SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Kehadiran produsen otomotif asal China jelas menjadi tantangan besar bagi pabrikan mapan yang sudah lama berkiprah, salah satunya Honda. Lantaran, China terus agresif memperluas pasar ke berbagai negara, termasuk Australia.
Namun, Honda menegaskan tidak gentar menghadapi serbuan ini. Pihaknya memiliki posisi unik sebagai merek Jepang dengan citra mainstream premium. Artinya, bukan sekadar menjual volume dengan harga murah, tetapi menawarkan kombinasi kualitas tinggi, nilai lebih, dan pelayanan pelanggan yang kuat.
“Secara global, Honda berada di ruang unik sebagai merek arus utama premium. Filosofi kami adalah memberikan produk bernilai tinggi dengan kualitas terbaik kepada pelanggan,” jelas CEO Honda Australia Jay Joseph, Senin (08/09/2025).
Lebih lanjut, Honda tidak berusaha memposisikan ulang dirinya menjadi merek mewah. Namun, reputasi dan kepercayaan yang sudah dibangun Honda selama ini menjadi tameng penting menghadapi gempuran merek-merek baru, khususnya dari China.
“Itu bukan aspirasi kami. Di Amerika Serikat, kami sudah memiliki Acura yang bermain di segmen tersebut. Di sini, kami tidak berperilaku seperti merek volume karena proposisi nilai Honda bukan hanya produk atau harga, tapi juga cara kami merawat pelanggan,” jelasnya.
“Jika Anda melihat beberapa pendatang baru, sering ada laporan konsumen yang harus menunggu berminggu-minggu karena suku cadang tidak tersedia,” imbuhnya.
Berbeda dengan itu, Honda memiliki jaringan nasional yang mapan dan mudah diakses konsumen, baik untuk layanan perawatan maupun kebutuhan sehari-hari.
“Itu adalah kepercayaan yang telah kami bangun bersama pelanggan kami, dan kami berkomitmen untuk menjaganya. Dan bagi kami, itu memiliki nilai yang sangat penting,” pungkas Joseph. jk-04/dsy
Editor : Desy Ayu