SURABAYAPAGI.com, Pamekasan - Program Makanan Bergizi (MBG) yang sempat jadi prioritas Presiden Prabowo Subianto kini sudah rata dilaksanakan, salah satunya di Pamekasan. Namun, sayangnya sebanyak puluhan siswa mengalami keracunan usai menyantap makanan dari program tersebut.
Insiden tak terduga tersebut terjadi di Pondok Pesantren (PP) Ziyadatut Taqwa, Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan. Usai menyantap menu nasi goreng dengan irisan telur dan ayam suwir. Beberapa siswa yang mengkonsumsi makanan tersebut langsung mengalami gejala mual, muntah, dan diare.
Akibatnya, sekitar 20 siswa terpaksa dilarikan ke Puskesmas Tlanakan untuk mendapatkan perawatan medis. Hingga kini, sebagian besar korban telah dipulangkan, namun tiga siswa masih menjalani perawatan intensif.
"Benar, ada 20 siswa yang dirawat. Mereka mengalami gejala pusing, muntah, dan diare," jelas Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, Saifudin mengkonfirmasi, Kamis (11/09/2025).
Kejadian serupa juga dialami siswa TK Al-Falah, Desa Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan, setelah menyantap makanan MBG yang sama.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Ketua DPRD Pamekasan, Aldi Maskur, yang langsung menjenguk para korban, menyatakan prihatin atas insiden tersebut. Ia meminta program MBG di wilayah Tlanakan untuk sementara dihentikan.
"Kami minta hentikan dulu pemberian makanan bergizi di wilayah Tlanakan. Harusnya pihak ahli gizi intens mendampingi saat proses pembuatan makanan tersebut," tegas Aldi.
Menurutnya, kejadian ini sangat disayangkan. "Makanan yang seharusnya bergizi malah sebaliknya membuat anak-anak keracunan," tambahnya.
Saat ini, selain menangani para pasien secara intensif, Dinkes juga melakukan investigasi menyeluruh ke dapur gizi penyedia MBG di wilayah setempat agar kejadian serupa tidak terulang. pm-01/dsy
Editor : Desy Ayu