SURABAYAPAGI.com, Kediri - Viralnya demo dimana-mana terkait tuntutan DPR RI juga terjadi di Kabupaten Kediri. Sejumlah benda bersejarah ikut dijarah dalam peristiwa yang melanda Gedung Pemkab dan DPRD Kabupaten Kediri. Peristiwa itu bermula sekitar pukul 19.15 WIB.
Sebanyak ratusan orang merangsek ke Kantor DPRD Kabupaten Kediri di Jalan Soekarno-Hatta, Desa Sukorejo, Kecamatan Ngasem. Awalnya, massa hanya merusak papan nama, tiang bendera, dan kursi di halaman depan, lalu membakarnya.
Tidak hanya fasilitas kantor yang dirusak dan dibakar massa, sejumlah artefak penting di Museum Bagawanta Bhari-yang berada di kompleks belakang Pemkab Kediri-juga hilang dibawa penjarah.
Bahkan, barang-barang kantor seperti kipas angin, televisi, kursi, peralatan percetakan, hingga sepeda motor diangkut keluar. Sambil bersorak, massa membawa hasil jarahan ke jalan raya.
Bahkan, sejumlah benda peninggalan bersejarah yang tersimpan di dalamnya ikut menjadi korban penjarahan. Berdasarkan catatan, tiga artefak yang dinyatakan hilang antara lain:
Ketua Dewan Kesenian Jawa Timur, Imam Mubarok, mengecam keras tindakan brutal massa yang merusak peninggalan sejarah tersebut. Menurutnya, kerugian kali ini bukan sekadar persoalan materi, melainkan juga menyangkut nilai budaya dan sejarah yang tidak tergantikan.
"Ini bukan hanya soal kerugian barang, tapi kehilangan nilai sejarah. Artefak yang dijarah adalah bukti perjalanan panjang peradaban Kediri," tegas Imam, Senin (01/09/2025). kd-01/dsy
Editor : Desy Ayu