Siskamling, Enak Diucapkan, Abot Dilaksanakan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Raditya M Khadaffi
Raditya M Khadaffi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Mendagri Tito Karnavian menerbitkan Surat Edaran (SE) yang isinya memerintahkan pengaktifan sistem keamanan lingkungan atau siskamling dan pos ronda tingkat RT/RW. Tito juga meminta jajaran pejabat eselon I Kemendagri memantau pelaksanaan siskamling di berbagai daerah.

Dilansir Antara, Selasa (9/9), perintah Mendagri itu tertuang dalam SE Nomor 300.1.4/e.1/BAK tanggal 3 September 2025 tentang peningkatan peran Satlinmas terkait penyelenggaraan ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat (trantibumlinmas) yang kondusif di daerah.

SE Mendagri memuat tiga hal pokok. Pertama, meningkatkan peran Satlinmas dalam menjaga ketenteraman dan ketertiban masyarakat.

Kedua, peningkatan kewaspadaan dini RT/RW dengan diaktifkannya Siskamling dan pos ronda. Ketiga, mekanisme pelaporan berbasis digital melalui Sistem Informasi Manajemen Pelindungan Masyarakat (SIMLinmas).

 

***

 

Pengamatan saya di kampung, Siskamling tidak dapat bekerja optimal tanpa sinergi dari seluruh warga. Artimya semua wargs harus bahu-membahu, saling menjaga, dan melaporkan setiap hal yang mencurigakan kepada petugas keamanan. Itu di kampung Gubeng Airlangga. Tapi di Kupang Baru, berbeda. Siskamlingnya, diborongkan ke beberapa hansip. Warga dimintai iuran untuk membayar tenaga jaga.

Dari dua kampung itu saya tak menemukan struktur organisasi Siskamling . Semuanya diserahkan senior hansip langsung ke RT.

Kesannya, Siskamling "abot dikerjakan" warga dalam melaksanakan sistem keamanan lingkungan (Siskamling). Termasuk  kegiatan patroli rutin oleh warga.

Mengapa Siskamling bisa terasa "Abot" (Berat)?

Bisa terjadi karena warga kurang termotivasi atau merasa kegiatan ini membebani waktu mereka.

Apalaagi, berkurangnya potensi kejahatan. Ini yang membuat warga merasa kurang urgensi untuk berpartisipasi, meskipun ini adalah pandangan yang kurang tepat.

Maklum di kota Surabaya. Budaya gotong royong dan kebersamaan mungkin mulai berkurang seiring dengan perkembangan zaman.

 

***

 

Pertanyaannya, mengapa Siskamling baru dihidupkan kembali pasca demonstrasi 28 Agustus 2025?

Padahal kerusuhan bukan di kampung. Tapi di jalanan. Kejadian di kampung adalah penjarahan.

Catatan jurnalistik saya, sejarah Siskamling (Sistem Keamanan Lingkungan) di Indonesia punya akar panjang dan erat kaitannya dengan budaya gotong royong masyarakat.

Melansir dari laman Desa Tenjolayar, bentuk paling sederhana dari Siskamling adalah ronda malam atau jaga kampung . Konon ini sudah ada sejak masa kerajaan dan kolonial. Pada masa itu, masyarakat melakukan ronda secara bergiliran untuk menjaga keamanan desa, melindungi dari pencurian, perampokan, maupun gangguan lain. Pemerintah mulai menata sistem keamanan berbasis masyarakat. Tahun 1980-an, Siskamling resmi dijadikan program nasional.

Gagasan pengamanan swakarsa pertama kali diperkenalkan oleh Kepala Polisi Awaloedin Djamil, yang mengembangkan konsep mulai dari ronda kampung atau siskamling di lingkungan masyarakat hingga bentuk pengamanan di sektor industri seperti satuan pengamanan (satpam).

 Dalam pelaksanaannya, siskamling melibatkan masyarakat sipil sebagai ujung tombak. Sementara itu, tugas pengawasan dan penanggung jawab kegiatan harian di lapangan umumnya diemban oleh seorang hansip.

Di kota kota besar, Siskamling, rasanya enak Diucapkan, tapi abot atau berat dilaksanakan. Akhirnya sejumlah warga urunan rekrut warga yang bersidia ronda malam hari. Ada yang menyebut hansip, dan ada yang menamai security kampung.

Sejak dulu,  Siskamling diatur dalam Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Perkapolri) Nomor 23 Tahun 2007.

Bupati  Pasuruan Rusdi Sutejo menginstruksikan kepada ASN dan masyarakat Pasuruan untuk menggiatkan Siskamling di 24 kecamatan kota. Hal ini disampaikan saat Apel Pagi Bersama, sebagai langkah mencegah kerawanan sosial dan memperkuat keamanan komunitas pascaprotes nasional.

Praktis, sistem keamanan lingkungan (Siskamling) saat ini hampir sudah tidak diterapkan lagi di kota kota besar.

Masyarakat lebih memilih membayar satpam untuk menjaga lingkungan mereka.

Mereka ditugaskan jaga malam hari  sambil berkeliling lingkungan rumah. Berkeliling bertujuan terhadap penanggulangan terhadap fenomena dan situasi lingkungan, dengan cara mencermati setiap gejala awal, kemudian menemukan penyebab yang potensial.

Paling tidak jika ada hal yang mencurigakan . Sekaligus mencegah terjadinya kejahatan atau hal lainnya.

Secara konseptual Siskampling salah satu cara preventif  mencegah timbulnya ancaman keamanan melalui kegiatan pengaturan, penjagaan, dan patroli atau perondaan. Kan begitu pak Mendagri. ([email protected])

Berita Terbaru

Gelar Recovery Air Bushing 500 kV di GISTET Paiton, PLN Perkuat Keandalan untuk Stakeholder Strategis

Gelar Recovery Air Bushing 500 kV di GISTET Paiton, PLN Perkuat Keandalan untuk Stakeholder Strategis

Sabtu, 11 Apr 2026 21:00 WIB

Sabtu, 11 Apr 2026 21:00 WIB

SurabayaPagi, Probolinggo - PLN kembali menunjukkan respons cepat, sigap, dan terukur dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan di Jawa Timur, khususnya pada…

IBT GISTET 500 kV Waru Tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, PLN Sokong Kelistrikan Jawa Timur

IBT GISTET 500 kV Waru Tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, PLN Sokong Kelistrikan Jawa Timur

Sabtu, 11 Apr 2026 17:29 WIB

Sabtu, 11 Apr 2026 17:29 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Timur dan Bali (UIP JBTB) kembali mencatat kemajuan signifikan dalam p…

Halal Bihalal SAPMA Jatim Jadi Ajang Konsolidasi dan Penjaringan Kader

Halal Bihalal SAPMA Jatim Jadi Ajang Konsolidasi dan Penjaringan Kader

Sabtu, 11 Apr 2026 08:00 WIB

Sabtu, 11 Apr 2026 08:00 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun- – Kegiatan halal bihalal yang digelar PC SAPMA Kota Madiun tak sekadar menjadi ajang silaturahmi, namun juga dimanfaatkan sebagai mo…

Wujudkan Ketahanan Pangan Dampak Dinamika Global, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Salurkan Bantuan CPP

Wujudkan Ketahanan Pangan Dampak Dinamika Global, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Salurkan Bantuan CPP

Jumat, 10 Apr 2026 16:52 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 16:52 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Tulungagung - Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo menyalurkan bantuan pangan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) kepada ribuan warga di…

Khofifah Dorong Percepatan Sertifikasi Tanah Wakaf, Cegah Sengketa dan Penyusutan Aset

Khofifah Dorong Percepatan Sertifikasi Tanah Wakaf, Cegah Sengketa dan Penyusutan Aset

Jumat, 10 Apr 2026 14:45 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 14:45 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jawa Timur memperkuat kolaborasi dengan pesantren, perguruan tinggi, dan masyarakat u…

Libatkan 56 Bidang Lomba, LKS Dikmen Jatim 2026 Perluas Kompetisi Lintas Jenjang

Libatkan 56 Bidang Lomba, LKS Dikmen Jatim 2026 Perluas Kompetisi Lintas Jenjang

Jumat, 10 Apr 2026 14:38 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 14:38 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menutup Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah (Dikmen) Tingkat Provinsi Jawa …