juga terjadi pada pedagang lainnya. Sebab, anak-anak akan mengurangi kebiasaan jajan di kantin sekolah saat waktu istirahat tiba. Diganti makan siang gratis dari pemerintah. tb-01/dsy
Editor : Desy Ayu