Waspada Kemarau, BPBD Ponorogo Petakan 18 Desa Rawan Kekeringan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Anggota BPBD Kabupaten Ponorogo melakukan asesmen wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan. SP/ PNG
Anggota BPBD Kabupaten Ponorogo melakukan asesmen wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan. SP/ PNG

i

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Mengantisipasi musim kemarau yang akan terjadi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo telah memetakan ada 18 desa di tujuh kecamatan yang berpotensi mengalami kekeringan di tahun ini. Pasalnya, sejak Agustus Jawa Timur resmi masuk musim kemarau.

"Total ada 18 desa di 7 kecamatan yang terpetakan rawan kekeringan," ungkap Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo, Agung Prasetyo, Kamis (28/08/2025).

Diketahui, pemetaan tersebut dilakukan menindaklanjuti rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). "Nah, menindaklanjuti dari rilis BMKG, BPBD Kabupaten Ponorogo melakukan pemetaan wilayah-wilayah yang berpotensi kekeringan. Khususnya wilayah yang tahun 2024 lalu memang sempat terdampak," jelasnya.

Menurut Agung, tahun lalu ada tujuh kecamatan di Ponorogo yang mengalami kekeringan. Namun, hingga pekan kedua Agustus tahun ini, BPBD belum menerima permintaan bantuan dropping air bersih.

"Karena mungkin di saat kemarau basah ini, Kabupaten Ponorogo masih juga selalu diguyur hujan beberapa waktu terakhir. Dan nyaris merata hujannya, dari Kecamatan Ngebel sampai Badegan," terangnya.

Meski begitu, BPBD tetap menyiapkan langkah antisipasi. Tujuh kecamatan rawan kekeringan tersebut meliputi Kecamatan Badegan, Sampung, Slahung, Sooko, Sawoo, Bungkal, dan Pulung.

"Desanya kurang lebih ada 18 desa, lalu dukuhnya ada 28 dukuh," papar Agung.

Diketahui, beberapa desa yang rawan kekeringan antara lain Desa Dayakan dan Karangan di Kecamatan Badegan. Lalu Desa Duri, Wates, dan Tugurejo di Kecamatan Slahung. Kemudian Desa Munggu dan Belang di Kecamatan Bungkal, Desa Pangkal dan Tumpuk di Kecamatan Sawoo, serta Desa Sidoharjo dan Karangpatihan di Kecamatan Pulung. pn-01/dsy

Berita Terbaru

Ekonomi RI Tumbuh 5,47%, Airlangga: Lebih Tinggi dari China dan Jerman

Ekonomi RI Tumbuh 5,47%, Airlangga: Lebih Tinggi dari China dan Jerman

Jumat, 06 Nov 2026 07:32 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 07:32 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa fondasi perekonomian Indonesia masih menunjukkan kinerja…

IHSG Ditutup Menguat

IHSG Ditutup Menguat

Jumat, 06 Nov 2026 07:31 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 07:31 WIB

SURABAYAPAGI.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore ditutup menguat ditopang oleh kombinasi sentimen dari tingkat…

Menekraf Sebut Sektor Digital Jadi Potensi Baru Ekraf Di Cirebon

Menekraf Sebut Sektor Digital Jadi Potensi Baru Ekraf Di Cirebon

Jumat, 06 Nov 2026 07:28 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 07:28 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf ) Teuku Riefky Harsya menyebut sektor digital menjadi salah satu potensi ekonomi kreatif (ekraf ) di Kota…

Utang Pemerintah 2026 Tembus Rp 1.600 Triliun

Utang Pemerintah 2026 Tembus Rp 1.600 Triliun

Jumat, 06 Nov 2026 07:25 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 07:25 WIB

SURABAYAPAGI.com - Berdasarkan perkiraan Kementerian Keuangan, kebutuhan pembiayaan utang pemerintah Indonesia pada 2026 diperkirakan mencapai lebih dari Rp…

Jumat Berkah: Tidak Ada Kejahatan yang Sempurna

Jumat Berkah: Tidak Ada Kejahatan yang Sempurna

Jumat, 06 Nov 2026 07:24 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 07:24 WIB

Oleh: Hj. Lordna Putri Ini adalah terjemahan dari Adagium hukum paling terkenal di dunia: “Summum Ius Summa Iniuria”* (Cicero - Romawi) artinya: Keadilan Ter…

Gerindra Minta Polisi Periksa Teddy

Gerindra Minta Polisi Periksa Teddy

Jumat, 06 Nov 2026 07:20 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 07:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Pendiri Partai Gerindra Rahmat Sorialam Harahap, S.H., meminta Bareskrim Polri mendalami setiap informasi dan petunjuk yang relevan…