SURABAYA PAGI, Madiun – Dua organisasi mahasiswa, yakni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Madiun dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas PGRI Madiun (Unipma), resmi menunda agenda audiensi dengan DPRD Kabupaten Madiun yang semula dijadwalkan berlangsung pada Senin (1/9/2025).
Dalam keterangan pers, Ketua GMNI Cabang Madiun Nikolaus Leontin Ama Beta menyatakan penundaan dilakukan agar dialog berjalan pada situasi yang lebih tepat. “Kami menunda pelaksanaan audiensi hingga kondisi benar-benar memungkinkan dan kondusif,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua Komisariat PMII Unipma, Tatag Galih Cahyoko. Menurutnya, agenda yang membahas program beasiswa mahasiswa dan transparansi APBD Kabupaten Madiun perlu digelar secara menyeluruh dan bertanggung jawab. “Kami jadwalkan ulang agar proses audiensi berlangsung objektif, komprehensif, dan penuh tanggung jawab,” terangnya.
PMII juga meluruskan adanya kesalahpahaman terkait surat undangan yang sebelumnya ditujukan kepada media. Tatag menegaskan surat tersebut bukanlah ajakan aksi, melainkan undangan peliputan audiensi. “Ada tafsir keliru yang menyebut surat itu seruan aksi. Padahal tidak ada kaitannya sama sekali,” tegasnya.
Audiensi ini sejatinya merupakan tindak lanjut dari pertemuan pada 27 Agustus 2025. Saat itu, mahasiswa hanya ditemui Sekretaris DPRD sehingga dijadwalkan ulang dengan menghadirkan Ketua DPRD serta delapan OPD terkait. Namun, menjelang pelaksanaan, muncul isu lain di masyarakat yang kemudian menimbulkan kerancuan dengan undangan media tersebut.
Kedua organisasi mahasiswa menegaskan penundaan diambil demi menghindari potensi gesekan dan provokasi yang dapat mengganggu jalannya dialog. “Langkah ini adalah komitmen mahasiswa untuk menjunjung keterbukaan, transparansi, dan dialog sehat demi kepentingan bersama,” pungkas Tatag.
Dengan penundaan ini, GMNI dan PMII berharap publik tidak lagi salah menafsirkan maksud dari undangan media dan tetap memahami semangat mahasiswa dalam menyuarakan aspirasi secara damai dan bertanggung jawab. (man)
Editor : Redaksi